
Satu jam mereka baru selesai melakukan penyatuan dengan penuh cinta, dan kini Zahra sudah terlelap karena kelelahan. Sedangkan Bagas belum bisa memejamkan matanya, kemudian Bagas melihat jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Gak tahu kenapa Bagas menginginkan makan sesuatu, sampai membuat Bagas menelan saliva nya susah payah karena membayangkan makanan yang di inginkan nya itu. Bagas melirik kearah istrinya, ia gak tega untuk membangunkan istrinya.
Sampai sekarang di atas ranjang Bagas sangat gelisah ingin rasanya tak memperdulikan keinginannya itu dengan berusaha untuk tidur tapi sayangnya gak bisa, Bagas berusaha mencari posisi yang pas dan nyaman namun tetap saja mata ini tidak mau terpejam dan bayangan makanan yang di inginkan masih terus berputar-putar di otaknya.
"Mas kenapa sih kok belum tidur?" Tanya Zahra yang terbangun karena merasakan adanya pergerakan tepat di sampingnya.
"Maaf sayang, karena pergerakan mas jadi buat kamu kebangun." Bagas kemudian bergerak miring menghadap ke istrinya lalu menatap wajah cantik istrinya. Zahra pun ikut menghadap sang suami.
"Mas kenapa kok belum tidur?" Tanya Zahra lagi sembari mengelus wajah tampan suaminya.
"Mas gak bisa tidur sayang.." Jawab Bagas jujur.
Melihat wajah istrinya yang lelah membuat Bagas merasa bersalah karena ulah tubuhnya yang tidak bisa diam membuat istrinya terbangun, padahal istrinya tadi begitu lelap tidurnya.
"Apa ada yang kamu pikirkan mas? sampai kamu gelisah dan gak bisa tidur.."
Bagas bukannya menjawab, ia malah terus menatap istrinya penuh cinta.
__ADS_1
"Mas, di tanya kok malah diam aja.." ucap Zahra.
"Mas lapar sayang.." ucapnya pelan yang masih bisa di dengar oleh Zahra.
"Ya ampun mas, berati yang membuat kamu susah terpejam karena lapar?" Tanyanya.
Bagas menggelengkan kepalanya cepat. Melihat suaminya menggeleng kepala membuat Zahra bingung.
"Tadi mas baru bilang lapar, tapi kok kepalanya geleng gitu, jadi sebenarnya mas lapar apa gak?" Tanya Zahra yang bingung sendiri.
"Se-sebenarnya mas malam ini pengen makan sesuatu sayang.." Seketika Zahra tertawa mendengar suaminya yang lagi ngidam dan mengingikan sesuatu.
"Hahaha, mas kamu sadar gak?"
"Sadar?"
"Iya.. kalau kamu it.."
__ADS_1
"Ya sadar dong sayang.." potong Bagas langsung. "Mas sangat sadar pengen makan mie."
"Hahaha, maksud aku kamu sadar gak? kalau kamu itu lagi ngidam mas.. kamu ini belum juga selesai ngomong Uda main potong aja." ujarnya.
"Iya ya sayang," ucap Bagas sembari tersenyum
"Emangnya mas pengen makan mie apa?"
"Mas pengen banget makan mie rebus sayang, tapi itu harus buatan kamu." Jawabnya.
"Kamu serius mas mau makan mie instan? bukannya kamu gak suka ya mas.."
"Iya, tapi malam ini mas pengen banget makan itu yank.." jawabnya
"Ya uda, tapi sekali ini aja ya.." ujar Zahra
"Terima kasih sayang.." Bagas langsung memeluk istrinya, lalu mengecup kening nya. Sebenarnya Bagas tidak tega harus menyuruh istrinya yang memasak, tapi gak tahu kenapa Bagas maunya makan mie rebus buatan istrinya. Mungkin benar kata istrinya tadi kalau dirinya lagi ngidam.
__ADS_1
"Sebentar ya mas, aku masakan dulu," ucap Zahra yang beranjak dari ranjang berjalan keluar kamar untuk menuju ke dapur.
"Mas ikut sayang.." Bagas langsung ikut turun dari ranjang lalu mengikuti istrinya dari belakang.