
Di rumah..
Zahra sedang sibuk memasak untuk makan malam mereka berdua. Karena suaminya mengirim pesan padanya untuk di masakan sup ayam. Setelah selesai masak dan menyiapkan makan malam, Zahra kemudian melihat jam di tangannya, sudah menunjukkan pukul 6:30 malam. Zahra pun pergi ke kamarnya untuk melaksanakan sholat Maghrib sembari menunggu suaminya pulang kerumah.
Mobil Bagas masuk ke garasi rumah minimalis. Bagas turun dari mobilnya lalu ia jalan menuju pintu dan mengetok pintu rumahnya sembari mengucapkan salam. Setelah menunggu beberapa menit tidak ada jawaban dari dalam rumah," Sedangkan orang yang berada di dalam rumah tidak mendengar karena lagi sholat Maghrib di dalam kamar. Bagas akhirnya mencoba membuka pintu, ternyata pintu rumah nya tidak di kunci. Bagas langsung masuk kedalam mencari istrinya.
"Assalamu'alaikum sayang..." ucap Bagas yang masih terus mencari istrinya. Setelah mencari di ruang tengah dan di dapur juga tidak ada. Lalu ia pergi ke kamar, mudah-mudahan istrinya ada di dalam. Bagas sampai didepan kamarnya, melihat pintu kamar yang setengah terbuka ia pun langsung masuk kedalam. Dan ternyata benar istrinya ada didalam kamar yang sedang berdoa setelah selesai sholat.
Bagas pun menghela nafasnya lega, ada sedikit kuatir tadi karena tidak melihat istrinya saat dirinya sampai dirumah. Bagas tersenyum lembut melihat istrinya. Bagas berjalan pelan menuju sofa yang ada di dalam kamar nya kemudian ia duduk dan membuka satu-persatu sepatunya. Bagas menyandarkan tubuhnya ke sofa sambil memejamkan matanya. Hari ini sungguh sangat lelehkan, tapi ia juga bahagia karena ia mendapatkan kontrak kerja sama dengan PT. ADIJAYA, pemiliknya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri yaitu Gio Adijaya. PT. ADIJAYA terbilang Perusahan besar juga di bidang Property, tak kala besar juga dengan Perusahan Bagas.
"Mas.." panggil Zahra sembari mendekat ke suami nya yang lagi duduk bersandar ke sofa.
Bagas pun langsung membuka matanya, mendengar suara lembut istrinya.
"Iya sayang.." kamu uda selesai sholatnya? tanya Bagas sembari tersenyum lembut ke istrinya
"Uda mas.." jawab Zahra lalu mencium punggung tangan suaminya. " Zahra siapin air hangat untuk mas mandi ya..? setelah itu kita langsung makan malam, entar sup ayamnya keburu dingin.
"Iya sayang.." makasih ya..
__ADS_1
"Iya mas.." selesai menyiapkan air untuk suaminya, Zahra pun jalan ke walk in closet untuk mengambil pakaian suaminya, kemudian ia meletakan nya di atas ranjang.
Bagas keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Zahra yang mendengar Bagas keluar dari kamar mandi pun menoleh ke arahnya. Zahra tertegun melihat tubuh dan perut sobek suaminya dengan mulut sedikit terbuka.
"MasyaAllah sungguh tampan dan bagusnya tubuh suami hamba.. gumamnya dalam hati.
Bagas tersenyum ketika melihat istrinya bengong sambil memandang dirinya dengan mulutnya yang terbuka sungguh menggemaskan sekali.
"Sayang tutup mulut kamu entar lalat masuk loh! ucap Bagas sembari ia pelan-pelan jalan nyamperin istrinya yang masih terbengong entah apa yang ada dipikirkannya saat melihat dirinya yang bertelanjang dada. Saat tepat didepan Zahra, Bagas langsung mencium bibir istrinya. Zahra pun kaget dari lamunannya saat ia merasakan bibirnya di cium oleh sang suami. Zahra mencium harum mint dari bibir suaminya, ia suka harum mint serta harum tubuh suaminya yang sangat segar menurutnya.
Bagas melepas bibirnya dari sang istri. Kemudian ia melihat wajah istrinya yang merah merona seperti tomat sungguh menggemaskan sekali ingin rasanya ia menerkam istrinya sekarang juga kalau saja ia tidak merasakan perutnya yang Uda terasa lapar.
"Kamu kenapa sayang, hmm? pasti kamu terpesona sama tubuh mas ya..?! tanya Bagas
Melihat istrinya menundukkan kepalanya, Bagas langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya sangat erat. Zahra yang dipeluk suaminya pun membalas pelukan suaminya. Zahra senang berada di pelukan suaminya karena sangat hangat dan nyaman.
"Kamu malu ya..? tanya Bagas
Zahra hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya tanpa mau melepas pelukan dari suaminya.
__ADS_1
"Kenapa malu hmm? tanyanya lagi. "Kamu kan Uda sering lihat tubuh mas, bahkan tanpa pakaian lagi, tambahnya lagi.
"Uda dong jangan di bahas lagi. Zahra jadi tambah malu nih. Jawab Zahra yang masih menundukkan kepalanya.
Bagas memegang dagu Zahra, lalu ia mengangkat nya. Di lihat wajah cantik alami istrinya yang merah karena malu dengan penuh cinta yang begitu besar kepada Zahra, kemudian ia mencium bibir istrinya singkat.
"Kamu tahu sayang, yang ada di dirinya mas itu milik kamu seutuhnya dan kamu boleh pandangi bahkan nyetuh mas sesuka hati kamu. Dan sebaliknya yang ada di diri kamu seluruhnya hanya milik mas seorang, mas tidak suka ada yang menggangu atau mengambil yang uda jadi milik mas.
"Oke sayang..." ucap Bagas
"Iya mas.." jawab Zahra malu-malu. "Ya uda ayo kita makan malam mas.
"Ayo, mas juga Uda laper banget.
Bagas pun langsung memakai pakaiannya. Kemudian mereka berdua turun kebawah menuju ruang makan.
Di tempat yang berbeda di sebuah hunian apartemen mewah. Seorang laki-laki tampan sedang memikirkan sesuatu dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang perasaan aneh yang muncul di dalam hatinya ketika bertemu dengan adiknya, anak dari Papa angkatnya.
Siapa lagi kalau bukan Rio. Saat ini ia lagi duduk di sofa yang berada dibalkon apartemennya. Apartemen yang di belikan oleh Papa angkatnya yaitu Bimo waktu Rio kuliah dulu dan ia duduk hanya di temani oleh secangkir kopi yang ia seduh sendiri. Iya dia adalah Rio yang sedang asik berperang dengan hati dan pikirannya sendiri tentang perasaan yang muncul secara tiba-tiba kepada adiknya.
__ADS_1
Pada saat Bagas menawarkan Sheina adik dari mereka menjadi sekretaris nya ia langsung menerimanya. Satu, karena ia tidak mungkin menolak sebab Perusahaan WILLIAMS GRUP milik Papanya. Kedua, karena ia ingin memastikan tentang perasaan yang muncul kepada Sheina. Apakah perasaan yang ia rasakan adalah perasaan sayang atau cinta sebagai adik. Atau malah perasaan cinta kepada lawan jenis seperti yang lainnya.
Sedangkan di kediaman keluarga Bimo William. Seorang wanita cantik sedang asik memilih-milih pakaian yang hendak di pakainya besok untuk kerja di kantor kakaknya. Karena sebagai sekretaris ia ingin tampil cantik di depan laki-laki pujaannya yaitu Rio, dan kalau bisa hanya dia saja satu-satunya wanita yang selalu di pandangnya. Dia yang tak lain adalah Sheina Shazia William. Ada perasaan senang, takut, bahkan nerfes yang ia rasakan saat ini. Karena ia bakalan terus satu ruangan bersama dengan laki-laki yang ia cintai.