
Mobil yang mereka naikin sampai juga ke Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bagas dan Zahra keluar dari mobilnya. Bagas melihat Rio sudah menunggunya di depan Bandara.
"Uda nyampe Gas? Ya uda ayok cepat kita masuk satu jam lagi pesawatnya berangkat." Ucap Rio.
"Iya tunggu sebentar gue ngomong dulu sama Zahra." Ucap Bagas sembari mendekat ke istrinya yang berdiri di samping mobil.
"Sayang mas berangkat ya.. kamu hati-hati dirumah. O iya Sheina nanti kerumah untuk nemenin kamu sampai mas pulang dari Bali. Jangan macem-macem dan jaga hati kamu." Ucapnya ke Zahra
"Iya mas.. Kamu juga hati-hati ya mas. Jangan dipaksain kerjanya, makan juga jangan sampai telat dan satu lagi jaga hati dan mata kamu juga karena mas hanya milik Zahra." ucap Zahra yang tidak lagi malu berbicara seperti itu pada Bagas sembari mencium kening dan kedua pipi suaminya.
"Iya sayang.." jawab Bagas. "Kamu Uda mulai posesif ya..? Tapi gak apa-apa mas malah senang kalau kamu posesif sama mas. Itu tandanya kamu cinta sama mas." ujarnya sembari Bagas peluk istrinya erat, kemudian ia mencium kening dan bibir istrinya.
Rio yang melihat mereka bermesraan tepat di depannya menghela napas panjang.
"Aduh Uda dong jangan bikin gue iri!" ucapnya kesal.
__ADS_1
"Bawel sirik aja lo!" jawab Bagas. " Ya uda sayang kamu pulang gih entar Sheina Uda datang kerumah lagi."
"Iya mas Zahra langsung pulang ya..?" Bagas pun kembali mencium kening Zahra, setelah itu Zahra masuk ke dalam mobil. Kemudian sopir melajukan mobilnya menuju rumah mereka.
"Bagas Uda ayo cepatan! entar kalau uda balik lagi kesini bisa kalian lanjutin sampe puas!" ucap Rio sembari menggerutu meninggalkan Bagas masuk kedalam Bandara. Sungguh membuatnya iri saja. Gue juga pengen seperti mereka memiliki pasangan dan bermesraan. Seketika Ia jadi mengingat dirinya yang ingin berciuman bersama Sheina tadi siang di ruangannya. Mungkin kalau Bagas semprul itu tidak menelpon nya, uda pasti ciuman mereka beneran terjadi. Ya tuhan sejak kakak jatuh cinta sama kamu Shein kok jadi mesum gini pikiran kakak. Sepertinya kakak harus cepat jadikan kamu istri kakak. Sheina tunggu kak Rio pulang dari Bali, kakak akan ungkapin perasaan kakak ke kamu. Kakak benar-benar Uda jatuh cinta sama kamu Shein. Mudah-mudahan kamu belum memiliki kekasih. Kakak sekarang jadi kangen banget sama kamu. Padahal seharian tadi kita Uda ketemu, kakak ingin miliki kamu secepatnya Shein. Gumamnya dalam hati.
"Rio tungguin gue dong....!!" teriak Bagas yang terus mengejar Rio yang Uda masuk kedalam. Setelah melihat mobilnya pergi dari bandara ia langsung mengejar Rio yang sudah jalan masuk kedalam. "Ck. main tinggalin gue gitu aja tuh kakak nyebelin!" ucap Bagas kesal.
Bagas dan Rio kini sudah menunggu di Boarding Lounge Bandara. Tinggal menunggu panggilan untuk masuk kedalam pesawat. Tak berapa lama mereka pun jalan masuk kedalam pesawat dan setelah itu pesawat yang mereka naikin akhirnya Take off menuju Bali.
Sebuah mobil masuk ke halaman rumah dan supir langsung masukkan mobil ke dalam garasi. Pemilik rumah pun turun dari mobilnya yang tak lain adalah Zahra yang sehabis mengantarkan suaminya ke Bandara untuk ke Bali. Zahra melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di gazebo samping rumahnya tepatnya disamping garasinya. Ia pun nyamperin wanita tersebut sembari membawa bungkusan plastik.
"Hei kamu sudah datang Shein?" tanya Zahra. Wanita yang menunggu pemilik rumah tak lain adalah Sheina adik Bagas, yang akan menginap di rumah mereka untuk nemenin kakak iparnya sampai kakaknya Bagas pulang dari Bali.
"Eh mbak, iya 15 menit yang lalu." Jawab Sheina. Kak Bagas Uda pergi mba?" tanyanya
__ADS_1
"Sepertinya uda Shein, solnya habis ngantar mas Bagas aku langsung pulang." Jawab Zahra
"Tapi kok mbak baru nyampe rumah?" tanya Sheina. Bukannya dari sini ke bandara dekat ya mbak."
"Iya tadi singgah dulu ke Minimarket beli cemilan sama minuman untuk kita sambil ngobrol kalau gak kita nonton drama Korea juga boleh, soalnya dirumah cemilannya Uda habis, ini dimakan Shein.. dijalan tadi juga agak sedikit macet." Ucap Zahra.
"Iya mbak."
"Kok gak langsung masuk ke dalam rumah aja Shein? Kan rumah lagi gak di kunci." ucapnya
"Enggak mbak, lagi pingin disini sambil nyantai sekalian nunggu mbak pulang tadi."
"Ya uda kita disini aja dulu sekalian kita ngobrol-ngobrol." Ucap Zahra.
Tiba-tiba Zahra ingat sesuatu, dengan apa yang ingin ia tanyakan ke Sheina tentang perasaannya pada kak Rio.
__ADS_1