CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
114. Bab 114


__ADS_3

Satu jam mereka baru sampai di rumah. Bagas bergegas turun lalu membuka pintu satunya, kemudian mengambil Gavin yang sudah tidur dari pangkuan Zahra membawanya masuk kedalam rumah dan di ikuti Zahra dari belakang sembari membawa barang-barang yang mereka beli tadi.


Selesai meletakan Gavin di kamarnya, Bagas langsung jalan menuju kamarnya, di lihatnya Zahra duduk di meja rias semabari memakai crem malamnya dan Zahra juga sudah mengganti pakaian dengan menggunakan piama bunga-bunga. Kemudian Bagas menghampiri Zahra, memeluk Zahra dari belakang menghirup dalam-dalam wangi rambut istrinya yang Bagas sukai.


"Sayang mas minta maaf kejadian di Cafe tadi ya?"


"Iya gak apa-apa mas.." Balas Zahra sembari tersenyum manis melihat Bagas dari cermin meja riasnya.


"Mas gak tahu sayang kalau dia di Cafe itu. Eh tiba-tiba saja dia sudah ada di samping mas." Bagas mencoba menjelaskan.


"Tapi enak dong mas di peluk dan di tempelin terus sama mantan mas.." Ucap Zahra seperti ada sedikit nada kesal.


"Kamu tahu sayang kalau Jessica meluk mas tadi?!" Bagas melebarkan matanya ternyata Zahra mengetahui kalau dirinya di peluk oleh mantannya itu.

__ADS_1


"Tahu, saat mas di peluk dengan mantan mas Zahra dan Gavin baru selesai dari toilet. Untung saja Gavin tidak lihat kalau Papanya di peluk sama cewek lain, soalnya Gavin melihat lukisan yang di Cafe itu." Jawabnya.


"Mas gak tahu tiba-tiba saja dia meluk mas, tapi kan mas langsung lepasin pelukannya.. jangan marah dong Bunda, mas minta maaf ya sayang.." Ucap Bagas menjelaskan takut istri nya salah paham.


"Sepertinya Zahra harus siap dan terbiasa dengan mantan-mantan mas, kalau gak sengaja bertemu mereka."Ujar Zahra. "Untung sejauh ini belum ada dari mereka yang datang kekantor mas." Gerutunya yang gak tahu kenapa tiba-tiba saja membuat Zahra jadi kesal.


"Hahaha.." Mendengar kekesalan Zahra membuat Bagas tertawa renyah. Sungguh istrinya sangat menggemaskan apalagi kalau sudah melihat Zahra kesal. "Sepertinya begitu sayang.. apa kamu cemburu kalau mereka datang kembali mencari mas..?"


"Kamu pikir aja sendiri mas!" jawabnya ketus. Membuat Bagas semakin tertawa terbahak-bahak. "Jangan tertawa kamu mas, gak lucu!" ucap Zahra semakin kesal dan sedikit emosi.


"Sayang walaupun mereka semua datang kembali menghampiri mas. Mas gak akan pernah tergoda dengan mereka, percaya deh sama mas. Karena hati ini," Bagas meletakkan tangan Zahra ke dadanya. "hati ini sudah terkunci oleh nama kamu dan itu tidak akan tergantikan oleh siapapun." Ucap Bagas lembut sembari menatap Zahra penuh cinta. Zahra menatap mata Bagas dalam mencari kebohongan tetapi Zahra tak menemukan nya yang ada tatapan penuh cinta di mata Bagas.


"Mas tahu, dulunya mas emang playboy. Tapi setelah mas menyetujui perjodohan kita mas sudah mengakhiri semua hubungan mas dengan mereka, apalagi setelah melihat kamu pertama kali jantung mas langsung bergetar hebat, mas jatuh cinta pandangan pertama sama kamu. Mas begitu nyaman berada di dekat kamu, sampai mas sama sekali gak mau jauh dari kamu, saat itu mas berpikir dan sadar kalau kamu orang yang selama ini mas cari, kamu lah selama ini orang yang mas tunggu-tunggu untuk menjadi istri mas dan ibu dari anak mas." sedangkan

__ADS_1


Zahra begitu terharu mendengar ucapan Bagas, sampai air matanya mengalir gitu aja di pipinya. Kemudian Zahra memeluk suaminya erat.


"Zahra percaya kok sama mas.." Ucap Zahra semabari terisak. "Mas tenang aja, Zahra gak akan goya dan terpengaruh dengan mantan mas jika mereka menghampiri mas di kantor dan dengan senang hati Zahra akan menghadapi mereka." Bagas terkekeh dengan ucapan istrinya di ikuti Zahra yang terkekeh juga. Mereka pun akhirnya tertawa bersama-sama.


"Zahra kok di lawan..! sedangkan Sonya aja berani di hadapi, apalagi Jessica dan yang lain-lain nya nanti, Mas yakin mereka akan menjauh tidak berani mendekati mas lagi." Ujarnya yang masih terkekeh.


"Uda ah mas jangan di bahas lagi. Kita tidur ya Zahra Uda ngantuk banget." Ucap Zahra.


"Ya uda kamu tidur duluan, mas ke kamar mandi dulu mau mandi soalnya gerah."


Zahra pun berbaring di ranjang, kemudian Bagas mencium kening dan bibir Zahra lembut..


"I Love you Bunda.."

__ADS_1


"Love you Papa.."


Setelahnya Bagas berlalu kekamar mandi.


__ADS_2