CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
77. Bab 77


__ADS_3

Flashback on


Saat tengah asik mengerjakan berkas-berkas di ruangannya. Bagas di kejutkan dengan pintu ruangannya yang tiba-tiba saja di buka sama seseorang. Bagas kemudian menghela nafasnya kasar setelah tahu siapa yang datang keruangannya. Bagas melihat jam di tangannya, baru menunjukkan jam 11siang. Padahal hari ini Bagas ingin makan siang berdua bersama isterinya diruangan nya. Tanpa ingin diganggu siapa pun.


"Ada perlu apa Rei kamu ke Perusahaan? bukannya baru kemaren kita bahas proyeknya?" Tanya Bagas datar pada Reisa. "Hari ini kan tidak ada jadwal kita bertemu." Ucapnya lagi.


"Apa salah kalau gue singgah ke kantor Lo? Sebenarnya gue ingin ngajak makan siang Lo di luar..." Ucapnya sembari duduk di sofa.


"Tapi maaf Rei, aku Uda janji akan makan siang bersama istriku." Jawabnya.


"Ya sayang sekali. Padahal aku pengen sekali makan siang berdua bersama kamu.." Ucapnya dengan nada bicaranya sedikit manja. Kemudian Bagas nyamperin Reisa ke sofa. Bagas pun berdiri tepat di samping Reisa.


"Rei gue mohon sangat sama Lo, jangan lagi ke kantor gue kalau bukan urusan kerjaan. Bukan apa-apa Rei gak enak sama karyawan disini, entar mereka berpikiran yang tidak-tidak tentang gue, dan gue juga gak mau Zahra salah paham dengan datangnya Lo tiap hari ke Perusahaan ini." Ucap Bagas kepada Reisa yang menyuruhnya untuk tidak datang ke kantor nya jika bukan masalah pekerjaan.


Reisa sakit hati dan tidak terima dengan apa yang diucapan kan Bagas untuk tidak datang lagi ke WILLIAMS GRUP, kecuali memang membahas pekerjaan.


"Oke!" Ucap Reisa ketus. Saat ingin beranjak dari sofa, Reisa sempat ingin terjatuh reflek Bagas menolong Reisa. Tapi Reisa malah menarik kemeja Bagas, karena tubuh yang tidak begitu siap akhirnya mereka terjatuh di sofa dengan posisi Bagas di atas tubuh Reisa dengan wajah mereka yang begitu dekat dan pas bertepatan Zahra masuk ke ruangan Bagas. Dengan posisi mereka berdua seperti itu, membuat Zahra yang melihat jadi salah paham.


Flashback off


Saat ini Zahra sudah berada di pinggir jalan untuk menyetop taksi tepat di depan gedung WILLIAMS GRUP. Sampai beberapa menit Zahra menunggu taksi tak juga ada yang melintas, akhirnya Zahra memutuskan menyebrang untuk ke halte busway yang ada diseberang, ia memutuskan naik busway pulang kerumah. Saat sedang menyebarang Zahra tidak menyadari ada sebuah mobil mewah melaju kencang kearahnya seolah mobil itu sengaja ingin menabrak Zahra. Dan setelahnya terjadilah..


"Sayang awassss!!"


Brukk


Mobil tersebut langsung kabur sangat kencang. Ia langsung ketakutan, setelah dirinya melihat dari kaca spion siapa yang ia tabrak.


Orang yang melihat kejadian tersebut langsung berlarian melihat kecelakaan tersebut, dari mereka ada yang langsung menghubungi ambulan. Begitu juga Security yang penjaga di depan gerbang masuk Perusahan WILLIAMS GRUP terkejut mendengar begitu lumayan keras kecelakaan tersebut. Ia langsung nyamperin siapa yang kecelakaan.


"Mas....!!" Teriak Zahra yang melihat suaminya terkapar di aspal dengan begitu banyak darah. Zahra langsung beranjak nyamperin suaminya yang masih terkejut dengan apa yang terjadi. Saat akan berdiri dari pinggir trotoar Zahra merasakan perutnya keram.


"Aau!"Pekik Zahra yang merasa perutnya keram, dengan menahan sakit Zahra tetap berjalan mendekati suaminya, kemudian Zahra duduk disamping Bagas lalu meletakkan Kapala Bagas yang begitu banyak darah ke pahanya.

__ADS_1


"Mas.. bangun mas, hiks.. hiks.." Ucap Zahra membangunkan Bagas sembari menangis terisak. Mata Bagas pun terbuka dengan nafas yang begitu melemah. Bagas berusaha mengangkat tangannya, lalu mengelus pipi istrinya dengan sayang sembari menatap istrinya dan tersenyum.


"Ma..mas sa..sayang da..dan ci..cinta sa..sama ka..kamu sa.. sayang.." Ucap Bagas terbata-bata, setelahnya Bagas langsung tak sadarkan diri.


"Mas bangun mas.. jangan tinggalin Zahra. Iya Zahra juga sayang dan cinta sama mas. Ini salah Zahra, seharusnya Zahra gak keluar pergi dari ruangan kamu mas.. hiks bangun mas.. maafin Zahra mas.." Ucapnya yang terus menangis. Seketika kepala Zahra pusing dan matanya mulai kabur, Zahra langsung pingsan.


Tak berapa lama ambulan pun datang. Orang-orang yang melihat, langsung membantu Bagas dan Zahra masuk kedalam mobil ambulan. Dan Security yang nyamperin kecelakaan itu, pun terkejut siapa yang mengalami kecelakaan, kemudian Security yang bernama Jono ikut masuk ke dalam ambulan duduk disamping supir membawa Bagas dan Zahra ke rumah sakit.


Sampainya di rumah sakit, perawat langsung membawa Bagas ke ruang IGD. Sedangkan Zahra di ruangan yang berbeda. Dokter pun langsung bergegas masuk keruangan IGD untuk menangani Bagas yang terluka parah. Beberapa menit perawat keluar dari ruang IGD nyamperin Security yang mengantarkan Bagas dan Zahra tadi.


"Permisi Pak, apa anda keluarga pasien?" Tanya perawat.


"Tidak mbak." Jawab Jono. "Keluarganya mana ya Pak? soalnya ini sangat penting, masalah nya kita harus segera melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa pasien." Ucap perawat tersebut pada Jono.


"Astaghfirullah.. maaf Bu saya lupa menghubungi keluarganya. Saya akan menghubungi keluarnya untuk segera datang kesini." Ucap Jono sampai lupa ngasih kabar ke keluarganya.


"Baik Pak, kalau bisa cepat. Karena kita tidak bisa menunggu lama, ini demi menyelamatkan pasien." Ucap perawat tersebut.


Security Jono langsung menelpon Rio. Soalnya ia hanya memiliki nomornya Pak Rio.



Terdengar bunyi ponsel dari Rio, kemudian Rio mengambil ponsel nya yang berada di atas meja, lalu melihat siapa yang menelponnya. Di lihat layar ponsel ada mana Jono Security disana. Rio menautkan kedua alisnya, kenapa Jono menelponnya.


Rio


"Iya Jono ada apa?" Tanya Rio yang penasaran kenapa Security menelponnya.


Jono


"Pa..Pak Rio, saya mau ngasih kabar kalau Pak Bagas kecelakaan bersama istrinya, sekarang berada di rumah sakit Sejahtera. Pak Rio harus cepat kesini karena kata perawat Pak Bagas harus segera di Operasi."


Rio langsung terpaku di tempat setelah mendengar yang baru di ucapkan Jono padanya.

__ADS_1


Jono


"Halo Pak. Pak Rio..


Rio langsung tersadar saat Jono memanggil dirinya di telpon yang belum mati.


Rio


"Eh iya Jono saya segera kesana".


Telpon langsung dimatikan Rio. Ia langsung mengambil kunci mobil dan dompet nya yang ada di laci meja, kemudian mengajak Sheina keluar dari ruangannya.


"Kak kenapa?" Tanya Sheina yang bingung pada Rio yang langsung mengajaknya keluar.


"Nanti kakak ceritakan di jalan sayang, kita harus cepat sampai rumah sakit." Jawab Rio.



Akhirnya 15 menit Rio dan Sheina Sampai Rumah Sakit Sejahtera. Dijalan Rio sempat cerita kalau Bagas kecelakaan dan harus segera di Operasi. Sheina langsung syok mendengar kakaknya Bagas kecelakaan bersama Zahra. Padahal tadi baru bertemu di kantor, dan sekarang kakaknya dirumah sakit akan melakukan Operasi.


Rio langsung menuju meja resepsionis. Selesai bertanya dengan perawat Rio dan Sheina bergegas langsung ke ruangan Bagas. Di sana terlihat Jono lagi duduk menunggu Bagas. Rio langsung lari nyamperin Jono sedangkan Sheina jalan dengan perlahan, karena dia lagi hamil.


"Jono." Panggil Rio


"Eh Pak Rio sudah sampai." Jawabnya.


"Gimana ke adaan Bagas ?" Tanya Rio.


"Lebih baik Pak Rio segera keruangan Dokter, beliau sudah menunggu di ruangannya. Ayo Pak biar saya antar." Jawab Jono segera jalan menuju ruangan Dokter yang menangani Bosnya Bagas.


"Sayang kamu tunggu disini dulu, kakak mau keruangan Dokter. " Ucap Rio menyuruh istrinya tetap menunggu di ruangan Bagas.


"Iya kak."

__ADS_1


Tak lupa Sheina langsung menghubungi Papa dan Mamanya.


__ADS_2