CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
63. Bab 63


__ADS_3

"Kak Rio, gimana dengan Papa, Mama dan kak Bagas?"


"Kamu tenang aja, biar itu jadi urusan kakak." Jawab Rio sembari mengelus pipi Sheina. Rio tak bosan-bosannya menatap wajah cantik Sheina.


"Kak, Sheina ingin jujur ke Kak Rio."


"Jujur soal apa ni sayang?" Tanya Rio.


"Tapi Shein malu mau cerita ini ke kakak..."


"Kok malu, anggap aja kakak ini teman kamu tempat untuk berbagi cerita, dan berbagi masalah. Shein mulai sekarang kakak mau kita saling terbuka satu sama lain, jangan pernah ada yang di tutup-tutupi. Dan satu lagi, selain kepada Allah, kakak mau Shein bisa menjadikan kakak tempat untuk berbagi setiap masalah kamu, berbagi kebahagiaan yang kamu rasakan. Mau itu sedih, mau itu senang kakak berharap kamu selalu membaginya ke kakak. Kakak akan selalu menjadi pendengar setia untuk curahan hati kamu, dan akan menjadi tempat solusi setiap masalah kamu. Jadi sayang, kamu tidak usah malu untuk mencurahkan isi hati kamu jangan pernah malu untuk cerita apapun itu ke kakak."


"Tapi kakak jangan ketawain Shein ya..."

__ADS_1


"Ya Allah.. emang kamu mau cerita apa sampai membuat kakak sampai tertawa setelah mendengarkan cerita kamu?" Tanya Rio sembari menarik pelan hidung mancung Sheina sangking gemesnya lihat gadis yang ia cintai.


"Oke Shein cerita ya.. Sebenarnya Sheina Uda suka sama kak Rio Uda lama. Kakak Rio pasti ingat saat dulu Sheina sempat mau di perkosa oleh preman di sebuah rumah kosong, kakak tiba-tiba datang menolong Sheina. Setelah kakak tau siapa yang kakak tolong, kakak langsung peluk Sheina erat dan mencium kening Sheina. Dari situ jantung Sheina langsung berdetak kencang, ada rasa yang muncul di hati Sheina. Awalnya Sheina juga mengabaikan itu, tapi setiap ketemu sama kakak jantung ini selalu saja berdetak kencang, rasa itu terus semakin ada dan semakin dalam. Sheina saat itu ingin sekali ungkapin perasaan ini ke kakak Rio, tapi Sheina gak ada keberanian untuk itu. Lagian Sheina tahu saat itu kakak Rio hanya menganggap Sheina itu adik. Kak Rio tau Sheina sempat akan menyerah dengan rasa ini, saat Sheina lulus SMA Sheina lebih memilih melanjutkan kuliah di London. Berharap jika Sheina jauh dari kak Rio, Sheina akan bisa dan mudah melupakan perasaan Sheina ke kakak. Tetapi Sheina salah, Sheina mala tidak bisa ngelupain kak Rio, rasa itu makin terus tumbuh di hati Sheina. Saat di London Sheina hanya bisa menahan rasa rindu pada kak Rio. Ya Sheina hanya bisa berdoa dan berharap kalau kak Rio beneran jodoh Sheina. Dan ternyata hari ini doa Sheina terkabul, rasa cinta Sheina selama ini ke kak Rio tidak bertepuk sebelah tangan. Walaupun Sheina harus menunggu terlalu lama. Kak makasih untuk hari ini.."


Rio terkejut mendengar cerita dari Sheina, bahwa Sheina sudah begitu lama memendam rasa cinta kepada dirinya. Sampai-sampai Sheina memilih kuliah ke London supaya bisa melupakan dirinya. Tanpa pikir lagi Rio langsung menarik Sheina kedalam pelukannya.


"Kenapa kamu gak mau bilang dari awal ke kakak Shein? Begitu lama kamu memendamnya sendiri. Shein kakak emang gak bisa janji tapi kakak akan berusaha terus untuk bisa membahagiakan kamu." Ucap Rio yang masih terus memeluk Sheina sembari mengecup keningnya. Sheina yang masih berada di pelukan Rio kembali meneteskan air matanya.


Rio kemudian melepaskan pelukannya dari Sheina, lalu melihat Sheina kembali menangis, Rio menghapus air mata Sheina dengan sayang. Kemudian Sheina menatap mata Rio begitu dalam, begitu juga dengan Rio ia menatap mata indah Sheina begitu dalam hingga wajah mereka semakin dekat. Entah siapa yang memulai kini bibir mereka bertemu, awalnya hanya kecupan tapi lama-lama Rio mengecap serta ********** dengan lembut, Sheina yang tadinya hanya diam pelan-pelan ia membalasnya. Setelah beberapa saat Rio tersadar lalu melepaskan tautan bibirnya ke bibir Sheina kemudian Rio menyatukan keningnya ke kening Sheina sembari mengucapkan kata maaf.


"Kak, bertahun-tahun aja Sheina bisa nunggu cinta dari kakak, apa lagi hanya nunggu sebulan untuk melamar Sheina. Sheina akan nunggu kakak Rio sampai kapan pun."Jawab Sheina.


"Makasih sayang.." Ucap Rio. Lalu ia mengecup tangan halus Sheina. "Sayang apabila kita sudah menikah nanti, kamu maukan kita tinggal di apartemen dulu? sampai kakak bisa beli rumah untuk keluarga kecil kita. Kamu marah gak kalau kakak berikan sedikit gaji kakak ke panti asuhan?"

__ADS_1


"Sheina gak masalah mau tinggal dimana aja, asal itu sama kak Rio. Sheina juga gak masalah kalau sedikit gaji kak Rio di berikan ke Panti asuhan."


"Kalau kakak keluar dari Perusahan Papa bagaimana menurut kamu Shein? Kakak ingin mengembangkan usaha Cafe kakak yang disini.."


"Kalau itu terserah kak Rio. Tapi kalau menurut Sheina, kak jangan keluar dari Perusahaan Papa karena gaji dari kakak bisa di tabung untuk masa depan anak. Dan dari hasil Cafe bisa kakak simpan untuk membuka Cafe lagi atau buka usaha lainnya. Dan sedikit kakak sisihkan untuk kasih ke panti asuhan.. Itu pendapat dari Sheina, jika kakak gak suka dengan pendapat dari Sheina juga tidak apa-apa. Lagian Papa juga gak bakalan ngizinin kakak untuk keluar dari Perusahaan.."


"Kamu benar sayang. Entar kita bahas lagi soal ini, kalau kita sudah nikah nanti."


"Kakak yakin mau nikah dengan Sheina? Masalah nya Sheina gak bisa masak loh. Entar kakak nyesal lagi kalau nikah sama Sheina."


"Kakak yakin Shein.. bahkan yakin banget mala. Soal gak bisa masak, kan kita sama-sama bisa belajar seiring berjalannya waktu. Kalau gak kita bisa pesan dari Cafe kakak, jangan terlalu di pusingkan soal itu. Mau bisa masak ataupun tidak, kakak tetap sayang dan cinta sama kamu dan gak akan berubah." Ucap Rio dengan mengelus rambut Sheina. Mendengar ucapan Rio, membuat wajahnya merah merona karena malu. Kemudian Rio mengecup pipi Sheina ia gemes melihat wajah gadisnya merah merona.


"Ya uda kita masuk lagi ke tempat acara ya? entar Papa maupun Bagas nyariin kita lagi."

__ADS_1


"Oke."


Akhirnya mereka kembali masuk ke dalam hotel, ke acara pesta ulang tahun Perusahaan.


__ADS_2