CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
101. Bab 101


__ADS_3

"Sayang kalau mas ngajak kamu dan Gavin pindah ke London bagaimana?" Tanya Bagas pada Zahra dengan hati-hati.


"Mas serius?" Zahra bukannya menjawab ia malah balik bertanya pada Bagas.


"Mas serius sayang.. Kalau mas disini terus Perusaahan mas dan Perusahan kakek William yang mas pegang gak ada yang urus sayang..." Jawabnya


"Kalau Zahra sih ngikut mas aja, tapi masalah nya apa Papa mas ngizinin kita pindah ke London?" Tanya Zahra yang memikirkan mertuanya setujuh apa gak. "Apa mas tidak mau kembali ke WILLIAMS GRUP?"Tanyanya lagi.


"Mas bukannya tidak mau kembali ke WILLIAMS GRUP, kamu kan tahu sayang sekarang yang jadi CEO itu Rio, mas gak mau mengambil posisi itu dari Rio sayang... biarlah dia yang mengembangkan Perusahaan WILLIAMS GRUP lagian dia berhak untuk itu. Gimana pun juga Rio sudah lama memegang Perusahaan WILLIAMS GRUP dan membuat Perusahaan itu menjadi lebih berkembang lagi sampai sekarang ini. Kamu tahu sayang, mas gak seserakah itu, mau merebut Perusahaan WILLIAMS GRUP atau merebut posisi Rio." Jawab Bagas dia ikhlas jika Rio yang akan Memegang WILLIAMS GRUP dan Bagas tidak pernah mempermasalahkan itu, ia malah senang jika Perusahaan WILLIAMS GRUP di berikan pada Rio, karena Rio memang orang yang tepat.


"Zahra bangga sama mas, mas tidak silau akan harta, jabatan ataupun sebagainya." Ucap Zahra sembari menggenggam tangan suaminya. "Kalau Zahra akan ikut mas kemana pun, karena mas adalah imam Zahra dan mas Kepala keluarganya." Tambahnya lagi.


"Makasih sayang.." Ucapn Bagas langsung menarik Zahra kedalam dekapannya, mencium kening istrinya lalu ciuman Bagas turun ke bawah saat bibirnya akan sampai ke bibir istrinya tiba-tiba..


"Papa.. Bunda.." Panggil Gavin yang tiba-tiba keluar dari ruangan bermainnya membuat Bagas dan Zahra terkejut. Zahra langsung mendorong Bagas agar sedikit menjauh. "Ya ampun ganggu aja sih!" gerutu Bagas yang kesal karena gagal yang akan mencium bibir istrinya, anaknya yang tampan tiba-tiba datang nyamperin mereka.

__ADS_1


"Mas..."


"Iya sayang.." Jawab Bagas santai


"Sama anak sediri kok gitu sih mas.."


"Hehehe.. maaf sayang." Ujar Bagas semabari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ada apa Gavin?" Tanya Zahra pada anaknya yang lagi memeluknya.


"Bunda antelin Gavin ke lumah Kila dong.. Gavin mau main sama Kila Bunda.." Rengek Gavin yang mulai bosan dan ia ingin bermain dengan Kila anak dari Sheina.


"Oke Bunda.." Jawabnya kegirangan. "Mas bentar ya, Gavin kalau sudah bosan main pasti dia minta di antar ke rumah Shakeela." Ucap Zahra yang langsung keluar rumah nyamperin supir mereka.


"Dah Papa.. Gavin main sama Kila dulu ya.. Papa jangam kemana-mana Papa halus di lumah aja, Oke."

__ADS_1


"Oke Boy.." Teriak Bagas karena anaknya sudah jalan menuju pintu keluar rumah bersama istrinya.


Saat istrinya Zahra keluar bersama anaknya Gavin, Bagas menyunggingkan senyum tipis sembari memikirkan sesuatu. Tak berapa lama Zahra pun masuk kedalam rumah lagi setelah menyuruh supirnya untuk mengantar anaknya ke rumah Sheina yang tidak jauh dari rumahnya, Zahra pun jalan menuju dimana suaminya berada, yang masih berada di ruang tengah sembari menonton tv.


Bagas mendengar langkah kaki seseorang, lalu ia menoleh dan melihat istrinya yang tengah jalan nyamperin dirinya.


"Gavinnya Uda pergi sayang?" Tanyanya.


"Sudah mas.." Jawab Zahra lalu duduk di samping suaminya kembali. Bagas menatap istrinya dalam setelah Zahra sudah duduk di sampingnya. Sedangkan Zahra yang di tatap suaminya seperti itu jadi salah tingkah.


"Ke.. kenapa sih mas menatap Zahra seperti itu?"


"Mas kangen kamu sayang, boleh ya?" Tanya Bagas yang masih menatap Zahra.


"Tapi ini Uda sore mas.." Jawab Zahra yang mengerti maksud suaminya.

__ADS_1


"Sebentar aja sayang, mumpung Gavin gak dirumah, entar kalau dia sudah dirumah kita tidak bisa melakukanya sayang, please.." mohon Bagas pada istrinya. Melihat suaminya memohon, membuat Zahra tidak tega, ia pun menganggukan kepalanya sembari menunduk malu. Tanpa pikir panjang Bagas langsung berdiri dari sofa kemudian mengangkat tubuh istrinya.


"Mas..!" pekik Zahra. "Turunin mas aku bisa jalan sendiri.." Ucapnya. Tanpa memperdulikan teriakan istrinya Bagas terus saja jalan membawa istrinya ke kamar mereka.


__ADS_2