
Pagi pun tiba, alarm dari ponsel Zahra pun berbunyi kalau saat ini menunjukkan pukul 5.00 pagi. Zahra pun terbangun ingin melaksanakan sholat subuh, karena ia memang sudah terbiasa bangun pagi.
Tapi saat ingin bangun ia merasa tubuhnya terasa berat, dan ia melihat ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya . Zahra agak sedikit terkejut, ia pun menoleh kesamping, lalu ia melihat ada seorang laki laki tampan yang tertidur nyenyak di sebelah nya. Zahra baru sadar sekarang, ternyata ia sudah menikah kemaren dan yang berada di sampingnya adalah Bagas suaminya. Ia memandang wajah tampan suaminya sambil tersenyum.
MasyaAllah sungguh indah ciptaan mu... ucap Zahra dalam hati. Setelah itu Zahra langsung turun secara perlahan agar tidak membangunkan suaminya, ia langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih lalu ia melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat ia membangunkan suaminya.
"Mas.. bangun dong Uda pagi loh. sholat subuh dulu." ucap Zahra sambil menggoyang tubuh Bagas.
"Emm sayang masih ngantuk.. entar lagi ya.." gumam Bagas.
"Nanti kalau gak bangun waktu sholat subuh nya habis loh mas.. sholat dulu mas entar baru sambung lagi tidurnya. Mas bisa sholat kan..?" tanya Zahra sambil bercanda.
"Sayang.. kamu ngeremehin mas, mas bisa sholat dong.. walaupun mas lama tinggal di London tapi mas masih ada sholat, ya walau pun gak 5 waktu. Disana mama masih sering ngingetin mas untuk sholat kok.." Jawabnya. "Yau Uda iya, ni mas bangun mau sholat."
Bagas pun beranjak dari kasur langsung ke kamar mandi, setelah selesai ia langsung melaksanakan sholat subuh.
Tok tok tok..
Bunyi suara ketukan pintu kamar mereka dari luar. Zahra pun jalan kearah pintu lalu membukanya. Terlihatlah di depan pintu, pelayan wanita hotel milik ayah nya.
"Maaf non ganggu, non Zahra sama suaminya sudah di tunggu sama keluarga non di bawah untuk sarapan.. ucap pelayan tersebut.
"Kok cepet banget mereka sarapan nya mbak..? apa ni gak terlalu pagi ya.." Tanya Zahra.
"Saya kurang tau non.." Jawab pelayan itu.
"Ya uda deh mbak bilang sama mereka kami akan segera turun kebawah, makasih mbak.."
"Iya non sama sama, kalau gitu saya permisih dulu non.."
"Oke mbak.." jawab Zahra
__ADS_1
"Sayang ada siapa ?" tanya Bagas yang habis selesai sholat.
"Itu mas, kata pelayan kita disuruh turun kebawah sama keluarga untuk sarapan, tapi kok cepat banget mas sarapannya kan masih jam setengah enam pagi."
"Ya uda kita kebawah aja yuk, entar mereka nungguin lagi." ucap Bagas pada istrinya.
Bagas dan Zahra akhirnya turun kebawah nyamperin keluarga yang Uda pada sarapan.
"Pagi semua..." ucap Bagas dan Zahra besamaan menyapa keluarganya
"Pagi..." jawab mereka semua. "Uda sini kita sarapan." Ucap Mama Bagas pada anak dan menantunya.
Bagas dan Zahra duduk bersebelahan, tak lupa Zahra mengambilkan sarapan untuk suaminya mereka yang melihat itu pun tersenyum bahagia. Mereka sarapan dengan sangat tenang.
Setelah selesai merekapun berbincang sambil bercanda dan menggoda pengantin baru.
"Bagas.. apa kamu jadi hari ini nempatin rumah baru kamu..?" tanya Papa Bimo, Papanya Bagas.
"Gimana kamu dengan Zahra..? apa kamu senang Papa jodohkan dengannya..?"
"Zahra orang nya baik banget yah, pengertian, sederhana dan Soleha apa lagi Bagas Uda nyaman banget sama dia.Bagas sangat berterima kasih pada Papa dan mama karena uda jodohin Bagas dengan Zahra. Bagas bahagia yah bisa sama Zahra, insyaallah Bagas akan bahagiakan Zahra. Doain kami ya yah agar rumah tangga kami selalu di lindungi Allah. Aminn.."
"Amin.. Ayah senang kalau kamu bahagia."
Tidak beda dengan Bagas, Zahra pun asik bercerita bersama ibu, mama mertua dan istri kakaknya.
"Aunty... "
" Eh ada sayang nya aunty.. Kesya dari mana kok baru turun..?"
"Kecya balu bangun tidul aunty.. Kecya macih antuk tapi papa gangguin Kecya telus kan cebel." ucap Kesya sambil cemberut dan memajukan bibir nya.
__ADS_1
Dan itu membuat mereka yang berada disana tertawa semua melihat begitu gemes nya Kesya merajuk.
"Habisnya Kesya gemesin banget saat bobok, jadi papa gak tahan ingin gangguin Kesya terus.. Maafin papa deh.." ucap Yuda papa dari Kesya.
"Kecya gak mau, Kecya macih cebel cama papa."
Bagas yang masih duduk bersama ayahnya dan mertuanya pun langsung nyamperin anak tersebut karena gemes lihat dia merajuk.
"Kesya kenapa kok cemberut gitu..? entar cantik nya hilang loh.. Kesya gak mau kan cantik nya pindah ke aunty.." canda Bagas ke Kesya.
"Kecya cebel ma papa. Papa jaat ganggu ganggu Kecya bobok, kan Kecya masih antuk om.."
"Ayo sini sama om, kita main di taman itu. Anak cantik gak boleh ngambek oke.." ucap Bagas pada Kesya sambil menghibur Kesya yang lagi ngambek.
"Ra gimana malam pertamanya lancar gak ? Bagas orang gimana Ra..?" tanya Cella pada Zahra.
" Belum mbak... tadi malam kami hanya ngobrol aja karena Uda kelelahan kami langsung tidur. Kalau mas Bagas Alhamdulillah dia baik kok mbak." jawab Zahra jujur memang mereka belum melakukan apa-apa.
"Kayanya Bagas suka sama anak anak ya Ra..? itu kamu lihat Bahagia banget saat main dengan Kesya. kalau bisa jangan di tunda Ra.."
"Kayanya juga gitu mbak, insyaallah Zahra gak nunda kok Mbah ya sedikasih nya aja mbak sama Allah." ucap Zahra sambil tersenyum melihat kebersamaan Bagas dan Kesya, sungguh ia bahagia melihat mereka tertawa bersama.
Sedang asik bermain dengan Kesya, Yuda kakak Zahra datang nyamperin Bagas dan anak Yuda.
"Bagas gue boleh ngomong bentar gak..?" Tanya Yuda.
" Boleh, mau ngomong apa kak..?"
"Jangan panggil gue kakak panggil nama gue aja, Kita kan seumuran. Gue titip adik gue sama loe ya.. jangan sakiti dia, jangan kecewakan dia. Zahra tu orang nya baik, pengertian, penyayang, dan penurut. Gue yakin loe bakalan susah nemuin cewek kaya Zahra, dan loe gak akan nyesel dapet adik gue." ungkapnya Pada Bagas.
"Insyaallah gue gak akan nyakiti Zahra Yud, gue akan bahagiakan dia, karena saat pertama ketemu sama dia, gue Uda jatuh cinta sama adik loe. Dan loe bener, gue gak akan nyesel dapetin Zahra. Doain kami supaya rumah tangga kami baik baik aja."
__ADS_1
"Amin.. Gue percaya sama loe Gas,.." ucap Yuda.