
Mobil Bagas masuk ke gedung WILLIAMS GRUP, ia langsung memarkirkan mobilnya. Selesai makan siang mereka langsung kembali kekantor karena sore ini Bagas dan Rio ada meeting penting bersama klien.
Rio dan Sheina keluar duluan dari mobil dan meninggalkan Bagas dan Zahra yang masih berada di dalam mobil. Mereka sudah tahu bakalan apa yang terjadi didalam mobil antara Bagas dan istrinya itu. Mereka berdua lebih baik cepat keluar dari mobil dari pada harus menyaksikan adegan mesum suami istri itu.
Di dalam mobil. Saat Zahra ingin keluar dari mobil, tangannya di tahan oleh Bagas.
"Sayang mau kemana? mas mau ngomong bentar sama kamu." ucap Bagas.
"Iya, mas mau ngomong apa?" tanya Zahra sembari menatap wajah suaminya.
"Sayang kaya nya mas hari ini pulang agak sedikit terlambat, karena meeting sore ini sepertinya lama, kamu gak apa-apakan pulang sendiri? entar mas telfon supir untuk jemput kamu." jawab Bagas jujur memang hari ini ada meeting penting bersama klien.
"Enggak apa-apa mas.. semoga berhasil meeting sore nanti.. ya uda Zahra masuk ya mas.."
"Kiss dulu dong sayang.." Bagas langsung menarik tengkuk leher Zahra lalu mencium bibirnya, ia menyesap serta ********** dengan lembut. Zahra yang terbuai ciuman dari suaminya pun kemudian membalas ciumannya.
Bagas melepas ciumannya bersama istrinya setelah kehabisan nafas. Kemudian Bagas mengelap bibir Zahra menggunakan ibu jarinya setelah itu Bagas menyangkup kedua pipi istrinya lalu mencium kening istrinya lama.
"Mas sayang kamu banget... selamat bekerja sayang.. I love you.." ucap Bagas sembari menatap Zahra penuh cinta
"I love you to mas.." jawab Zahra dengan tersenyum manis. "Zahra masuk duluan ya mas.."tambahnya.
"Iya sayang.. gak marah kan kalau kamu pulang sendiri?"
"Enggak kok mas.."
Zahra pun keluar dari mobil Bagas, lalu berjalan menuju gedung. Sembari berjalan masuk ke dalam gedung Zahra bergumam dalam hati untung saja belum memakai lipstik, kalau Uda bakalan belepotan kemana-mana lipstik gue. Kemudian Zahra menyentuh bibirnya yang merasa membengkak karena berciuman dengan suaminya, ia pun senyum-senyum sendiri sambil jalan terus menuju ruangannya.
Tak berapa lama Bagas pun keluar dari mobil setelah tidak melihat istrinya lagi, kemudian ia masuk ke dalam gedung dengan senyum lebar. Sungguh ia sangat bersyukur bisa berjodoh dengan Zahra. Bersama Zahra istrinya hari-harinya selalu bahagia. Kalau waktu itu ia tidak di paksa oleh mamanya untuk mau di jodohkan oleh Zahra mungkin sekarang dia masih di London, masih selalu saja jalan atau menyakiti banyak wanita. Sungguh kalau mengingat itu Bagas malu rasanya, ya walaupun pada dasarnya banyak mantannya yang hanya memanfaatkan nya saja.
Bagas pun sampai di ruangannya, Bagas nyamperin meja sekretaris nya Mila.
"Mila..." panggil Bagas.
"Iya Pak ada yang bisa saya bantu?" tanya Mila pada Bosnya
__ADS_1
"Entar sekitar jam 3 saya ada meeting bersama Rio diluar, saya minta tolong untuk kamu beresin berkas-berkas yang ada dimeja saya berdasarkan tangga, bulan dan tahun ya.. supaya saya gak bingung entar ngeceknya." Ucap Bagas ke Mila sekretaris nya.
"Oke Pak entar saya kerjakan." jawab Mila.
Setelah selesai bicara pada sekretaris nya Bagas langsung masuk ke ruangannya. Di dalam ruangannya Bagas melihat Rio dan Sheina duduk di sofa tengah asik ngobrol di ruangannya. Bagas pun jalan menuju kursi kebesarannya.
"Rio lo uda nyiapin berkas buat meeting kita?" tanya Bagas
"Uda lo tenang aja." Jawab Rio
"Oke. Sekarang sudah jam setengah dua siang, 10 menit lagi kita berangkat ke Cafe Star's."
"Oke." jawab Rio
"Sheina kamu jadi kerja di kantor ini?" tanya Bagas pada Sheina adiknya
"Jadi dong kak.." jawab Sheina
"Rio lo butuh sekretaris apa gak?" tanya Bagas
"Oke biar Sheina jadi sekretaris lo aja. Gimana bro lo mau kan..?"
"Gue sih gak masalah, tergantung Sheina mau apa gk.." balasnya lagi.
"Sheina kamu mau kan jadi sekretaris nya Rio..?" tanya Bagas pada adiknya. Tapi Shein kamu harus ikut setiap Rio ada meeting di luar kantor dan kalau ada pertemuan atau pun kunjungan ke luar kota kamu harus ikut Rio. Gimana kamu gak masalahkan..?
"Oke, gak masalah buat Sheina. Sheina mau jadi sekretaris kak Rio." Alhamdulillah aku jadi sekretaris kak Rio, aku bakalan bisa dekat dan melihat kak Rio setiap hari. Gumamnya dalam hati
Di ruangan Zahra, temanya sudah sibuk bertanya kepada Zahra tentang gosip yang mereka dengar kalau Bagas menggandeng wanita cantik saat di lobby tadi.
"Ra' lo baru masuk..? untung Bu Sonya lagi gak ada di ruangannya dia lagi ada keperluan, kalau tidak lo bakalan di marahi habis-habisan sama Mak lampir." Ucap Lisa sahabat Zahra.
"Iya..." jawab Zahra santai
"Ra' Lo makan siang bersama Pak Bagas kan..? tapi gue dengar Pak Bagas suami Lo jalan dengan wanita sambil gandengan tangan di lobby.. uda gitu wanita itu cantik lagi. Kamu mau tau gosipnya Ra'..? Mereka bilang kalau wanita itu pacarnya suami kamu. Dan mereka juga ngomong kalau Lo tu yang uda menjadi pengganggu hubungan mereka.."
__ADS_1
"Iya gue makan siang bersama mas Bagas. Kami juga makan siang bareng sama cewek cantik yang kalian bicarakan." jawab Zahra sembari tersenyum pada sahabatnya
"Ra' Lo kok malah senyum sih! kami serius tau..?! jangan becanda deh! apa tadi lo bilang kalian berdua juga makan siang bersama wanita itu. Berarti Lo kenal dan tau dong wanita itu siapa..?!" tanya Lisa yang sebenarnya penasaran siapa wanita itu.
"Iya.. gue gak becanda Lis, Rin, kami emang makan bersama tadi. Tentang gosip kalau gue pengganggu hubungan orang biarin aja gak usah di perduli kan lagian kalian yang tau sendiri tentang hubungan gue dan mas Bagas." Jawabnya
"Iya Ra' kami tau hubungan lo sama Pak Bagas, tapi masalahnya wanita itu siapa Zahra..?!" ucap Lisa kesal pada Zahra yang tidak mau jawab wanita yang bersama Bagas itu siapa
"Hahaha.. pasti kalian penasaran ya..?!" ucap Zahra yang terus saja tertawa.
"Please deh Zahra lo jangan tertawa terus, cepetan dong kasih tau siapa wanita itu?!" kesal Lisa
"Hahaha.. kalian berdua lucu banget sih lihatlah ekspresi kalian mengemaskan. Kalian kepo deh pengen tahu siapa wanita itu." candanya
Lisa dan Rina menghela nafasnya pelan. "Zahra jangan becanda terus dong..iya kami kepo ingin tau wanita itu puas Lo!"
"Uda ah jangan ngambek gitu. Oke gue kasih tau siapa sebenarnya dia. Namanya Sheina dia adik kandung dari Bagas, dia baru datang dari London dan akan kerja di Perusahaan ini juga. Uda puas sekarang...!"
"Jadi namanya Sheina.. O iya Ra' emang beneran ya kalau wanita itu cantik banget, kata mereka yang melihat begitu." ucap Rina
"Cantik banget malah wajahnya bule, gue rasa dia mirip sama kakek William yang asli orang London. Entar kalau dia jadi kerja disini pasti kalian bakalan tahu nanti orangnya." jawab Zahra
"Tapi gue kesel tu sama karyawan yang lain, seenak nya aja ya mereka langsung ngomong kalau dia tu pacarnya Pak Bos, tanpa cari tahu dulu kebenarannya. Apa lagi mereka bilang kalau Lo Ra' pengganggu hubungan orang. Pengen rasanya gue comotin cabe ke mulut mereka." Ucap Lisa kesal
"Biarin aja sih kan mereka gak tahu yang sebenarnya." balas Zahra santai
"Uda ayo kita kerja lagi entar dateng lagi mak lampir, habis kita kena semprot sama mulut pedasnya." ujar Rina
Mereka pun kembali kemejanya masing-masing lalu mengerjakan pekerjaan nya kembali.
Di tempat lain, di Cafe Star's. Bagas dan Rio sedang meeting bersama klien baru mereka yaitu PT. ADIJAYA. Setelah tadi mereka selesai bicara tentang pekerjaan untuk adiknya Sheina, Bagas dan Rio langsung pergi ke Cafe tersebut. Sedangkan Sheina ia langsung pulang saat Uda di jemput oleh supir keluarganya.
Bagas dan Rio sangat senang, ternyata klien mereka adalah sahabat dekat mereka waktu SMA dulu Gio Faresta Adijaya. Waktu sekolah menengah atas dulu mereka bertiga bersahabat, kemanapun mereka selalu bertiga. Tapi setelah lulus SMA mereka berpisah, Gio meneruskan pendidikannya di Paris, kalau Rio tetap berada di Indonesia sedangkan Bagas milih di London. Mereka sama sekali lost Contact, dan sekarang di Cafe Star's ini mereka bertemu kembali untuk menjadi rekan bisnis.
Gio sabahabat dari mereka tanpa pikir panjang langsung setuju dengan kerjasama yang mereka ajukan. Mereka bertiga pun asik bercerita dan berbagi pengalaman mereka saat kuliah dulu, sampai mereka tak melihat hari sudah gelap. Gio pamit kepada mereka untuk pulang karena masih ada urusan yang harus ia selesaikan. Mereka sepakat kerjasamanya dan akan bertemu kembali di Perusahaan WILLIAMS GRUP.
__ADS_1
🌹Hai teman-teman mohon like dan dukungan nya ya... maaf kalau ceritanya kurang gereget..🙏❤️🌹