CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
64. Bab 64


__ADS_3

Saat Yuni keliling mencari Sonya akhirnya ketemu juga.


"Ya ampun Bu Sonya dari mana saja?"


"Saya dari toilet." Jawab Sonya singkat. "Emang kenapa kamu cari-cari saya?" Tanya Sonya pada Yuni.


"Jadi tadi ibu gak dengar kalau Pak Bagas lagi ngumumin sesuatu?"


"Enggak. Emangnya apa yang diumumkan oleh Pak Bagas?"


"Pak Bagas ngumumin kalau...-"Ucapan Yuni terhenti karena Sonya menarik tangan Yuni untuk duduk di meja yang kosong. "Bu kita ngapain duduk disini?" Tanya Yuni. Bukannya menjawab, Sonya Mala tidak menggubris nya sama sekali.


Pandang mata Sonya saat ini tak berpaling menatap Bagas dan Zahra yang tengah asik bermesraan sembari duduk sebuah meja yang tak jauh dari mejanya. Sonya mengepal kedua tangannya ia kesal dan emosi melihat Bagas dan Zahra semakin dekat dan mesra. Apalagi mereka berani menunjukkan kemesraan nya di depan banyak orang. Terlintas dipikirannya untuk memberikan pelajaran kepada Zahra, karena ancamannya tidak di dengar oleh Zahra. Kemudian Sonya melirik Yuni yang duduk di sampingnya, ia akan manfaat kan Yuni untuk melaksanakan aksinya.


"Yuni saya mau kamu bantu saya hari ini. Kamu tenang aja ada imbalan seperti kemaren. Gimana kamu mau kan?"


"Bantu apa Bu Sonya? Kalau untuk melakukan rencana jahat lagi ke Zahra maaf Bu Sonya saya tidak mau. Saya tidak mau di pecat oleh Pak Bagas."


"Kamu tenang aja masalah itu, dia tidak akan tahu."


"Tapi maaf Bu Sonya saya tidak mau ambil resiko. Dan saya kasih tau ke Bu Sonya lebih baik Bu Sonya menyerah untuk dapetin hatinya Pak Bagas karena Ibu gak akan pernah mendapatkannya. Jangan sampai nanti Bu Sonya menyesal telah menyakiti Zahra."


"Apa sih maksud kamu? Ngomong yang jelas DECH! Kenapa sekarang kamu gak mau memberi pelajaran ke Zahra? Katanya kamu membencinya."

__ADS_1


"Bu Sonya..Ibu harus tahu kalau Zahra itu istri dari Pak Bagas.. jadi jangan sampai Ibu menyesal telah menyakiti Zahra, pasti Pak Bagas gak akan tinggal diam kalau tahu masalah kita kemaren."


"Apa kamu bilang tadi?! Zahra istri dari Pak Bagas? Jangan ngaco kamu! Tahu dari mana kamu kalau Zahra itu istri dari Pak Bagas?" Ucap Sonya yang masih belum percaya apa yang baru di ucapkan Yuni.


"Beneran Bu Sonya.. kan tadi itu yang mau saya bilang, kalau Pak Bagas tadi ngumumin hubungan mereka yang sudah menikah. Dan saya dengar juga kalau mereka sudah menikah dua bulan. Lagian Bu Sonya tadi kemana sampai gak tahu kalau Pak Bagas ngomong."


"Ya Tuhan bagaimana ini kalau Pak Bagas sampai tahu saya sudah menampar Zahra?!"


"Dan satu lagi Bu Sonya harus tahu, selama ini kita mengenal Zahra adalah wanita yang biasa dan bukan orang kaya. Karena setiap ke kantor ia hanya menggunakan motor metic. Tapi ternyata kita salah Bu ? Zahra adalah anak dari Bram Pratama selaku pemilik Hotel mewah tempat acara pesta Ulang tahun Perusahaan WILLIAMS GRUP ini. Pasti Bu Sonya sedikit banyak nya tahukan siapa Bram Pratama? Pengusaha sukses di bidang Perhotelan. Dan saya saranin Bu Sonya buang jauh-jauh pikiran jahat Bu Sonya ke Zahra. Kalau Ibu masih ingin tetap melakukannya, itu namanya Bu Sonya menggalih kuburan Bu Sonya sendiri. Ya uda Bu Sonya saya pamit mau pulang soalnya Uda terlalu malam. Mudah-mudahan kita tidak di pecat oleh Pak Bagas besok." Setelah berbicara kepada Sonya, Yuni langsung pergi ninggalin Sonya yang masih melamun.


"Sebenarnya gue masih gak terima kalau Zahra istri dari Bagas. Tapi benar kata Yuni, kalau gue nyakiti Zahra, pasti Bagas tidak akan tinggal diam. Gue tidak mau ambil resiko dan gue juga tidak mau masuk penjara. Apalagi ternyata Zahra anak dari Bram Pratama. Gue tidak mau berurusan sama mereka." Gumamnya dalam hati.


Setelah tersadar dari lamunannya Sonya pergi meninggalkan acara, karena ia tidak tahan melihat Bagas dan Zahra tengah asik mengobrol dan bermesraan.



Saat ini Bagas duduk di atas ranjang tengah asik mengotak ngatik ponselnya. Sedangkan Zahra lagi di kamar mandi lagi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Selesai membersihkan dirinya, Zahra naik ke ranjang dan dududk di samping suaminya.


"Kamu sudah selesai sayang?" Tanya Bagas pada istrinya sembari meletakkan ponselnya di meja dekat lampu tidur samping ranjang.


"Sudah mas.." Jawab Zahra. "Mas tadi habis ngapain?"


"Mas lagi balas pesan dari teman mas, soalnya dia tidak bisa datang ke acara Ulangtahun Perusahaan WILLIAMS GRUP, karena dia lagi di luar negri." Jawab Bagas. Kemudian ia menarik istrinya kedalam pelukannya, Bagas meluk istrinya erat, ia menghirup dalam-dalam harum tubuh istrinya yang sangat ia sukai. Zahra juga membalas pelukan suaminya tak kala erat.

__ADS_1


"Sayang..." Panggil Bagas sembari mengelus kepala istrinya.


"Iyaa mas ada apa?" Tanya Zahra.


"Mas ingin ngajak kamu Hanymoon sayang.. Kira-kira kamu ingin pergi hanymoon kemana sayang?"


"Kalau Zahra terserah mas aja. Zahra akan ngikut kemana mas mau ngajak aku hanymoon."


"Oke kita pergi hanymoon ke Turki ya? kita lupakan sejenak pekerjaan kita, kita harus fokus membuat dedek bayi. Siapa tahu aja setelah kita hanymoon dedeknya Uda ada di perut kamu." Ucapnya sembari mengelus perut rata istrinya. "Kamu maukan ke Turki?" Tanyanya.


"Mau mas.. aku juga pengen lihat sejarah Islam disana." Jawab Zahra. "Kita bulan madunya berapa lama mas?"


"Satu bulan."Jawab Bagas santai.


"Apa satu bulan! itu lama kali mas.. nanti apa kata mereka Zahra cuti sampai satu bulan. Apa mas gak kasian sama kak Rio ninggalin kerjaan sampai satu bulan?"


"Kenapa kamu mikirin para karyawan, biarin aja kamukan istrinya CEO. Kalau ada yang ngomongin lagi yang enggak-enggak tentang kamu, mas akan langsung pecat mereka."


"Mas tapi gak sebulan juga dong hanymoon nya?"


"Oke kita pergi hanymoon selama dua Minggu. Itu Uda keputusan dari mas dan jangan protes." Ucapnya tegas. Zahra hanya meng iya kan ucapan suaminya, kalau mereka akan pergi hanymoon selama dua Minggu.


"Emangnya kita perginya kapan mas?"

__ADS_1


"Kemungkinan kita seminggu lagi berangkat. Soalnya mas masih harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat mas tinggal kan waktu ke Bali kemaren. Setelah selesai kita langsung berangkat hanymoon.Oke bidadarinya mas.." Jawab Bagas. "Sementar malam ini kita hanymoon di kamar hotel dulu ya.." Tambahnya lagi. Kemudian Bagas menarik Zahra untuk tidur, dan Bagas kini sudah berada di atas tubuh istrinya. Bagas mencium seluruh wajah cantik istrinya dengan gemas, membuat Zahra yang ada dibawah nya ke gelian. Bagas terus menjelajah tubuh istrinya satu persatu. Sampai tidak sadar pakaian yang mereka gunakan sudah terlepas. Sedangkan Zahra hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya terhadap tubuhnya. Dan malam ini terjadilah malam panas di kamar hotel Ayah Zahra. Setelah berkali-kali Bagas melakukan penyatuan dengan istrinya, akhirnya mereka berdua tertidur jam empat pagi.


__ADS_2