
Saat Ini Zahra sedang asik masak di dapur untuk makan malam mereka. Zahra masak makanan yang tidak terlalu ribet, yaitu nasi goreng dan ayam goreng bumbu. Setengah jam Zahra selesai masak, lalu ia meletakan masakan nya di meja makan. Kemudian Zahra mencuci peralatan masaknya, tapi saat mencuci tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya. Zahra mencium harum maskulin tubuh seseorang yang ia kenal. Siapa lagi kalau bukan Bagas suaminya yang melingkarkan tangannya memeluk pinggang dirinya dari belakang.
"Mas.. kamu Uda selesai nyiapin keperluan selama berada di Bali..?" tanya Zahra
"Uda sayang.." jawab Bagas
"Lepasin dulu mas Zahra lagi nyuci peralatan masak loh." Ucap Zahra sembari tangannya masih mencuci peralatan. Bagas bukannya melepaskan tangannya, ia malah mempererat pelukannya di pinggang istrinya.
"Kamu Uda berani ya mencium mas.. biasanya mas yang minta dulu baru kamu mau mencium mas.." ucap Bagas yang masih belum melepas tangannya dari pinggang istrinya.
"Jadi mas gak suka ni kalau Zahra yang cium mas?" tanyanya
"Mau dong sayang.. mas malah suka kalau kamu duluan yang mencium mas." Jawab Bagas. Kemudian Bagas menciumi leher jenjang istrinya dari belakang yang kebetulan Zahra tidak memakai hijabnya. Rambutnya yang di ikat keatas membuat leher jenjangnya yang putih dan mulus terlihat. Bagas terus saja memberikan ciuman di leher istrinya, sekali-kali ia juga mengendus daun telinga Zahra. Sehingga membuat Zahra ke gelian.
"Mas geli ih! lepasin mas Zahra nyuci ini dulu. Mau mukanya mas Zahra kasih sabun..?" ucap Zahra kesal
"Iya gak sayang.. oke mas lepasin." Ucapnya sembari mencium pipi istrinya. Kemudian Bagas melepaskan tangannya dari pinggang istrinya. Lalu ia menyandarkan dirinya di meja kompor sambil melihat istrinya mencuci. Setelah selesai Zahra mengajak suaminya untuk melaksanakan sholat Maghrib dulu sebelum mereka makan malam.
__ADS_1
"Mas kita sholat Maghrib dulu ya..?" ucapnya
"Oke sayang.." jawab Bagas
Bagas dan Zahra masuk kedalam kamar untuk melaksanakan sholat Maghrib. Beberapa menit kemudian mereka selesai sholat Maghrib, lalu mereka keluar kamar menuju ruangan meja makan. Mereka kini sudah duduk di meja makan, sudah tersedia 2 piring nasi goreng serta ayam goreng bumbu juga yang di masak oleh Zahra tadi. Untung masih sedikit hangat.
"Mas gak apa-apa kan Zahra cuma masak nasi goreng?" tanyanya
"Enggak apa-apa sayang.. apa pun yang kamu masak mas makan kok." Jawabnya
"Makasih sayang.. kok manis banget sih suami Zahra.." ucapnya sembari mengelus pipi suaminya
Mereka berdua pun makan dengan diam. Bagas menyantap nasi goreng yang dimasak oleh istrinya dengan lahap, karena ia memang menyukai masakan istrinya.
Selesai mereka makan malam, Bagas langsung ke kamar bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Setelah semua siap mengecek lagi apa ya mau di bawa Bagas mereka langsung keluar rumah menuju mobil. Zahra ikut mengantar Bagas ke bandara, kini mereka pun sudah di dalam mobil. Mereka ke Bandara di antar oleh supir. Saat di perjalanan menuju bandara suara ponsel Bagas berbunyi. Bagas melihat ponselnya tertera nama Rio yang muncul di layar ponsel Bagas dan ia mengangkat telepon dari Rio.
Bagas
__ADS_1
"Iya bro ada apa?" tanya Bagas
Rio
"Gue Uda di Badara nih." Jawab Rio dari sebrang sana. "Lo dimana?" tanyanya
Bagas
"Gue Uda dijalan. Lima belas menit lagi sampai." jawab Bagas
Rio
"Oke gue tunggu di depan Bandara ya.." ucap Rio
Bagas
"Oke."
__ADS_1
sambungan telepon pun terputus.