CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
88. Bab 88


__ADS_3

Setelah Dokter Haris masuk keruangan ICU, Dokter Haris pun terkejut melihat Bagas sudah sadar dari komanya. Kemudian Dokter Haris memeriksa keadaan Bagas. Sedangkan Gio langsung keluar dari ruang ICU, meninggalkan Bagas yang sedang di periksa oleh Dokter.


"Oke semua baik. Apa yang Pak Bagas rasakan sekarang?" Tanya Dokter Haris.


"Tidak ada Dok, hanya saja tubuh saya masih terasa kaku Dok." Jawab Bagas


"Oh itu hal yang biasa, soalnya Pak Bagas uda terlalu lama tidak menggerakannya, sudah 6 bulan ini anda mengalami koma. Tapi tenang saja perlahan tubuh Pak Bagas akan kembali normal." ujar Dokter Haris


"Apa Dok, saya koma Uda 6 bulan?" Tanyanya yang terkejut mendengar ucapan Dokter, kalau dia koma Uda 6 bulan. "Tapi Dok apa yang terjadi pada saya? sampai saya mengalami koma selama itu?" Tanyanya lagi yang masih belum mengingat kenapa dia berada di rumah sakit.


"Pak Bagas kecelakaan 6 bulan yang lalu, karena kerasnya benturan mengenai kepala Pak Bagas jadi mengakibatkan anda mengalami koma." ujar Dokter Haris menjelaskan ke Bagas. "Oke Pak Bagas kami pindahkan dulu ya ke ruangan VVIP, supaya lebih nyaman dan keluarga Pak Bagas bisa melihat keadaan anda."


Kemudian beberapa perawat laki-laki membantu membawa Bagas ke ruangan VVIP. Selang beberapa menit Dokter keluar dari ruangan ICU. Keluarga Bagas yang menunggu di depan ruangan ICU, sudah tidak sabar ingin bertemu Bagas setelah tadi di beritahu Gio kalau Bagas sudah sadar dari komanya.


"Dok gimana keadaan anak saya?" Tanya Papa Bimo. Mereka yang diluar sudah tidak sabar ingin melihat kondisi Bagas.


"Alhamdulillah pasien sudah sadar, keluarga bisa melihatnya sekarang, pasien sudah kami pindahkan ke ruangan VVIP. O iya Pak Bimo saya minta jangan terlalu banyak mengajak bicara dulu, karena pasien baru sembuh dari komanya tidak boleh terlalu banyak memikirkan hal-hal yang berat dulu."

__ADS_1


"Baik Dok, terima kasih."


"Sama-sama Pak Bimo."


Selesai bicara pada mereka, Dokter Haris langsung pergi menuju ruangnnya.


Kini mereka sudah berada di ruangan VVIP. Tetapi saat mereka masuk Bagas baru saja memejamkan matanya, karena Bagas baru selesai meminum obatnya setelah perawat memberikannya. Papa Bimo dan yang lain lagi duduk sofa yang terletak di ruangan Bagas, karena rauangan VVIP yang Bagas tempati begitu luas, jadi mereka bisa menunggu Bagas terbangun di ruangannya, mereka tidak ingin membangunkan Bagas yang lagi istirahat.


Sudah hampir dua jam Bagas belum terbangun juga. Tetapi mereka masih tetap mau menunggu Bagas bangun. Zahra lalu beranjak dari sofa, ia ingin ke toilet.


"Loh Zahra kamu mau kemana nak?" Tanya Bu indah pada anaknya.


"Ooh.. hati-hati nak.." Ujar Ibu takut Zahra terjatuh di toilet karena lagi hamil.


"Iya Bu.."


Selang beberapa menit Zahra ke toilet, Bagas membuka matanya. Papa Bimo yang mengetahui anaknya sudah bangun langsung beranjak dari sofa, menuju ranjang Bagas dan begitu juga dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Bagas kamu Uda bangun? Gimana keadaan kamu sekarang nak?" Tanya Papa Bimo penasaran.


"Pa..Papa..," Ucap Bagas sembari Ia berusaha untuk duduk. Kemudian Papa Bimo membantu Bagas untuk duduk. Bagas melihat ada beberapa orang yang ada di ruangan nya, dan ada 2 orang yang ia tidak kenal.


"Pa Bagas kenapa? kok bisa berada di rumah sakit?" Tanyanya yang masih bingung dan gak ingat kenapa ia Samapi berbaring di rumah sakit.


"Kamu gak ingat sayang apa yang terjadi sama kamu?" Papa Bimo balik bertanya.


"Bagas gak ingat sama sekali Pa.. Bagas juga bingung. Tadi Bagas sempat tanya dengan perawat kalau ini di Indonesia. Bukannya Bagas ada di London?"


Papa Bimo menautkan kedua alisnya bingung dengan yang diucapkan anaknya.


Cklek


Zahra baru keluar dari toilet. Kemudian Zahra melihat Bagas sudah bangun, ia langsung nyamperin ranjang Bagas sembari meneteskan air matanya. Zahra begitu bahagia melihat suaminya sudah sadar dari koma. Mereka semua yang ada diruangan itu melihat Zahra, yang jalan menuju ranjang suaminya, begitu juga dengan Bagas ia melihat wanita berhijab, cantik, dan imut dengan perutnya yang buncit nyamperin dirinya sembari tersenyum dan juga meneteskan air matanya. Bagas menatapnya begitu intens sembari menautkan kedua alisnya bingung siapa wanita yang jalan kearahnya.


Zahra langsung memeluk Bagas suaminya begitu erat setelah sudah sampai di doing suaminya. Sedangkan Bagas yang tiba-tiba di peluk oleh wanita didepannya hanya diam saja.

__ADS_1


"Mas kamu sudah sadar, terima kasih mas.. karena Uda sadar dari koma." Ucap Zahra sembari menatap wajah Bagas dan mengelus kedua pipinya, kemudian Zahra mencium kening Bagas.


Mereka yang melihat Itu, bingung dengan reaksi Bagas yang diam saja saat di peluk Zahra. Dalam hati mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Bagas? Kenapa Bagas seolah-olah tidak mengenal Zahra..


__ADS_2