
Sampai di parkiran Bagas tersenyum melihat istrinya sudah berada di samping mobilnya. Langkah kaki Bagas sedikit lebih cepat menuju istrinya. Bagas langsung memeluk Zahra erat lalu mencium kening dan bibirnya singkat. Rio dan Sheina saling pandang, mereka berdua jadi salah tingkah dan canggung melihat kemesraan Bagas dan istrinya.
"Mas.. malu ih ada Kak Rio sama Sheina.." ucap Zahra sembari menundukkan kepalanya malu kerena perlakuan suaminya di depan Rio dan Sheina
"Biarin aja emang kenapa kita kan Uda suami istri, mereka pasti ngerti." Jawab Bagas santai
"Ck.. dasar lebay lo..! Biar pun uda nikah tapi jangan di tempat umum juga dong.. gak kasian apa sama yang lagi jomblo!" ujar Rio yang sedikit kesal mendengar ucapan Bagas.
"Hahaha.. Iya ya maaf gue lupa kalau ada yang lagi jomblo disini." Jawab Bagas yang tertawa mengejek Rio
"Mas..." panggil Zahra
"Iya sayang.. mas becanda kok."
"Lebay lu kak..ujar Sheina yang ikut kesal juga. Hai mba Zahra.." Sheina nyamperin Zahra lalu memeluknya.
"Hei Shein.." jawab Zahra yang ikut membalas pelukannya
Rio menghela nafasnya pelan. "Jadi makan gak nih?!" tanya Rio
"Jadi dong.. Ya Uda ayo masuk mobil," jawab Bagas. Mereka semua masuk mobil Bagas. Kemudian Bagas melajukan mobilnya ke luar dari gedung WILLIAMS GROUP.
"Kita makan dimana ni?" tanya Bagas
"Gimana kalau kita makan di warung bebek goreng aja mas ..." ujar Zahra yang duduk di samping Bagas yang lagi nyetir
"Oke. Gimana sama kalian mau apa gak..?" tanya Bagas pada Rio dan Sheina.
"Kalau gue ngikut aja.." jawab Rio
"Tapi kak, Sheina gak suka makan bebek.." sambung Sheina.
"Kamu tenang aja Sheina menu disana gak cuman bebek doang kok yang lain juga ada, makanan jenis seafood juga ada." Ucap Zahra
"Kamu harus coba bebek nya dulu Sheina.. kakak yakin setelah kamu mencobanya pasti kamu ketagihan.."
"Oke akan Sheina coba."
Mereka sampai di warung bebek, Bagas langsung memarkirkan mobilnya. Mereka bersama-sama keluar dari mobil, lalu masuk ke dalam warung bebek atau ruko tempat makan tersebut. Di dalam lumayan ramai pengunjungnya, tidak ada lagi meja yang kosong dan akhirnya mereka memilih makan di gazebo yang ada di depan ruko tersebut. Di depan ruko itu ada beberapa Gazebo ketika para pengunjung ingin makan bisa memilih ingin makan di dalam atau di luar di Gazebo tersebut.
Pesanan mereka pun datang. Mereka langsung menyantap makanan yang ada di depan mereka. Bagas benar-benar makan dengan lahap nya, kalau Bagas sudah makan bebek di sini pasti ia sampai pesen bebek gorengnya dua porsi untuk dia sendiri.
__ADS_1
"Mas pelan-pelan dong makannya.. gak ada yang bakalan ngambil makanan kamu kok.." ucap Zahra menahan tawanya karena melihat suaminya begitu rakus makan bebek goreng nya
" Iya sayang.. abisnya enak banget loh bebek gorengnya.." ucap Bagas yang masih asyik melahap bebek gorengnya
"Gimana Sheina enak gak bebeknya?" tanya Zahra pada Sheina
"Enak mbak.. besok-besok Sheina ngajak Papa sama Mama makan disini deh, pasti mereka suka." Jawabnya jujur
"Lihat Shein kakak kamu makan nya sampai kaya gitu. Kamu tahu Shein? saat aku ngajak mas Bagas pertama kali makan disini, mas Bagas sempat ragu mau makannya, karena gak pernah makan bebek sama sekali. Tapi setelah di cobanya, dia langsung ketagihan.. kalau Uda makan disini pasti kakak kamu pesan bebek goreng sampai dua atau tiga porsi, itu untuk dia sendiri..!" ujar Zahra menceritakan ke Sheina
"Sayang... kok kamu tau aja sih..!" ucap Bagas sembari mengelus pipi istrinya .
"Ck.. kalau mau bermesraan tu jangan disini, ini tempat makan. Ini bukan di kamar kalian!" ucap Rio kesal selalu saja bermesraan dimana pun gak tau tempat.
"Hahaha... syirik aja sih lo! Orang jomblo selalu aja begitu kalau lihat orang bermesraan. Gue doain Lo bakalan kaya gitu juga kalau Lo punya pasangan nanti bahkan lebih dari gue." ucapnya
"Maka dari itu jangan tunjukin kemesraan kalian di depan gue..!" Rio menghela nafasnya menahan kekesalannya.
"Hahaha... lo tu lucu banget sih bro..! makanya cari pasangan gih biar gak iri."
"Emangnya kak Rio belum punya kekasih ya..?" tanya Sheina untuk memastikan benar atau gak nya kalau Rio sudah memiliki kekasih atau belum.
Dalam hati Sheina sangat senang ternyata kak Rio belum memiliki kekasih, masih ada kesempatan untuknya bisa dekat dengan kak Rio
"Emangnya kak Rio mau mencari pasangan yang seperti apa?" tanya Sheina lagi
"Kak sih mencari pasangan yang gak neko-neko, yang penting dia baik, mau terima kakak apa adanya." Jawab Rio
"Selama ini emang gak ada wanita sama sekali yang dekat sama kakak..?"
"Sebenarnya banyak yang mendekati Rio.. hanya saja gak ada salah satu dari mereka yang di terima oleh nya." Jawab Bagas
"Apa alasannya kenapa kak Rio gak mau terima mereka..?"
"Iya bro kenapa Lo gak terima salah satu dari mereka sih..?" Bagas yang tidak tahu alasannya pun ikut bertanya.
"Mereka mengira gue anak pemilik Perusahaan, makanya mereka mendekati gue. Tapi setelah gue cerita kemeraka, kalau gue tinggal di panti asuhan dan hanya karyawan biasa di WILLIAMS GROUP lalu mereka pada menjauh satu persatu. Tapi dari situ gue tahu kalau mereka tidak tulus dengan gue, mereka hanya wanita matre dan gila akan harta doang." jawabnya jujur
"Kak Rio asal kak tahu saja kalau Sheina beneran sayang dan cinta dengan tulus sama kakak, dari dulu rasa sayang dan cinta ini tidak pernah berubah. Bahkan saat kita kembali bertemu tadi ,setelah sekian tahun rasa cinta ini pun mala makin bertambah sama kakak. Andai Kakak juga cinta pada Sheina, Sheina bakalan terima kakak apa adanya Sheina tidak perduli kakak itu siapa dan darimana dulunya." Gumamnya dalam hati sembari menatap Rio dan pandangannya tak pernah lepas dari Rio.
Tanpa Sheina sadari kalau Zahra telah memperhatikan nya dari tadi yang terus menatap Rio seperti tatapan memuja. Dari situ Zahra sadar kalau ternyata sepertinya Sheina sangat suka dan mencintai Rio, tetapi Rio tidak menyadari itu.
__ADS_1
"Emang benar kebanyakan wanita sekarang hanya suka laki-laki kaya doang, mereka hanya mencari yang bisa puasin mereka shopping barang-barang branded."
ujar Bagas
"Sepertinya ada yang berpengalaman nih! berarti semua mantan-mantan kakak hanya suka dengan uang kakak doang dong.." Ucap Sheina sembari mengejek kakak nya
"Haha.. kaya'nya apa yang kamu bilang benar Shein. Si mantan plaboy ini hanya di jadikan ATM berjalan sama semua mantannya." timpal Rio
Sheina dan Zahra pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari Rio.
"Sayang....... kamu ngetawain mas! Ck, kalian semua menyebalkan!" ucap Bagas dengan wajah yang cemberut
Melihat wajah Bagas yang cemberut membuat mereka tak berhenti tertawa, karena Bagas sangat lucu dengan wajah cembertunya.
"Sayang..." panggil Bagas pada istrinya lalu ia memeluk istrinya dari samping dan menciumi seluruh wajah istrinya tanpa memperdulikan Rio dan Sheina.
"Ck..! mulai lagi deh..! Uda dong entar kalian lanjut dirumah." Ucap Rio sambil menghela nafas pelan
"Biarin aja gue gak perduli!"
Sheina melihat itu hanya memutar bola matanya jengah. Sedangkan Zahra pipi nya sudah merah karena malu
"Tapi bro Lo kan beneran anak Papa juga.. kenapa Lo gak terima waktu Papa menjadikan Lo sebagai CEO di WILLIAMS GROUP.." ucap Bagas
"Bukannya gue gak mau Gas.. tapi menurut gue itu uda sangat berlebihan menjadikan gue sebagai CEO di WILLIAMS GROUP. Sedangkan gue hanya anak angkat, yang berhak itu Lo karena Lo anak kandung Papa. Buat gue yang sekarang uda lebih dari cukup Gas.." ucap menjelaskan.
"Tapi Rio buat gue itu gak masalah, gue malah senang kalau Lo yang menjadi CEO WILLIAMS GROUP. Lagian gue Uda punya Perusahaan sendiri di London dan gue juga sampai sekarang masih terus mengurus Perusahaan kakek William dari jarak jauh."
"Gue sama seperti lo Gas, ingin berdiri sendiri dan ingin membangun usaha gue sendiri, tapi tanpa harus meninggalkan Perusahaan Papa. Tanpa Lo tahu gue juga uda punya usaha sendiri ya walaupun hanya Cafe di Jakarta. Sudah ada beberap Cafe yang gue buka. Dan insyaallah gue juga mau buka cabang di beberapa kota. Ya emang sih gue pinjam modal ke Papa karena modal yang gue kumpulin masih tidak cukup. Tapi setelah berjalan setahun Alhamdulillah gue bisa membalikkan modal yang gue pinjam ke Papa." jelasnya lagi.
"Lo tahu Rio gue selalu bangga dari dulu punya kakak kaya lo. Keputusan Papa waktu itu untuk jadikan lo CEO di WILLIAMS GROUP gue seneng banget, karena Perusahaan di tangan orang yang tepat. Tapi karena Lo gak mau, ya uda mau gimana lagi. Mudah-mudahan usaha lo sukses. Apa pun keputusan Lo gue selalu mendukung itu."
"Tapi kenapa Lo gak pernah kasih tau gue kalau Lo Uda punya cafe di Jakarta.." ucap Bagas
"Ck.. ngapain gue harus ngasih tahu Lo..!balas Rio cuek
"Ya seenggaknya gue sebagai adik lo di kasih tau kek.. Uda hampir dua bulan gue di sini tapi Lo sama sekali gak ada cerita ke gue. Parah amat Lo sama adik sendiri, Papa juga kok gak ada cerita sama gue." ucapnya kesal
"Hahaha... sory..sory bukannya gak mau cerita, tapi gue lupa." tutur Rio
Zahra dan Sheina hanya mendengarkan saja meraka berbicara. Dalam hati Sheina, ia sangat bangga pada Rio. Ia berdoa dalam hati mudah-mudahan Rio beneran jodohnya.
__ADS_1