CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
49. Bab 49


__ADS_3

Di dalam toilet Zahra sedang membasuh wajahnya. Kemudian ia menatap cermin dan melihat pipi sebelah kanannya agak sedikit memar akibat tamparan yang lumayan keras dari Sonya. Zahra bingung gimana kalau mas Bagas kembali menelpon dari panggilan video, dan melihat pipinya seperti ini. Lalu Zahra mengambil alat makeup nya dari dalam tas, ia memoleskan bedak ke pipinya agak sedikit tebal agar memar yang berada di wajahnya tidak terlihat. Selesai makeup dan merapikan pakaiannya Zahra keluar dari toilet.


Diruangan nya Zahra melihat karyawan yang satu divisi dengan nya melihatnya dengan tatapan yang tidak suka. Tapi Zahra tidak memperdulikan itu ia terus saja berjalan menuju meja nya. Sampai di mejanya, kemudian ia duduk dan mengerjakan pekerjaannya seolah tidak terjadi apa-apa.


"Zahra Lo gak apa-apakan?" Tanya Lisa yang nyamperin Zahra kemejanya.


"Iya gue gak apa-apa kok Lis.." jawabnya sembari tersenyum pada Lisa


"Tapi pipi Lo tadi gue lihat sampai merah gitu. Gue yakin pasti pipi Lo memar deh."


"Hanya memar sedikit Lisa.."


"Sedikit apanya Ra'.. sini gue lihat pipi lo." Ucap Lisa sembari memegang pipinya Zahra. "Ini memar nya lumayan juga Lo Ra'?"


"Masa iya. Masih kelihatan ya Lis memarnya.. Padahal gue Uda pakai bedak nya tebal loh biar tidak kelihatan." Jawab Zahara. " Gue bingung entar ngomong apa ke mas Bagas kalau dia lihat pipi gue kaya gini." Tambahnya lagi.


Ya ampun kenapa gue bisa lupa ngasih tau masalah ini dengan Pak Bagas... Entar istirahat gue telpon Pak Bagas deh apa yang sudah dilakukan oleh Bu Sonya pada Zahra. Gumam Lisa dalam hati.


"Lo tenang aja Ra' kan Pak Bagas lagi di Bali. Jadi dia tidak bisa lihat pipi Lo."


"Entar kalau dia melakukan panggilan video gimana Lis.. pasti kelihatan juga.."


"Kalau ngelihatnya jarak dekat kaya gue tadi, ia pasti kelihatan kalau pipi Lo memar. Tapi gue rasa kalau panggilan Video gak kelihatan deh. Entar tambah sedikit aja lagi makeup nya." ujarnya. "Ya uda gue balik ke meja gue lagi ya, entar Mak lampir kalau lihat bisa ngamuk." Ucapnya lagi sembari tertawa


"Ck, sembarang aja Lo bilang orang Mak lampir." Ucap Zahra yang ikut tertawa juga.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, saatnya karyawan istirahat makan siang. Karyawan pada bersemangat keluar semua dari ruangannya masing-masing menuju kantin. Karena ingin mengisi perut mereka yang sudah terasa lapar karena sudah beraktifitas mengerjakan pekerjaan mereka.


Begitu juga dengan Zahra, akhirnya hari ini ia bisa makan siang bersama dengan sahabat nya. Selama menikah dengan Bagas ia tidak pernah makan siang bersama dengan sahabatnya lagi. Karena suaminya tidak mau makan siang jika ia tidak mau makan siang bersamanya.


"Zahra, Rina kita makan siang dimana?" tanya Lisa pada mereka.

__ADS_1


"Gimana kalau kita makan siang di cafe depan aja." jawab Rina


"Oke kita makan siang disana aja. Lagian gue uda lama tidak makan bareng sama kalian di cafe depan kantor." Zahra pun ikut menjawab.


"Ya uda ayo kita pergi sekarang." ajak Lisa. Mereka pun pergi dari ruangan marketing akan menuju cafe tempat mereka untuk makan siang.


Saat mereka berada di lobby tanpa sengaja Zahra bertemu dengan Sheina dan juga sekretaris suaminya.


"Shein mau kemana?" tanya Zahra


"Eh mbak Zahra. Ini Sheina mau makan siang di cafe depan sama mbak Mila." Jawab Sheina


"Ya uda kita sama aja Shein, kami juga mau makan disana."


"Boleh juga mbak. Gimana mbak Mila gak apa-apa kan kita makan bareng mbak Zahra?" tanyanya ke Mila


" Gak apa-apa Shein.. makin ramai makin seru." jawabnya.


" Hai Bu Zahra.." balas Mila.


"Mbak jangan panggil Ibu dong, kesannya saya tua banget. Panggil nama aja mbak Mila.."


"Saya gak enak sama Pak Bagas Bu.."


"Tuh kan jangan panggil Ibu mbak.. nama aja ya mbak, gak apa-apa sama Pak Bos kok.." ucap Zahra


"Iya oke deh kalau gitu." balasnya


"O iya Shein kenalin ini sahabat aku." Ucap Zahra memperkenalkan kedua sahabatnya pada Sheina .


"Hai mbak gue Sheina.."

__ADS_1


"Gue Lisa.."


"Dan gue Rina.. salam kenal Sheina.. kalau bisa jangan panggil kita Mbak dong panggil nama aja." ujar Rina


"Oke Rina, Lisa salam kenal.." balas Sheina


Sampai di cafe mereka memesan makanan. Mereka memilih duduk di dekat kaca agar bisa melihat keluar cafe. Sambil menunggu pesanan Zahra mengirim pesan kepada suaminya. Sedangkan yang lain asik mengobrol.


Zahra.


"Mas Uda makan siang belum?"


Uda lima menit pesannya belum di balas oleh suaminya. Sampai pesanan mereka pun tiba di meja tapi juga tidak ada balasan. Zahra pun kembali mengirim pesan ke suaminya.


Zahra.


"Mas masih sibuk ya..? ya uda kamu jangan sampai lupa makan ya mas.." Setelah mengirim pesan ke suaminya Zahra akhirnya makan makanan pesanannya. 10 menit mereka selesai menghabiskan makanan mereka, tapi mereka tidak langsung pergi dari cafe. Mereka malah tengah asik mengobrol. Apa lagi Sheina cocok ketika mengobrol dengan Rina yang memang tipekal wanita yang ceria dan banyak cerita. Sama seperti dirinya


"Zahra gue ke toilet dulu sebentar ya jangan tinggalin gue." ucap Lisa yang berjalan menuju ke toilet karena ia ingat akan menelpon Bagas. Sampainya di toilet Lisa langsung menghubungi Bagas. Tapi sampai beberapa kali menelpon tidak di angkat-angkat oleh Bagas.


"Apa Pak Bagas sibuk ya?" tanya pada dirinya sendiri. "Mending gue kirim pesan aja deh ke Pak Bagas pasti nanti dibacanya." Tambahnya lagi, kemudian Lisa keluar dari toilet takut mereka lama menunggu dirinya. Sampai nya di meja tempat mereka makan tadi, ia hanya melihat Zahra dengan Rina dan tak melihat Sheina dan Sekretaris Mila bersama mereka.


"Lo Ra' Sheina dengan Bu Mila kemana?"tanya nya pada Zahra.


"Oh mereka sudah pergi. Karena mereka akan mengurus acara ulangtahun Perusahaan WILLIAMS GRUP." Jawab Zahra


"O iya sebentar lagi kan Ulang tahun Perusahaan. Sepertinya gue harus mempersiapkan gaun untuk acara ulang tahun Perusahaan besok." ucap Lisa


"Ya uda gimana kalau besok kita ke mall cari gaunnya ." ajak Rina pada sahabatnya.


"Kalian aja deh yang pergi besok ke mall, gue gak ikut. Gue besok mau kerumah orang tua gue, soalnya Uda kangen sama mereka." Zahra berkata pada sahabatnya sembari beranjak dari duduknya dan mengajak mereka pergi dari cafe dan kembali kekantor.

__ADS_1


__ADS_2