CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
92. Bab 92


__ADS_3

Di kantor Bagas.


Berkas-berkas masih lumayan banyak yang belum Bagas selesaikan, tapi ia enggan untuk menyelesaikannya. Kemudian Bagas beranjak dari kursinya dan memutuskan untuk pulang ke Apartemen yang selama ini ia tempati di London.


"Lo mau kemana Gas..?" Tanya asisten Bagas.


"Gue mau balik ke Apartemen. Hari ini gak tahu kenapa gue gak bisa konsen mengerjakan berkas-berkas ini, mendadak kepala gue pusing banget." Jawab Bagas sembari memijit kepalanya yang terasa pusing.


"Lebih baik lo pulang gue antar, gue takut Lo kenapa-kenapa dijalan. Biar gue aja yang lanjutin pekerjaan lo di rumah nanti."Ujar asistennya yang bernama Daniel.


Daniel adalah Asisten serta orang kepercayaan Bagas dikantornya, Bagas mengenal Daniel sejak mereka satu kampus di London. Mereka begitu dekat sampai masalah dan rahasia Bagas, Daniel tahu dan begitu juga sebaliknya. Bagas mengangkat nya jadi asisten dan orang kepercayaan nya karena Daniel orang nya sangat baik, jujur, dan tulus. Kebetulan saat masih kuliah dulu Daniel membutuhkan pekerjaan, karena dia butuh biaya untuk pengobatan Ibunya yang sedang sakit keras, tanpa pikir panjang Bagas langsung menawarkan Daniel untuk menjadi asisten nya di kantornya. Dan tawaran itu langsung di terima oleh Daniel.


"Gak usah Daniel gue pulang sendiri aja, gue masih kuat kok."


"Tapi Gas gue kuatir sama Lo, apa Lo uda ngecek kepala Lo lagi ke Dokter?" Tanya Daniel kuatir melihat Bagas selalu mengeluh kepalanya sakit beberapa hari ini.

__ADS_1


"Belum, gue belum sempat. Lo kan tahu sendiri pekerjaan kita begitu banyak. Ya uda gue balik duluan ya?! jangan lupa Lo selesaikan pekerjaan gue." Ucapnya tanpa menunggu jawaban dari Daniel Bagas langsung keluar dari ruangannya, ia uda gak sabar ingin sampai di Apartemen nya untuk istrahat. Niatnya besok pagi ia akan memeriksakan kembali kepalanya ke Dokter.


Daniel yang melihat Bagas Uda keluar dari ruangan nya, langsung bergegas membereskan berkas-berkasnya yang ingin dibawa pulang, kemudian ia menyusul Bagas. Perasaan nya tidak enak ia takut terjadi apa-apa pada sahabatnya itu. Sampainya di parkiran kantor, Daniel melihat mobil Bagas sudah melaju keluar, ia langsung menuju mobilnya untuk mengejar Bagas.


Di dalam mobil Bagas merasakan kepalanya semakin sakit, pandangan nya mulai sedikit tidak jelas, Bagas terus meringis menahan kepalanya yang semakin terasa sakit. Mobil yang ia kendarai Uda mulai oleng ke kiri dan ke kanan, Bagas berusaha untuk tetep sadar tapi lama-lama pandangan matanya semakin dan ..


Bruakkk Bruakkk


Mobil Bagas menabrak tiang yang ada di trotoar pinggir jalan. Sedangkan Bagas sudah tidak sadarkan diri didalam mobil. Pengendara lain dan pejalan kaki yang melihat itu langsung mendekat untuk menolong.


Daniel yang mengikuti Bagas pun kehilangan jejak, tapi ia terus menjalankan mobilnya untuk mencari Bagas. Daniel terus mencari sembari menjalankan mobilnya dengan pelan. Daniel melihat tidak begitu jauh dari mobilnya orang begitu ramai di pinggir jalan dan Daniel pun mendekatinya semakin dekat Daniel melihat sebuah mobil menabrak tiang. Daniel memperhatikan mobil itu, betapa ia terkejut ternyata mobil Bagas yang menabrak tiang tersebut.


Sampainya di mobil Bagas, Daniel melihat beberapa orang mengangkat Bagas ingin membawa Bagas kerumah sakit naik taksi. Daniel menghentikan mereka membawa naik taksi, lalu Daniel langsung mengarahkan mereka untuk memasukkan Bagas ke mobilnya, karena Daniel sendiri yang akan membawa Bagas ke Rumah sakit.


Sampai di rumah sakit Bagas langsung di bawa ke UGD untuk di periksa. Daniel saat ini masih menunggu di depan ruangan UGD, ia bingung ingin memberitahu kan keadaan Bagas pada keluarganya di Indonesia atau tidak. Melihat situasi yang terjadi antara Bagas dan keluarganya saat ini, membuat Daniel ragu untuk memberitahukan keadaan Bagas dengan keluarganya.

__ADS_1


Setengah jam Dokter baru keluar dari ruangan UGD, Daniel langsung mendekati Dokter yang menangani Bagas.


"Dok giman keadaan teman saya?" Tanya Daniel pada Dokter.


"Pasien sudah kami di pindahkan ke ruang perawatan. Kondisinya tidak terlalu parah, hanya luka kecil di keningnya." Jawab Dokter menjelaskan.


"Tapi kepalanya gimana Dok? masalahnya teman saya pernah mengalami koma karena kecelakaan.." Ucap Daniel memberitahu.


"Baiklah setelah pasien sadar saya akan tanyakan pada pasien ada keluhan di kepalanya atau tidak, dan jika ada untuk memastikan pasien nanti akan kami Ronsen kepalanya, apakah ada cidera atau tidak didalam otaknya. Kalau gitu saya permisi, anda boleh melihatnya sekarang." Ucap Dokter itu.


Setelah berbicara pada Dokter Daniel langsung menuju ke ruangan Bagas. Dilihatnya Bagas masih tidur di ranjang, kemudian Daniel mengambil kursi lalu duduk di samping ranjang Bagas, menunggu Bagas sadar.


Bagas yang tengah tertidur, ia bermimpi berlari mengejar seorang wanita berhijab di pinggir trotoar. Bagas melihat wanita itu menyebarang jalan, Bagas berusaha melangkah lebih cepat agar bisa mengejar wanita itu, kemudian Bagas melihat ada sebuah mobil melaju kencang mengarah ke wanita yang ia kejar, sepontan Bagas langsung berlari begitu kencang dan..


"Sayang awasss..!!!" Teriak Bagas dan Bagas langsung tersadar dari tidur nya sembari keringat bercucuran di seluruh tubuhnya. Serasa habis lari berkilo-kilo meter.

__ADS_1


Daniel yang sedang asik memainkan ponselnya sembari menunggu Bagas sadar pun terkejut mendengar terikan Bagas.


"Zahra."


__ADS_2