CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
24. Bab 24


__ADS_3

"Ayah yakin kamu mau berubah dan Ayah yakin Zahra anak Ayah yang baik ini bisa terima kamu apa adanya dan menerima masa lalu kamu." ucap Ayah Zahra


Hati Bagas langsung menghangat serta terharu mendengar jawaban Ayah mertuanya. Sungguh ia sangat bersyukur di jodohkan dengan Zahra wanita yang cantik, baik, sabar, penyayang dan mertua yang baik. Dalam hati Bagas berkata, ia tidak akan menyakiti dan akan selalu terus berusaha membahagiakan istrinya Zahra.


"Makasih Ayah mau menerima Bagas dan masa lalu Bagas yang buruk." ucapnya dan menghela nafasnya lega karena Ayah mertuanya tidak marah dengan nya. Insyaallah Bagas akan selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi.


"Makasih ya mas.."


"Makasih untuk apa sayang..?"


"Mau berubah menjadi yang lebih baik.. mudah-mudahan Istiqomah ya.."


"Insyaallah sayang.. o iya seharusnya yang terima kasih itu mas sayang.. karena kamu mau terima mas yang buruk ini.." ucapnya sambil menarik Zahra lalu memeluknya sangat erat dan ia pun mengecup kening istrinya. Bagas sampai lupa kalau ada mertuanya disitu maen peluk istrinya. Zahra yang dipeluk pun jadi malu kepada orang tuanya.


"Mas.. malu ih! ada Ayah sama Ibu.." ucap nya dengan wajah yang sudah merona merah karena malu.


"Ya gak apa-apa sayang.. kita kan uda nikah mas kan cuman meluk kamu.." balasnya


Ayah sama Ibu Zahra hanya geleng-geleng kepala melihat anak dan menantunya.


"Permisi nyonya makan siang nya uda disiapkan di meja makan," ucap bi Yuni kepada majikannya


"Iya bi makasih ya.." ucap ibu. "Ya uda ayo kita makan siang dulu, entar di sambung lagi ngobrolnya." ajak ibu Indah


Mereka pun berjalan menuju meja makan, lalu mereka duduk di kursi meja makan. Ibu indah mengambilkan nasi untuk suaminya, begitu juga Zahra melayani suaminya di meja makan dengan telaten. Ayah dan Ibunya Zahra yang melihat itu sangat senang dan bahagia.


Selesai makan siang Bagas dan Zahra pamit, karena akan pergi kerumah orang tua Bagas yang baru pulang dari London.


"Ayah , Ibu Zahra sama mas Bagas kerumah orang tua mas Bagas ya Bu.. nanti kalau kami libur kerja insyallah maen lagi kesini.." ucap Zahra sambil memeluk orang tuanya dan mencium tangan mereka di ikuti juga oleh Bagas mencium tangan mertuanya.

__ADS_1


"Iya sayang..hati-hati di jalan..Bagas salam sama orang tua kamu ya..? Bilang sama mereka entar kalau ada waktu luang kami akan main kesana." ujar Ayah Zahra


"Iya ayah nanti Bagas sampaikan pesan Ayah."


"Assalamu'alaikum.." ucap Bagas dan Zahra


"Waalaikumsalam.." jawab Ayah dan Ibu


Bagas dan Zahra masuk mobil, lalu Bagas melajukan mobilnya keluar dari rumah orang tua Zahra menuju rumah orang tua nya. Zahra pun tak lupa membawa kue brownis kesukaan keluarga Bagas yang sudah di pesan tadi dari toko kue Ibunya dan di antar kan langsung oleh pegawai ibunya kerumah.


Setengah jam mereka sampai di rumah orang tua Bagas. Mereka turun dari mobil, lalu masuk kedalam rumah karena pintu rumah orang tuanya tidak di tutup.


"Assalamu'alaikum.." ucap Bagas dan Zahra


"Waalaikumsalam.." jawab Ibu yang keluar dari dapur. "Alhamdulillah kalian Uda datang.. mama kirain kalian gak jadi datang.." ucap Mama Susi


"Jadi dong ma.." jawab Bagas sambil mencium tangan mamanya lalu memeluknya.


"Menantu mama makin cantik aja." goda mertuanya sambil membalas pelukan dari Zahra. "Alhamdulillah mama sehat seperti yang kamu lihat, makasih ya brownis nya. Ini beli brownis dari toko ibu kamu sayang..?" tanya mertua dari Zahra.


"Iya ma.. tadi sebelum kesini kami mampir dulu ke rumah ibu sekalian aja pesan kue sama Ibu." jawab Zahra


"Ma Papa sama Sheina kemana ko gak kelihatan.. Sheina jadi ikut pulang kesini kan ma..?" tanya Bagas pada ibunya


"Papa ada di kamar lagi istirahat, kalau Sheina pergi sebentar ketemu sama temannya." jawab Mamanya


"Ma Bagas sama Zahra istirahat dulu ya..? Bagas ngantuk banget. Entar kalau Papa uda bangun, kasih tau Bagas aja ma.."


"Iya sayang entar mama kasih tau. Uda sana Zahra kamu temani suamimu dikamar mungkin dia leleh, kerena terlalu sibuk kerja."

__ADS_1


"Iya ma.." ucap Zahra


Bagas pun langsung membawa istrinya masuk ke kamarnya. Sampai dalam kamar Bagas langung menghempaskan tubuhnya ke ranjang king size miliknya. Sedangkan Zahra masih asyik terpaku melihat kamar milik suaminya yang bersih dan rapih, Zahra melihat foto-foto Bagas waktu SMA dulu di bingkai di atas lemari juga ada album foto Bagas, foto dia sama Rio juga ada banyak dilihat dari foto ini Bagas dan Rio nampak begitu dekat banget.


"Mas ini foto-foto kamu banyak banget, ini kamu sama kak Rio kan..? kalian waktu masih SMA lucu-lucu ya mas.." ucap Zahra sembari tersenyum melihat foto-foto suaminya.


"Sayang coba mas lihat albumnya."ucap Bagas sambil bangun dari tidurnya lalu duduk bersandar tempat tidur. Zahra pun jalan nyamperin Bagas dengan membawa album foto. Mereka kini sama-sama melihat foto-foto di album tersebut.


"Mas kayanya dekat banget ya sama kak Rio? seperti Abang dan adiknya."


"Mas sama Rio emang dekat banget sayang.." Saat Papa membawa Rio kerumah ini mas sudah senang melihatnya. Papa menceritakan semua tentang Rio, apa lagi waktu Rio menolong Papa dari penjahat yang ingin merampok Papa. Mas dan Rio di sekolahkan ditempat yang sama, dari SMP sampai SMA kami selalu bersama. Kamu tahu sayang semenjak ada Rio mas ngerasa punya saudara yang melindungi mas. Saat mas setiap ada masalah atau pun ada yang menggangu mas, Rio orang pertama yang selalu ada untuk mas. Rio benar-benar menjaga mas layaknya seorang Abang yang menjaga adiknya sendiri. Apa lagi teman-teman mas di SMA mereka mengira kalau kami itu saudara kandung. Tapi mas mengiakan apa yang di ucapkan pada mereka, mas bilang kalau Rio emang kakak kandung mas, dan mereka percaya semua." jawab Bagas menjelaskan kedekatan Rio dan dirinya.


"Sepertinya Papa juga sayang banget sama Kak Rio ya mas.." ujar Zahra pada suaminya


"Banget sayang.. karena Rio tuh orang nya tulus dalam melakukan sesuatu apa lagi kepada orang sekitarnya dia baik banget sayang kepada orang-orang terdekatnya. Mas sempat sedih waktu Rio tidak mau kuliah di London ikut mas, padahal mas berharap dia bisa kuliah sama mas disana sekalian jaga kakek William yang uda sakit-sakitan."


"Emang kenapa mas kok kak Rio nolak ikut kuliah di London..?!" tanya Zahra


"Karena kalau ikut mas ke London dia tidak bisa melihat keadaan adik-adik panti asuhan tempat dia dulu sayang.." dia takut entar mereka ada yang salah jalan.. bahkan mas tanya padanya apa cita-cita Rio, dia bilang hanya ingin menjadi orang sukses. Dan kalau Uda sukses dia ingin merenopasi Panti asuhan seperti hotel ada taman bermainnya, jadi mereka yang tinggal disitu nyaman dan betah berada di panti. Apalagi dia juga ingin membiayai anak panti untuk sekolah supaya mereka bisa sukses ketika mereka sudah dewasa nanti.


"Wah sungguh mulia ya mas keinginan kak Rio...jarang loh mas ada orang yang seperti itu." balas Zahra


"Dan kamu tau sayang semua yang dinginkan Rio Uda terwujud loh.. dia sudah merenopasi Panti, menyekolahkan anak-anak panti asuhan dan juga uda ada dari mereka yang kuliah sambil bekerja. Rio tidak perduli dengan dirinya yang dia pikirkan adalah kebahagiaan orang yang dia sayangi. Cuman satu yang belum terwujud sayang.."


"Apa tu mas..? tanya Zahra


"Rio belum beruntung soal jodoh, sampai sekarang dia belum nikah."


"Mungkin kak Rio belum menemukan orang yang tepat untuknya mas.. Zahra yakin pasti ada wanita yang tulus mencintai dia suatu saat nanti. O iya mas bolehkan kapan-kapan kita pergi ke pantinya kak Rio..? Zahra ingin kenal dengan anak-anak panti mas.. boleh ya mas..." ucap nya sambil wajah memelas

__ADS_1


"Oke, entar kalau ada waktu kita ajak Rio untuk melihat Panti asuhannya. Ya uda kita istirahat sebentar ya mas capek banget. Bagas pun menarik tubuh istrinya lalu memeluk istrinya sambil tidur. Di ikuti oleh Zahra yang tertidur di samping suaminya karena leleh.


🌹Maaf teman-teman lama up nya.. mohon dukungan dan like nya ya..🙏❤️ 🌹


__ADS_2