CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
78. Bab 78


__ADS_3

Flashback on


Setelah keluar dari lift Bagas terus mencari istrinya, tapi sayang Bagas tak menemukan istrinya. Sampainya di luar gedung Bagas tanya kepada Security yang menjaga pintu gerbang untuk masuk ke Perusahaan.


"Apa Bapak lihat Zahra istri saya?" Tanyanya pada Security.


"Bu Zahra, saya lihat Pak Bagas. Bu Zahra tadi jalan keluar kedepan sepertinya ingin mencari taksi."Jawab Security yang bernama Jono.


Tanpa mikir lagi Bagas langsung mencari istrinya kedepan. Dan benar saja Bagas melihat istrinya yang sepertinya akan menyebrang. Bagas berjalan dengan cepat menyusul istrinya. Saat istrinya uda berjalan dan akan sampai ke pinggir trotoar, Bagas melihat sebuah mobil melaju kencang ke arah Zahra istrinya dan sepertinya ia mengenal mobil tersebut. Bagas langsung lari begitu kencang menuju istrinya. Dan..


"Sayang awasss!" Teriak Bagas sembari mendorong istrinya ke pinggir trotoar dan terjadilah..


Brukk


Seketika Bagas terhempas ke aspal, kemudian kepalanya banyak mengeluarkan darah, karena begitu kerasnya benturan.


Zahra yang terjatuh ke pinggir trotoar pun terkejut saat melihat suaminya sudah terkapar di aspal. Zahra sempat syok, karena kejadiannya begitu cepat.


Flashback off.


Rio kini sudah berada di ruangan Dokter Haris meminta penjelasan tentang keadaan Bagas, setelah Security Jono mengantarkannya. Sedangkan Jono sudah pamit kembali ke kantor. Rio minta kepada Jono untuk tidak menceritakan tentang kecelakaan yang terjadi kepada Bagas ke siapa pun termasuk karyawan WILLIAMS GRUP. Jono pun mengiyakan permintaan Rio.


"Dokter perkenalkan saya Rio, keluarga dari pasien bernama Bagas yang mengalami kecelakaan baru saja." Ucap Rio sembari menjabat tangan sang Dokter.


"Iya silahkan duduk Pak Rio. Saya dengan Dokter Haris, baik saya akan menjelaskan ke Pak Rio. Kita harus segera mengoperasi pasien. Terjadi pendarahan otak akibat benturan keras di kepalanya. Kalau tidak cepat di lakukan operasi dapat berakibat fatal pada pasien." Ucap Dokter Haris menjelaskan pada Rio tentang kondisi Bagas saat ini.


Rio langsung terdiam dan syok mendengar penjelasan dari Dokter. Rio sampai menitihkan air matanya, ia tidak sanggup dengan kemungkinan yang terjadi pada Bagas. Bagaiman ia memberitahu kan soal ini pada..


Astaghfirullah Zahra, gumamnya dalam hati. Seketika Rio ingat akan Zahra yang berada di rumah sakit juga. Dan ia belum mengetahui keadaan Zahra.


"Baik Dokter saya mohon lakukan yang terbaik untuk kesembuhan saudara saya." Ucap Rio.

__ADS_1


"Kami sebagai tim Dokter akan selalu mengusahakan untuk kesembuhan pasien dan melakukan semampu kami. Tapi semua tetap Allah lah yang menentukan."


"O iya Dok, apa anda tahu pasien wanita yang bersamanya tadi?" Tanya Rio pada Dokter Haris tentang Zahra.


"Ada Pak Rio. Kalau tidak salah dia berada ruang perawatan. Saya dengar tadi kalau pasien tidak ada luka yang serius, dia hanya pingsan karena syok. Tapi lebih baik Pak Rio melihat langsung keadaannya." Jawab Dokter Haris.


"Baik Dok saya permisi keluar untuk melihat keadaan istri dari saudara saya."


"Tunggu Pak Rio, anda harus tanda tangan berkas ini dulu, bukti persetujuan untuk melakukan Operasi kepada pasien. Biar kami akan langsung melakukan Operasi, agar tidak menundanya terlalu lama." Ucap Dokter lalu memberi berkas itu pada Rio.


Kemudian Rio mengambil berkas tersebut, lalu menanda tangani berkasnya. "Kira-kira kapan Dokter Operasi nya di lakukan?" Tanyanya.


"Hari ini juga kami akan melaksanakan Operasi nya Pak Rio." Jawab Dokter.


Setelah dari ruangan Dokter Haris, Rio nyamperin istrinya yang masih menunggu Bagas di ruang IGD. Sampainya di IGD, Rio melihat Papa dan Mamanya sudah berada di sana. Rio menghela nafasnya panjang, ia sedih harus ngomong apa pada Papanya. Rio berjalan nyamperin mereka.


"Sayang..." Panggil Rio pada Sheina.


"Nak gimana keadaan Bagas? Apa kata Dokter?" Tanya Papa Bimo dengan wajah sedih dan panik. Karena mereka belum boleh masuk ke ruangan IGD untuk melihat Bagas. Rio menghela nafasnya panjang sembari mengusap wajah nya kasar. Mau tidak mau ia harus memberitahukan kondisi Bagas pada Papanya.


"Bagas terluka parah Pa, kata Dokter Bagas harus segera di Operasi karena dia mengalami pendarahan otak akibat benturan keras." Ucap Rio dengan mata yang sudah berkaca-kaca menceritakan kondisi Bagas pada Papanya.


"Ya Allah Bagas.. hiks..hiks.." Ucap Mama Susi syok sembari menangis setelah tau kondisi putranya. Papa Bimo langsung memeluk istrinya yang menangis. Begitu juga dengan Sheina yang langsung terduduk lemas mendengar kondisi kakaknya. Melihat istrinya yang lemas, Rio jalan mendekat ke istrinya, kemudian ia memeluknya erat, di balas pelukan Rio tak kalah erat oleh Sheina.


"Kak..hiks.. hiks.."


"Sayang kamu lagi hamil, kamu gak boleh stres sayang. Kita berdoa ya semoga Bagas baik-baik saja." Ucap Rio memberitahu istrinya agar tidak stres, karena akan menggangu kehamilannya.


"Iya kak"


"O iya Pa, Zahra gimana? Rio belum tahu kondisi Zahra."

__ADS_1


"Zahra baik-baik saja, dia hanya pingsan karena syok. Dan ada kabar gembira juga, Dokter yang menangani nya Zahra mengatakan kalau Zahra hamil." Jawab Papanya dengan agak sedikit ceria karena menantunya ternyata hamil.


"Alhamdulillah Papa serius Zahra hamil? Bagas pasti akan senang mendengar ini."


"Tapi Zahra harus Bed Rest, karena kandungan nya melemah karena ia terjatuh saat Bagas mendorongnya ingin menyelamatkan Zahra." Ujar Papanya.


"Jadi Bagas kecelakaan karena menyelamatkan Zahra maksud Papa?" Tanya Rio yang memang tidak tahu kejadiannya.


"Iya, setelah Papa dapat telpon dari Sheina kalau Bagas kecelakaan, Papa langsung menyuruh pengacara Papa untuk mengurus ini kekantor Polisi. Setelah Pengacara Papa mendapat rekaman Cctv dari Polisi, dia langsung hubungi Papa ia menceritakan yang ia lihat dari Cctv di jalan dan keterangan beberapa saksi di tempat kejadian. Kecelakaan nya terjadi tepat didepan Gedung Perusahaan WILLIAMS GRUP. Saat itu Zahra tengah menyeberang dan dia gak menyadari kalau ada mobil jalan kearahnya, Bagas yang melihat itu langsung lari dan mendorong Zahra ke pinggir trotoar, akhirnya Bagas yang mengalami kecelakaan. Polisi juga bilang katanya dari rekaman Cctv kalau mobil tersebut sengaja ingin menabrak Zahra. Papa juga dikirim kan rekamannya dengan pengacara Papa, tapi belum lihat. Apa Zahra memiliki musuh? Atau ada rekan bisnis kalian yang tidak suka oleh Bagas, lalu sengaja mereka mengincar istrinya?" Tanya Papa Bimo pada Rio.


"Sepertinya tidak ada Pa. Tapi boleh Rio lihat rekamannya siapa tahu Rio mengetahui siapa yang ingin menyelakai Zahra." Ucap Rio.


Kemudian Papa Bimo membuka ponselnya lalu membuka pesan rekaman Cctv yang dikirim pengacaranya dan menunjukkan rekaman itu ke Rio. Rekaman nya pun memutar, setelah Rio melihat mobil yang ingin menabrak Zahra pun terkejut, ia kenal mobil itu, dan tahu siapa pemilik mobil yang menabrak Bagas. Karena hampir setiap hari pemiliknya datang ke Perusahaan WILLIAMS GRUP.


"Ya Allah Reisa! mobil yang menabrak Bagas itu Reisa Pa. Jadi Reisa ingin menabrak Zahra?"


"Kamu kenal Yo sama mobil itu?" Tanya Papanya.


"Tau Pa. Itu mobilnya Reisa. Dia rekan bisnis kita Pa, kami lagi menjalankan proyek baru bersama Perusahaan nya." Jawab Rio memberitahu Papanya siapa Reisa.


"Apa tujuannya sampai dia melakukan itu ke Zahra?" Tanya Papa Bimo lagi. Akhirnya Rio menceritakan semuanya dari awal pertemuan mereka. Rio memberi tahu ke Papanya kalau Reisa adalah mantan kekasih Bagas waktu SMA. Reisa juga sepetinya masih menyukai Bagas. Rio juga menceritakan kalau Reisa yang setiap harinya selalu datang ke WILLIAMS GRUP. Walaupun ada Zahra di ruangan Bagas, tapi seakan Reisa tidak perduli dengan hal itu. "Sepertinya Reisa ingin merebut Bagas dari Zahra Pa, tapi Rio gak menyangka kalau Reisa bakalan sampai melakukan sejauh itu." Ucap Rio menjelaskan semuanya ke Papanya.


"Kamu bilang apa tadi? Kalau Reisa anak dari Yoga Aditama. Pemilik Perusahaan ADITAMA GEMILANG?"


"Iya Pa."


"Oke. Kamu tetap disini sampai Bagas Operasi. Papa akan menemui Yoga Aditama di rumahnya bersama Polisi dan pengacara Papa. Apa yang dilakukan anaknya sudah keterlaluan! Papa pastikan dia masuk penjara, Papa tidak perduli dia wanita atau laki-laki. Dan untuk kerjasama Perusahaan kita bersama Yoga di batalkan saja, tidak masalah kalau kita rugi." Ucap Papa Bimo emosi.


"Iya Pa Rio setujuh dengan Papa."


Papa Bimo langsung pergi meninggalkan rumah sakit. Ia akan ke kantor Polisi bersama pengacaranya. Untuk mendatangi tersangka yang menabrak anaknya.

__ADS_1


__ADS_2