
Malam harinya, sekitar jam 8 malam Bagas baru pulang dari kantor karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, apalagi Daniel ijin pulang cepat karena ada yang harus dia urus katanya, jadi mau tidak mau Bagas yang mengerjakan sisa pekerjaan Daniel, karena besok harus Uda dikirim ke rekan bisnisnya.
Daniel juga ijin kepada Bagas membawa Gavin untuk menemaninya, dan Bagas mengijinkan kalau Gavin mau dan tidak menggangu urusannya. Bagas hari ini benar-benar sangat kesal, karena pekerjaan yang banyak membuatnya harus lembur. Apalagi kepalanya pusing, dan Bagas juga sedikit mual, di tambah istri tercinta tidak ikut dirinya kekantor. Padahal obat untuk menghilangkan rasa mual nya adalah dengan melihat wajah istrinya. Ternyata tanpa Bagas tahu kalau Zahra Uda menyuruh Daniel untuk memberikan banyak pekerjaan agar Bagas pulang malam, agar kejutan yang ia buat untuk Bagas lancar.
Bagas saat ini sudah berada dijalan menuju rumahnya. Tapi dari dia keluar Kantor sampai mobilnya sudah keluar dari Gedung Perusahaan nya kenapa ponsel istrinya gak aktif, tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak tenang, sudah entah yang ke berapa kali Bagas menghubungi istrinya tapi masih juga gak aktif, Bagas akhirnya mencoba menghubungi telpon rumahnya.
"Kok telpon rumah gak nyambung, gak biasanya seperti ini ya Allah ada apa ini?" Monolog Bagas perasaan nya semakin tidak tentang.
__ADS_1
Kemudian Bagas ingat kalau Gavin tadi dibawa oleh Daniel, Bagas langsung menelpon Daniel siapa tahu saja Daniel sudah mengantar anaknya dan pastinya dia bertemu dengan Zahra di rumah. Namun beberapa kali menelpon Daniel gak juga di angkat. Ya ampun Daniel Lo ke mana sih..! kenapa Lo gak angkat telpon gue. Lo juga gak biasanya seperti ini! Gumam Bagas dalam hati.
Bagas kemudian menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai ke rumah. Bagas benar-benar takut istri maupun anaknya terjadi sesuatu di rumah. Setengah jam Bagas baru sampai rumah, Bagas langsung saja keluar dari mobilnya tapi Bagas bingung dan bertanya-tanya kenapa lampu dirumah mati? sedangkan dirinya tidak pernah telat bayar listrik.
Ya Allah jangan-jangan ada perampok masuk kedalam rumah?! Zahra, Gavin ya Allah lindungilah istri dan anakku. Gumamnya dalam hati.
"Sayang, Gavin kalian dimana?!" Teriak Bagas setelah sudah masuk kedalam rumah, ruang tamu sangat gelap Bagas tidak dapat melihat jelas.
__ADS_1
Kemudian Bagas jalan perlahan agar tidak menabrak sesuatu ia ingin jalan ke kamarnya. Tapi baru dua langkah Bagas langsung di kejutkan dengan Tv besar yang ada di ruangan itu menyala lalu terlihat di layar itu Zahra sedang berjuang melahirkan Gavin yang ia yakin itu ruang operasi, video terus berjalan sampai Gavin keluar sembari menangis di angkat oleh Dokter. Melihat itu Bagas langsung mengeluarkan air matanya, ia sedih tidak ada di samping istrinya saat berjuang melahirkan Gavin, apalagi ia gak bisa mendengar tangisan Gavin pertama kali.
Video masih terus berjalan, terlihat di layar Tv itu keseharian Zahra sedang merawat Gavin, menyusui , mengajak nya bermain, mengajaknya bicara, apalagi saat Gavin mau tidur Zahra menunjukan Foto Bagas ke Gavin, memberitahukan kalau foto tersebut adalah Foto Papanya. Seterusnya Gavin mulai bisa bicara, Gavin mulai belajar berjalan dengan selalu menyebut Papa, melihat itu Bagas sungguh sangat terharu, air mata Bagas pun masih terus mengalir. Video masih berjalan, dimana Zahra dan Gavin lagi merayain ulang tahun Bagas berdua saja di kamar, sembari di tangan Zahra memegang kue kecil dan lilin diatasnya.
'Happy birthday Papa.. semoga di ulang tahun ini Papa di beri umur panjang, rezeki Papa selalu lancar, dan Papa selalu di berikan kesehatan.. Papa kami kangen Papa.. Papa cepat pulang ya.. semoga suatu saat nanti Papa sembuh dan ingat dengan kami. We Love Papa..' itu yang di ucapkan Zahra di video tersebut.
Video masih belum berhenti, dan Bagas masih terus menonton video yang sudah dibuat oleh Zahra. Video tersebut yang memperlihatkan keseharian Gavin dari lahir sampai dia berusia 3tahun. Di akhir Video, Zahra dan Gavin mengucapkan selamat Ulang tahun ke Bagas, tepat hari ini. "Selamat Ulang tahun Papa.. semoga Papa Panjang umur, selalu di berikan kesehatan oleh sang pencipta, dan semoga Papa semakin sayang dengan kami berdua... kami sayang Papa.. We Love Papa Forever..." Ucap Zahra dan juga Gavin sembari tangan mereka membentuk Love.
__ADS_1
Video pun habis dan Tv sudah di matikan bersamaan lampu rumah mereka nyala. Saat lampu nyala mata Bagas melihat ke seluruh ruang tamu,, dilihatnya Zahra dan juga Gavin, Papa, Mamanya sekaligus mertuanya, ada Daniel sahabat nya dan juga penjaga rumah beserta pelayan di rumahnya. Bagas terkejut dan juga bahagia dengan kedatangan Orang tuanya dan mertuanya tepat di hari ulang tahunnya, Bahkan ia lupa kalau tepat hari ini ia ulang tahun. Perasaan takut dan kuatir yang ia rasakan tadi hilang gitu aja. Ternyata istrinya sengaja dan kekeh tidak mau ikut dirinya ke kantor, apalagi ponselnya sampai tidak aktif, telpon rumah gak bisa di hubungi dan Daniel juga gak angkat telpon darinya, itu ternyata rencana dari mereka karena lagi menyiapkan kejutan Ulangtahun untuk nya. Tapi sejak kapan keluarganya Uda ada di London? Tanyanya dalam hati. Terlepas dari itu Bagas sangat bahagia dengan kejutan yang sudah di buat oleh Zahra apalagi melihat Video tadi, membuatnya perasaannya campur aduk. Ada sedih, senang dan juga bahagia.