CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
71. Bab 71


__ADS_3

"Ya Uda, Rio kamu lanjutkan apa yang ingin kamu bicarakan." Ucap Papa Bimo.


"Pa, Ma maafkan Rio yang uda lancang mencintai Sheina. Rio tahu pasti Papa akan kecewa oleh Rio, maafin Rio Pa. Tapi Rio gak bisa membohongi perasaan Rio kalau Rio sangat menyayangi dan mencintai Sheina anak gadis Papa dan Mama. Awalnya Rio uda mengabaikan perasaan yang muncul di hati Rio ke Sheina, karena Sheina adik Rio juga. Tapi ternyata Rio gak bisa Pa, Rio gak kuat Pa jauh dari Sheina, hati Rio sakit saat melihat Sheina bersama laki-laki lain." Ucapnya sembari meneteskan air matanya. Begitu juga Sheina ia pun meneteskan air matanya mendengar ungkapan Rio ke Papa dan Mamanya.


Papa Bimo dan Mama Susi langsung tertegun setelah mendengar apa yang di ucapkan Rio barusan. Mereka berdua gak nyangka anak angkatnya akan jatuh cinta dengan Sheina. Kemudian Papa Bimo menatap mata Rio dalam. Melihat dari mata Rio, benar-benar tidak ada kebohongan Rio benar mencintai anak gadisnya. Papa Bimo lalu melihat anak gadisnya, dan dilihatnya Sheina menangis sembari terus menatap Rio. Papa Bimo menautkan kedua alisnya, sepertinya anakanya juga mencintai Rio, terlihat dari tatapannya ke Rio.


Sedangkan Mama Susi, sebenarnya tidak masalah jika Rio mencintai Sheina, lagian Rio laki-laki yang baik, dewasa, dan bijaksana. Mama Susi yakin Rio bisa membahagiakan Sheina dan bisa membimbing Sheina anaknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tapi itu semua ia serahkan ke suaminya dan juga Sheina.


"Pa, Ma maafkan Rio yang Uda kurang ajar mencintai adik Rio sendiri, tapi Rio harus gimana Pa? Rio benar-benar sangat mencintai Sheina, beri Rio kesempatan untuk bisa membahagiakan Sheina, dan menjaganya." Ucap Rio kembali berbicara karena melihat Papa dan Mamanya diam saja. "Pa, Ma niat Rio sebenarnya adalah ingin minta restu dari Papa, Mama dan Bagas karena Rio ingin melamar Sheina menjadikan Sheina istri Rio. Pa Rio gak bisa janji, tapi Rio akan berusaha terus membahagiakan Sheina, berusaha terus untuk tidak menyakitinya dan tidak membuatnya menangis." Ucap Rio sembari berlutut didepan Papa dan Mamanya. Sheina yang melihat Papa dan Mamanya masih juga diam akhirnya jalan menuju Papa dan Mamanya kemudian ikut berlutut di samping Rio.


"Pa, Ma Sheina mohon restui kami.. Sheina juga sangat mencintai Kak Rio. Asal Papa tau aja, Sheina sudah mencintai kak Rio dari aku masih SMA Pa.. Uda begitu lama Sheina menunggu kak Rio." Jujur Sheina kepada Papa dan Mamanya kalau dirinya sudah mencintai Rio sejak lama. Dan itu semakin membuat Papa dan Mamanya terkejut, ternyata anak gadisnya juga mencintai Rio, Uda gitu dari dia masih sekolah.


Sedangkan Bagas dan Zahra yang juga masih berada di sana hanya bisa melihat dan mendengarkan saja. Bagas salut sama Rio yang benar-benar berani langsung melamar Sheina. Sampai berlutut di depan Papanya meminta restu. Tapi Bagas juga seperti Mamanya, memberikan keputusan itu ke Papanya. Karena sebenarnya Bagas juga setujuh kalau Sheina bersama Rio, apalagi ternyata Sheina adik nya memang juga sangat mencintai Rio.


Tak terasa Papanya juga meneteskan air mata seperti Rio dan Sheina. Kemudian Papa Bimo menghela nafasnya, lalu menyuruh Rio dan Sheina untuk berdiri dan kembali duduk di kursi.


"Oke, Papa akan merestui kalian tapi ada syaratnya." Ucap Papanya yang sudah mempertimbangkan untuk menerima Rio menjadi menantunya.


"Apa syaratnya Pa? Rio akan melakukan apa pun itu untuk bisa bersama Sheina." Ucapnya penuh keyakinan.


"Kalian harus menikah seminggu lagi. Dan setelah menikah kalian harus tinggal dirumah ini bersama Papa dan Mama disini."


"Kalau untuk nikahin Sheina seminggu lagi, Rio bisa Pa.. tapi kalau untuk setelah nikah tinggal di rumah ini, kaya nya gak bisa deh Pa soalnya Rio dan Sheina ingin mandiri. Uda gitu kalau Papa mengizinkan Rio juga mau mengundurkan diri dari WILLIAMS GRUP. Rio ingin menghidupi Sheina dengan usaha dan hasil jerih payah Rio sendiri."

__ADS_1


"Apa! mau mengundurkan diri dari WILLIAMS GRUP?! Kalau yang satu itu Papa gak setujuh. Rio Papa mau kamu dan Bagas mengembangkan Perusahaan WILLIAMS GRUP bersama-sama. Karena itu adalah warisan dari Kakek William yang nantinya akan menjadi hak anak-anak kalian juga. Kalau kamu tetap mau keluar dari Perusahaan, Papa tidak jadi merestui kalian!" Ancam Papa Bimo pada Rio yang tidak setujuh kalau Rio akan meninggalkan Perusahaan. "Gimana Rio mau tetap keluar dari Perusahaan atau memilih bersama Sheina?" Tanya Papanya


"Rio lo apa-apaan mau ninggalin Perusahaan WILLIAMS GRUP. Lo mau gue mengurus Perusahan sebesar WILLIAMS GRUP sendirian?" Tanya Bagas kesal.


"Iya maafin Rio Pa.. Rio gak jadi keluar dari Perusahaan. Rio akan tetap memilih bersama Sheina."Jawab Rio. Dengan terpaksa ia tidak jadi mengundurkan diri, dari pada dirinya tak jadi nikah dengan Sheina.


"Good, itu baru anak Papa." Ucap Papa Bimo senang, karena ancamannya berhasil membatalkan Rio keluar dari Perusahaan.


Kini Rio beranjak dari kursi dan mendekati Bagas, ia juga akan meminta restu dari Bagas. Rio sudah berdiri didepan Bagas, ia menatap Rio dengan begitu tajam, Bagas kemudian berdiri dan langsung..


Bugh


Bagas memukul Rio. "Itu untuk, karena Lo Uda mencintai adik gue."


Bugh


"Yang ini karena lo gak pernah mau ngasih tau ke gue, kalau wanita yang Lo cintai itu adalah adik gue sendiri."


"Kak Bagas Lo apa-apa sih! kasian kak Rio kamu pukuli seperti itu..!" Ucap Sheina yang tak terima kakaknya Bagas memukul Rio. Sheina bingung kenapa Papanya tidak menghentikan apa yang dilakukan oleh Bagas. Papanya malah senyum-senyum melihat mereka.


Bugh


"Dan yang ini, gue merestui hubungan Lo bersama Sheina." Ucap Bagas kemudian Bagas langsung memeluk Rio. "Maaf.." Ucap Bagas karena Uda memukul Rio. "Lo jaga adik kesayangan kita, jangan Lo sakiti Sheina, bahagiakan dia dan gue percaya sama Lo, kalau Lo itu laki-laki yang tepat buat Sheina."

__ADS_1


Sheina akhirnya bernafas lega, karena kakaknya Bagas merestui hubungan nya dengan kak Rio. Sheina kira kakaknya marah dan gak merestuinya karena tiba-tiba saja kakaknya Bagas memukul Rio. Sheina melihat luka dan ada sedikit darah di bibir Rio, langsung mengambil kotak obat, untuk mengobati luka di bibir Rio.


"Kakak sini biar lukanya Sheina obati." Ucapnya sembari menyuruh Rio duduk di sampingnya. Rio pun menurut apa yang diucapkan oleh Sheina, duduk di samping nya. Sheina dengan lembut mengobati luka Rio. Sembari menyengir karena merasakan peri di bibirnya, Rio sangat-sangat bahagia karena semua keluarganya menyetujui hubungannya dengan Sheina. Ya walaupun harus dapat pukulan dari Bagas, tapi tidak masalah buat Rio ia ngerti kekesalan Bagas padanya.


"Jadi tepatnya kapan nih kalian akan menikah? Mau ngadain resepsi apa gak?" Tanya Papa Bimo.


"Kalau Rio maunya secepatnya nikahin Sheina Pa.. tapi tergantung Sheina Uda siap gak kalau nikahnya besok.." Jawab Rio santai.


"Apa! besok. Sheina mau nikah dengan kak Rio, tapi gak besok juga kali kak..."


"Terus kamu maunya kapan Shein?" Tanya Rio.


"Gue ada ide, giman kalau kalian nikahnya setelah kami pulang bulan madu?" sambung Bagas.


"Kalau nunggu loh pulang honymoon lama Gas.. karena Lo hampir sebulan perginya."Ucap Rio. "Tapi kata Papa seminggu lagi Rio harus nikahin Sheina.. Sayang mau ya kita nikahnya seminggu lagi?" Uacapnya dengan nada memelas kepada Sheina.


"Hahaha... Apa! Sayang..! sejak kapan kalian berdua sayang-sayangan? sepetinya doa gue akan terkabul nih! Lo bakalan lebih lebay dari gue, apalagi kalau sudah menikah entar. Hahaha" Ucap Bagas sembari masih terus tertawa mengejek Rio.


"Mas..." panggil Zahra. "Jangan gitu mas.. mereka lagi bahagia hari ini, karena Uda dapat restu dari Papa."


"Iya sayang maaf, mas hanya bercanda sayang.."


Akhirnya Papa Bimo memutusakan kalau Rio dan Sheina menikah lima hari lagi. Papanya sengaja cepat menikahkan mereka agar tidak terjadi sesuatu pada mereka berdua, karena Rio dan Sheina bekerja di tempat yang sama dan satu ruangan, Papa Bimo juga pernah muda jadi akan tahu jika dua orang yang sedang jatuh cinta dalam satu ruangan akan terjadi seperti apa. Papa Bimo bukan tidak percaya dengan Rio dan Sheina, hanya saja menjaga agar tidak sampai terjadi. Lebih cepat menikah lebih bagus. Jadi kalau sudah menikah mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan.

__ADS_1


Dan kalau untuk resepsinya akan dilaksanakan kalau Bagas sudah pulang dari honymoon. Sebenarnya Rio gak ingin ada resepsi, tapi Papa Bimo tidak setujuh. Papa Bimo tetap mau merayakan pernikahan mereka. Dengan sangat terpaksa Rio menyetujui permintaan Papa Bimo. Ia takut kalau Papanya berubah pikiran tidak jadi menikahkan dirinya dan Sheina.


__ADS_2