
Di sebuah kamar yang berbeda tepat nya di rumah Rio dan Sheina. Sembari berprlukan di atas ranjang Rio dan juga Sheina tengah berbincang membahas keputusan Bagas kakak dari Sheina yang memutuskan untuk pindah ke London.
"Kak gak masalahkan kalau harus mengurus dan memegang Perusahaan WILLIAMS GRUP?" Tanya Sheina pada Rio suaminya.
Sheina yakin pasti suaminya sangat berat untuk menerima kalau dia yang harus memegang atau menjadi CEO Perusahaan WILLIAMS GRUP, karena menurutnya yang berhak menjadi CEO tetap lah Bagas, anak kandung dari Papa Bimo William. Suaminya tidak mau orang beranggapan dirinya memanfaat kan keadaan, mentang-mentang dirinya anak angkat atau suami dari putri kesayangan Bimo William.
"Sebenarnya kak berat sayang harus memegang Perusahaan WILLIAMS GRUP sebesar itu sendiri, tapi mau gimana lagi semua harus Kakak lakukan. Bagas Uda memutuskan untuk menetap di London dan mengurus Perusahan Kakek disana, lagian itu Uda pesan terakhir dari almarhum Kakek William." Jawab Rio menghela nafasnya. "Takutnya kalau kakak sibuk ngurus Perusahan WILLIAMS GRUP, Cafe yang Uda kakak jalankan jadi terbengkalai sayang.. biar pun ada Manajernya tapi tetap saja kakak harus pantau dan ngecek kan.." tambah Rio lagi.
"Kak, Sheina yakin kakak pasti mampu memegang Perusahaan WILLIAMS GRUP. Dan untuk Cafe, biar Sheina yang urus ya? Sheina kan gak ada kerjaan, Sheina bosan Kak kalau harus di rumah saja." Ijin Sheina ke Rio suaminya untuk mengurus Cafe milik suaminya.
"Sayang kakak bukannya gak mau ngasih kamu kerja, kakak takut kamu lelah apalagi kamu ngurus Shakeela sendiri tanpa babysiter sayang.." Jawab Rio. "Entar kalau kamu ke Cafe siapa yang jaga Keela sayang?" Tanyanya.
"Kakak tenang aja Sheina gak akan kelelahan, kan Sheina gak tiap hari ke Cafenya.. Mungkin seminggu tiga kali atau seminggu Empat kali, kalau Keela bisa Sheina bawa kak.." Sheina meyakinkan Rio bahwa ia tidak akan kelelahan.
__ADS_1
"Ya uda, Kakak ijinkan kamu untuk mengurus seluruh Cafe, tapi ingat jangan sampai kelelahan, jika capek jangan di paksakan. Kamu cukup ngecek perkembangan Cafe kita aja Oke."Ucap Rio. "Lagian Cafe itu juga nantinya untuk anak kita. Kalau bisa jangan sampai Cafe itu tutup, tadinya Cafe itu untuk membuka lapangan pekerjaan anak-anak panti asuhan, jika mereka sudah dewasa nanti. Misalnya mereka susah mencari pekerjaan jadi dengan adanya Cafe yang kakak buka, mereka bisa kerja disitu tanpa harus susah payah keliling mencari pekerjaan. Tapi jika ada kerjaan yang lebih baik lagi itu malah lebih Bagus." Cerita Rio ke Sheina kenapa ia membuka usaha Cafe itu.
"Kakak baik banget ya sama mereka, tapi Sheina suka Kakak mau berbagi dengan anak-anak panti. Sheina semakin cinta sama Kakak, Sheina gak pernah berhenti bersyukur karena bisa berjodoh sama kakak, apalagi sekarang kita memiliki putri cantik yang sangat menggemaskan. Sheina masih gak nyangka bisa sampai ke titik ini, doa Sheina selama ini terkabul bisa nikah sama kakak.. mudah-mudahan hubungan kita tetap selalu harmonis, di jauhkan dari hal yang buruk, dijauhkan dari orang ketiga. Mudah-mudahan kita di beri umur panjang oleh Allah, agar kita bisa melihat anak kita sampai menikah." Doa dan harapan Sheina untuk hubungan dirinya dan juga Rio suaminya. Laki-laki yang di cintanya dari sejak masih SMA dulu dan juga anak angkat dari orangtuanya.
"Aamiin.." Ucap Rio mengaamiinkan apa yang di ucapkan istrinya sembari memeluk istrinya erat, dan dibalas Sheina tak kala erat.
"Apa kamu tidak menginginkan anak lagi sayang..?" Tanya Rio sembari menaik turunkan sebelah alisnya menggoda Sheina.
"Kenapa kamu senyum-senyum begitu sayang hmm?" Tanya Rio bingung sembari mengkerut kan keningnya. "Apa ada sesuatu yang aku gak tahu sayang.." Tambahnya lagi.
"Hahaha.. Kakak tahu aja ya kalau ada yang Sheina tutupi, emang kelihatan ya kak?"
"Hmm! senyum kamu tuh sangat mencurigakan." Jawab Rio. "Ayo kamu kasih tahu apa maksud dari senyum kamu itu!" ujarnya.
__ADS_1
"Oke Sheina akan bilang. Sebenarnya Sheina dari sebulan yang lalu sudah melepas alat kontrasepsi nya kak." Bisik Sheina ketilinga suaminya.
"Kamu serius sayang..?"
Sheina menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis menatap Rio. Kemudian Rio langsung memeluk Sheina kembali saking bahagianya, karena istrinya juga menginginkan untuk memiliki anak lagi.
"Ayo sayang kita buat adik untuk Keela." Ucap Rio langsung. Rio pun sudah pindah posisi berada di atas tubuh Sheina, lalu ia mencium bibir Sheina lembut.
"I Love you Sheina Shazia William.." Bisik Rio.
"I Love you more Rio Prayoga.." Balas Sheina.
Rio dan Sheina pun melakukan penyatuan dengan penuh cinta dan gairah dengan harapan akan hadir kembali anak kedua mereka di rahim Sheina.
__ADS_1