CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
102. Bab 102


__ADS_3

Bagas membuka pintu kamarnya dengan masih menggendong istrinya. Sampainya di dalam kamar Bagas langsung meletakkan Zahra di atas ranjang dengan perlahan. Kemudian Bagas mencium bibir istrinya dengan lembut sembari melepaskan satu-persatu pakaian Zahra dan miliknya.


"Mas.." panggil Zahra dengan suara yang menurut Bagas sangat seksi.


"Hmm.." Jawab Bagas yang asik mengecup seluruh wajah Zahra.


"Bukannya mas lagi sakit.. Apa tidak apa-apa mas? Takutnya mas leleh dan demamnya gak turun-turun lagi!" Ucap Zahra. Bukannya Zahra ingin menghentikan kegiatan mereka hanya saja ia canggung dan malu untuk melakukan nya, karena mereka sudah sangat lama tidak pernah melakukannya lagi. Sejak Bagas koma dan pergi ke London selama tiga tahun.


"Mas sudah tidak apa-apa saayang.. kan tadi sudah minum obat. Mas tau yang ada dipikiran kamu sayang, pasti kamu malu dan canggung karena kita sudah lama tidak melakukannya. Nanti kamu akan terbiasa lagi kok, justru dengan melakukan olahraga di ranjang mas akan cepat sembuh." Jawab Bagas sembari tersenyum kecil saat matanya melirik dada ranum istrinya yang selama ini menjadi favorit nya yang masih tertutup bra berwarna hitam.


"Ma.." Ucapannya terhenti karena Bagas langsung membungkam bibir Zahra dengan bibirnya dengan lembut. Setelah beberapa menit Bagas melepaskan tautan bibirnya dari Zahra istrinya karena sudah kehabisan nafas.

__ADS_1


"Sayang mas ingin kamu hamil lagi." Bisik Bagas di telinga Zahra sembari mencium daun telinga istrinya. Membuat Zahra merasakan tubuhnya panas dingin. " Sayang agar Gavin memiliki teman main di rumah nanti. Gavin sekarang kan sudah tiga tahun, Uda bisa kita memberikannya adik." Ucap Bagas lagi.


"Apa mas serius mau Zahra hamil lagi?" Tanya Zahra yang menatap wajah suaminya dengan tatapan bergairah karena sentuhan-sentuhan yang dilakukan Bagas sang suami.


"Iya sayang... mas serius!" Jawabnya sembari tersenyum manis. menatap Zahra dan kembali melanjutkan kegiatannya.


"Mas apa gak takut kerepotan saat Zahra hamil nanti lalu ngidam dan mengingikan yang aneh-aneh atau menginginkan sesuatu yang sulit di cari?!"


"Sesulit apa pun itu ke inginan Zahra?! sekalipun ngidamnya Zahra sampai harus naik pesawat karena apa yang di inginkan Zahra ada di luar kota, mas akan mewujudkan nya?!" Tanya Zahra lagi.


"Apapun itu, dan sejauh apapun itu mas akan berusaha mewujudkannya." Jawab Bagas. " Mas minta maaf sayang, saat kamu hamil Gavin mas gak ada di samping kamu untuk menjaga kamu, gak ada saat kamu lagi ngidam dan mengingikan sesuatu. Dan mas janji akan berusaha mewujudkan sumuanya kalau kamu hamil anak kedua nanti." Tambah Bagas lagi yang sedih dan merasa bersalah pada istrinya saat Zahra hamil dirinya tidak ada bersama Zahra istrinya.

__ADS_1


"Itu Uda masalalu mas.. aku tidak mempermasalahkan hal itu. Malah saat itu Zahra senang saat hamil bisa merawat mas yang lagi koma. Karena Zahra sempat protes ke Papa yang ingin membawa mas berobat ke London karena mas tak kunjung sadar dari koma."


"O yah! masa iya sayang..?"


"Iya mas, kalau mas di bawah ke luar negri Zahra gak bisa melihat mas dan merawat mas. Soalnya waktu itu kandungan Zahra lemah jadi tidak bisa pergi jauh apa lagi sampai naik pesawat." Ucapnya menceritakan Bagas yang lagi koma dulu.


"Makasih sayang untuk semuanya, mas sayang banget sama kalian." ujarnya.


"Zahra juga sayang banget sama mas."


"Jadi sayang maukan kalau kita membuat adik untuk Gavin?" Tanya Bagas sembari mengedipkan matanya. Zahra pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya tanpa mau menatap Bagas karena malu.

__ADS_1


"Kamu menggemaskan sekali sih sayang kalau lagi malu-malu gini.." Ucap Bagas yang kembali mencium bibir istrinya, kemudian ciumannya turun kebawah dan memberikan tanda kepemilikannya tepat di leher Zahra. Lalu turun ke dada sang istri yamg menurutnya semakin besar, Bagas pun langsung bermain di dada istrinya yang sudah menjadi favorit nya. Bagas semakin turun kebawah dan Bagas berhenti saat melihat ada bekas operasi di perut istrinya tepat di bawah pusar Zahra istrinya, yang ia yakin pasti itu bekas operasi Caesar saat melahirkan Gavin.


__ADS_2