
Di Perusahaan WILLIAMS cabang yang di Bali. Bagas yang awalnya moodnya lagi berantakan karena masalah di kantor, kini agak sedikit lebih baik setelah selesai video call bersama istrinya. Kemudian ia langsung melanjutkan pekerjaannya bersama Rio.
"Rio gimana bisa sampai seperti ini laporan penjualan produk parfum disini berantakan semua, barang yang di gudang sama hasil penjualan bisa berbeda. Banyak barang yang keluar atau terjual, tapi hasil penjualannya gak sesuai dengan banyaknya produk yang berkurang di gudang."
"Maaf Gas selama ini gue gak ada ngecek laporan keuangan ataupun penjualan dan gudang. Gue hanya menerima laporan keseluruhannya saja." ujarnya kecewa pada dirinya sendiri karena Uda lalai mengurus Perusahaan yang di Bali. Gas gue yakin tiap bulannya Perusahaan ini mencapai penjualan yang melebihi target kita buat. Tapi mereka uda menipulasi laporan penjualannya. Emang yang gue terima laporan penjualan selama ini selalu capai target. Makanya gue gak curiga, dan ternyata penjualan produk kita terjual lebih dari target yang kita buat setiap bulannya. Berarti sisa barang yang terjual tidak mereka scan dan mereka menjualnya secara manual makanya penjualan tidak masuk ke komputer. Uang penjualan produk secara manual masuk ke kantong mereka. Dan parahnya lagi ini terjadi Uda selama satu tahun. Sekali lagi gue minta maaf, karena selama ini gue lebih fokus ke WILLIAMS GRUP pusat di Jakarta." Tambahnya lagi.
"Ia bro gue ngerti begitu banyaknya Perusahaan cabang yang Lo pegang. Kalau bisa secepatnya kita tuntaskan masalah ini. Dan siapa-siapa saja yang terlibat dalam penipuan di Perusahaan. Gue gak terima Perusahaan ini yang sudah susah payah di bangun oleh kakek dan Papa nantinya gulung tikar. Gue akan telpon Papa dulu minta pendapatnya tentang ini, bagusnya kita gimanakan orang yang sudah terlibat kecurangan ini. Apa kita serahkan ke kantor polisi atau mereka suruh ganti rugi dan mengundurkan diri dari Perusahaan ini."
"Lo tenang aja Gas semua bukti sudah kita pegang. Kita akan interogasi meraka siapa otak utamanya disini."
"Bro Lo sudah amankan orang yang memberikan bukti perbuatan admin ke kita kan?" tanya Bagas. Untungnya kita lihat Cctv bahwa dia sudah merekam Perbutan mereka yang berbuat curang. Dan bagusnya lagi mereka tidak tahu kalau selama ini ada yang merekam semua perbuatannya itu. Kita akan bahas tentang dia nanti. Gue rasa kita akan menaikan jabatannya." ujar Bagas
"Boleh juga, tapi kita lihat kinerjanys juga Gas, kita harus telitih kepada para karyawan. Bisa jadi dia pun ada maksud tertentu dengan memberikan bukti itu kepada kita.
"Iya Lo benar Rio. Gimana tim audit Uda stock produk pakaian dan ****** ***** juga?" tanya Bagas
"Sepertinya masih disana Gas di temani oleh Johan." Jawab Rio
__ADS_1
Di tempat lain, Zahra saat ini tengah merasakan panas serta perih di pipinya akibat tamparan yang diterima nya.
"Astaghfirullah.. apa salah saya Bu Sonya! seenaknya saja Ibu menampar pipi saya." ucap Zahra sembari memegang pipinya
"Mau tau salah kamu apa! Dasar kau wanita penggoda dan wanita yang gak benar sukanya godain CEO Perusahaan ini. Percuma saja kamu memakai hijab! Dibayar berapa kamu sama pak Bagas hah!!" ucapnya penuh emosi.
"Apa maksud Bu Sonya bilang kalau saya wanita yang tidak benar! Dengar ya Bu Sonya kalau saya emang wanita seperti itu, saya sudah gonta ganti pasang atau saya jalan sama pria-pria tua yang kaya di luaran sana." Lawan Zahra yang tidak takut oleh Sonya. "Jangan bilang orang lain penggoda kalau ternyata Ibu sendirilah sebenarnya wanita yang seperti itu." Tambahnya lagi.
"Apa kamu bilang kurang ajar!!" Ucap Sonya emosi sembari ingin melayangkan tamparannya kembali ke pipi Zahra, tapi tangannya di tahan oleh Lisa sahabat dari Zahra.
"Saya saranin ke Bu Sonya mending Ibu jangan cari masalah sama Zahra. Kalau tidak Ibu akan menyesal nanti. Apalagi Ibu sudah menamparnya." Sonya langsung menarik tangan nya dari genggaman tangan Lisa yang sudah menahan tangannya untuk kembali menampar Zahra.
"Sudah Lisa jangan kamu melawannya." ujar Zahra yang tak mau sahabatnya terlibat masalahnya dengan Sonya.
"Hei wanita penggoda lihat ini!" Sonya melemparkan beberapa foto yang sudah di cetaknya di depan dada Zahra. Foto nya pun berserakan, karyawan yang berada disana melihat mereka bertengkar pun mengambil satu-satu foto tersebut. Terlihatlah di foto itu Bagas sedang mencium bibir Zahra dengan begitu mesra di samping mobil Bagas tepatnya di parkiran. Seketika karyawan yang sudah melihat foto itu kini menatap Zahra dengan tatapan tidak percaya, ada yang melihat tidak suka dan jijik.
"Gue gak nyangka Lo ternyata seperti ini Zahra, padahal selama ini kita mengenal kamu wanita yang baik, sopan, dan Soleha tapi kenyataannya kamu tidak seperti kita lihat. Dia ternyata menggoda Pak Bagas. Bukannya Pak Bagas sudah punya pacar ya?" Ucap dari salah satu karyawan yang berada di ruangan marketing.
__ADS_1
"Hei kalian semua dengar ya Zahra tidak seperti yang kalian tuduhkan. Dan dia bukan wanita seperti itu." ujar Lisa yang membela sahabatnya Zahra. Begitu juga dengan Rina ikut membela Zahra.
" Hei Lisa,Rina kamu di bayar berapa sama Zahra untuk menutupi kelakuannya." Ucap mereka lagi.
"Aku ingat kan pada kalian kalau Zahra tidak seperti itu. Kalian tidak tahu yang sebenarnya dan jaga ucapan kalian kalau tidak kalian juga akan menyesal Uda menuduh Zahra wanita yang tidak benar." ucap Lisa kembali.
"Uda Lisa, Rina biar aja mereka mau ngomong apa tentang gue."
"Saya sudah peringatkan kamu Zahra jangan coba-coba mendekati dan menggoda Pak Bagas. Saya akan bisa berbuat lebih dari ini! KAMU DENGAR UCAPAN SAYA INI!!" Sonya kembali berbicara pada Zahra
"Bu Sonya gak ada hak ngelarang saya dekat dengan siapa saja. Sekalipun saya dekat dengan Pak Bagas. Kalaupun saya benar berciuman dengannya itu adalah hak saya, itu adalah urusan pribadi saya dan gak ada urusannya dengan Bu Sonya atua pun yang lainnya." Balasnya
"Dasar kamu ya!! kurang ajar banget kamu berani melawan saya!" ucapnya sudah penuh emosi
"Saya berani karena saya tidak salah. Yang salah itu Ibu Sonya yang sudah menampar saya seenaknya. Saya bisa saja melaporkan Ibu ke Polisi atas tindakan kekerasan." Setelah berbicara seperti itu Zahra pergi dari ruangannya meninggalkan Sonya gitu aja dan berjalan menuju toilet untuk membasuh wajahnya yang masih terasa perih. Sonya hanya mengepalkan kedua tangannya yang melihat Zahra pergi dari hadapannya.
"Bubar kalian semua kembali bekerja!!" ucapnya kepada karyawan yang masih melihat perdebatannya kepada Zahra. Kemudian mereka pun bubar pergi ke meja masing-masing.
__ADS_1
Sedangkan di ruangan Sheina dan Sekretaris Mila masih sibuk dengar berkas-berkas yang mereka kerjakan. Sheina tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dengan kakak iparnya. Begitu juga dengan Bagas tidak mengetahui hal yang terjadi dengan istrinya. Karena seseorang yang menjadi mata-matanya lupa mengabari hal tersebut.