CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
90. Bab 90


__ADS_3

Dikamar, Bagas kini telah membereskan beberapa pakaian nya ke dalam tas. Hari ini ia memutuskan untuk balik ke London.


"Bagas kamu mau kemana?" Tanya Papanya yang baru saja masuk kedalam kamarnya dan melihat anaknya membereskan pakaian nya kedalam tas.


"Malam Ini Bagas akan balik ke London Pa. Uda terlalu lama Bagas meninggalkan Perusahaan disana. Apalagi Bagas sempat koma selama 6 bulan disini." Jawab Bagas dengan santai pada Papanya.


"Tapi nak gimana dengan Zahra istri kamu disini? Papa mohon Gas, kamu jangan balik ke London. Lagian Perusahaan WILLIAMS GRUP gimana? kamu kan CEO nya.." Uajar Papanya.


"Pa Bagas ngerasa gak pernah menikah dengannya. Kalau untuk WILLIAMS GRUP, kan masih ada Rio biar dia yang menjadi CEO WILLIAMS GRUP."


"Bagas kamu gak kasian lihat Zahra, dia lagi hamil anak kamu.." Ucap Mamanya yang baru masuk kedalam kamar Bagas.


"Please Ma jangan paksa Bagas. Biarkan Bagas balik ke London, Bagas uda terlalau nyaman tinggal di sana. Kalau untuk Zahra, maaf Bagas tidak bisa bersama dia karena Bagas benar-benar tidak mengingatnya, dan tidak mencitainya. Jadi Pa, Ma Bagas mohon banget sama kalian, biarkan Bagas balik ke London karena dunia Bagas ada di sana." Mohon Bagas pada kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Tapi nak.. Oke jika kamu memang belum mengingat Zahra, tapi setidaknya kamu tetap disini. Jangan balik ke London lagi. Mama mohon sayang.. jangan sampai nanti kamu menyesal."


"Ma please ini Uda ke.. auw!" Pekik Bagas karena ia tiba-tiba merasakan kepalanya sakit.


"Bagas kamu kenapa?" Tanya Mamanya panik. Papa Bimo langsung menuntun Bagas tiduran di atas ranjangnya.


"Biar Mama ambilkan obat kamu dulu." ucap Mamanya. Saat mamanya ingin keluar dari kamar Bagas, Zahra sudah berdiri di pintu kamar suaminya sembari membawa nampan berisi segelas air putih dan juga obat untuk Bagas.


"Ini sayang minum dulu obatnya." Mama langsung memberikan Obat kepada Bagas. "Lebih baik kamu istrahat aja dulu." Ucap Papa dan Mamanya. Kemudian mereka pun keluar dari kamar Bagas, membiarkan anaknya istrahat.


"Pa, Ma ada yang ingin Zahra omongin sama Papa dan Mama." Ucap Zahra setelah melihat mertuanya sudah keluar dari kamar suaminya.


"Sini ayo kita duduk di taman belakang." Ucap Mama Susi. Mereka bertiga pun jalan menuju taman yang berada di belakang rumah mereka, di taman itu ada Gazebo tempat mereka jika ingin bersantai di taman belakang.

__ADS_1


"Zahra kamu mau bicara apa nak?" Tanya Papa Bimo, setelah mereka sudah duduk di Gazebo.


"Pa, Ma biarkan mas Bagas balik ke London. Mungkin ini berat buat Zahra, tapi kita tidak bisa terus memaksanya Pa, Ma.." Ucap Zahra Pada mertuanya untuk membiarkan Bagas pergi ke London. "Maaf Pa, Ma Zahra tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian dikamar mas Bagas tadi." Tambahnya lagi.


"Tapi sayang kamu gimana? Kamu istrinya Zahra.. tidak sayang Mama gak setujuh. Lebih baik kamu bicara dengannya tahan dia agar tidak pergi ke London. Apalagi dua bulan lagi kamu akan melahirkan sayang.. Mama gak tega melihat kamu melahirkan tanpa ada suami disamping kamu yang menemani."


"Mama please dengerin Zahra. Mama ingat kan apa kata Dokter Haris, jangan paksa otak mas Bagas untuk mengingat tentang Zahra, karena itu tidak baik buat mas Bagas. Ma Zahra tidak mau terjadi apa-apa dengan mas Bagas. Jadi Zahra mohon sama Papa dan Mama biakan mas Bagas melakukan apa yang dia inginkan. Zahra yakin, Allah akan mengembalikan ingatan mas Bagas tentang Zahra. Walaupun Zahra harus menunggu sampai bertahun-tahun, Zahra ikhlas Pa, Ma Zahra akan menunggunya. Ini bentuk pengabdian Zahra kepada mas Bagas kerena ia sudah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Zahra dan anak kami berdua. Papa dan Mama tenang saja, jika anak kami lahir nanti dan Papanya masih juga belum mengingat kami, Zahra akan selalu menceritakan sosok Papanya kepada dia dan Zahra akan menunjukkan Foto mas Bagas ke pada anak kami, supaya dia tetap bisa kenal gimana tampannya wajah Papanya." Ucap Zahra dengan penuh kelembutan menjelaskan ke pada Papa dan Mama mertuanya. Papa dan Mama mertuanya yang mendengarkan meneteskan air matanya terharu dengan apa yang di ucapkan oleh menantunya. Sungguh beruntung Bagas bisa bersama Zahra dan mereka juga beruntung mendapatkan menantu seperti Zahra. Kemudian Mama Susi langsung memeluk Zahra erat sembari menangis.


"Apa kamu yakin sayang?" Tanya Papa Bimo.


"Iya Pa Zahra yakin, ijinkan mas Bagas kembali ke London. Papa dan Mama tenang saja, Zahra gak apa-apa kok ini yang terbaik untuk mas Bagas. Zahra yakin suatu saat nanti mas Bagas akan kembali pada Zahra." Jawab Zahra sembari meyakinkan kepada mertuanya.


"Baik sayang Papa dan Mama akan mengijinkan Bagas untuk pergi ke London malam ini.

__ADS_1


__ADS_2