CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 100: Jangan Dengarkan Dia!


__ADS_3

" Apa yang ingin kamu katakan?" tanya mama Rhea begitu beliau menghentakkan pantatnya di kursi.


"Ini," balas Efron sambil mengangsurkan sebuah amplop berwarna putih. Amplop itu berstempel kop rumah sakit ternama di Jakarta.


"Buka," perintahnya karena melihat tangan mama Rhea tidak bergerak untuk mengambil amplop itu.


"Apa ini?" tanya mama Rhea dingin. Entah kenapa firasatnya menjadi tidak enak.


"Lihat saja sendiri," timpal Efron tegas. Dia tidak sabar untuk melihat bagaimana reaksi perempuan yang duduk di hadapan nya ini.


"Aku tidak ingin tahu," balas Mama Rhea sambil berdiri. Beliau tidak bisa berlama lama di sini. Takut Rhea akan masuk mendatanginya.


"Rhea anakku!" tegas Efron cepat yang serta merta membuat tubuh mama Rhea membatu.


****


Dengan di gandeng ayahnya dan Rakhan di sisi kiri dan kanan, Chayra terpaksa ikut masuk ke dalam ruangan VIP ice blue restoran.


"Tadi kebetulan saya selesai meeting dengan klien di restoran ini, tidak di sangka bisa bertemu CEO Rakhan," tutur Pak Agung membuka percakapan.


Padahal sebenarnya beliau baru selesai makan siang dengan asistennya di restoran sebelah. Saat hendak masuk mobil, asisten beliau melihat mobil sport terbaru melaju dengan kencang memasuki parkiran ice blue restoran.


Wahyu Wahyudi, asisten Pak Agung segera mengenali mobil itu sebagai milik CEO Rakhan. Karena CEO Rakhan satu satunya pemilik mobil sport itu di Indonesia.


Pak Agung buru buru menyuruh asistennya itu untuk balik ke kantor, sementara beliau mengikuti Rakhan sampai ke parkiran mobil di Ice blue restoran.


"Sepertinya hubungan anda dengan putri saya cukup akrab," Pak Agung menyambung perkataan nya lagi.


Dari cara Rakhan memperlakukan Chayra, terlihat jika CEO muda ini menyukai anaknya.


"Saya memang ingin menikah dengan Chayra," timpal Rakhan.


"Berapa mahar yang anda minta?" tembaknya langsung. Dia sedang malas bertele tele. Meeting dengan para direktur WT akan berlangsung satu jam lagi.


"Waduh, saya tidak enak mengatakannya," timpal Pak Agung malu malu.


Cih, ingin Chayra muntah di tempat. Sejak menikah dengan nenek sihir itu ayahnya berubah menjadi begitu munafik.


"Bagaimana kalau 500 juta?" kata Rakhan santai.

__ADS_1


500 juta? Mata Pak Agung terbeliak. Mana cukup? hutangnya saja pada Jaeson corp 100 juta dolar. Ini namanya buntung, bukannya untung, batin beliau .


Rakhan tersenyum di dalam hati.Pasti ayahnya Chayra mengira dia akan memberi 500 juta rupiah. Dia sengaja tidak menyebutkan mata uangnya untuk melihat reaksi Pak Agung.


Waktu itu dia pernah menyuruh Taksa untuk menyelidiki berapa hutang ayahnya Chayra pada pamannya Jalled.


"Maksudku 500 juta dolar," sambung Rakhan tenang.


apa? Mata Chayra melotot. 500 juta dolar itu 7 trilliun lebih.


Astaga! Dada Pak Agung bergemuruh. 500 juta dolar? Dia untung banyak.


"Saya setuju," balas Pak Agung cepat. Di mana bisa mencari uang 500 juta dolar dengan begitu cepat.


"Saya tidak setuju," sebuah suara berwibawa terdengar seiring pintu terbuka.


Semua mendongak ke arah pintu. Siapa orang yang berani masuk ke ruangan VIP tanpa di undang?


***


"Kata siapa?" Mama Rhea menoleh dengan tatapan mata tajam.


"Yang ada di dalam amplop ini adalah hasil DNA aku dan Rhea, nilai kecocokan DNA paternity test 99,99 persen," beber Efron dengan wajah tersenyum bahagia.


"Kemaren, dalan suatu insiden kecil di pinggir jalan, anak buahku berhasil mengambil kulit ari Rhea sebagai sample," beber Efron.


Kemaren Rhea memang pulang dengan wajah kesal. Dia ingin ke kantor Rakhan tapi mobilnya di halangi seorang bule. Tapi bule itu sudah di buat nya terkapar di pinggir jalan, apakah bule itu suruhan si Efron ini? batin mama Rhea .


"Jangan bodohi aku," gelak mama Rhea. "Hasil Test DNA itu baru kelar sekitar 2 Minggu setelah pengambilan sample," tutur beliau lagi.


"Apakah kamu tidak tahu metode gen tunggal? ini adalah metode tercepat untuk menganalisis hasil Test DNA," jelas Efron.


Metode gen tunggal ini adalah metode ngasal hasil pikiran otor ya readers, di cari di google ga akan ketemu🤭


"Dan metode itu hasil penelitian dari lab perusahaan aku yang baru saja aku terapkan di rumah sakit ini," tegasnya lagi.


"Impossible," dengus mama Rhea. "Bagaimana mungkin kamu bisa menyuruh laboratorium rumah sakit ini untuk memakai metode penelitian perusahaan kamu ? Apa kamu pemilik rumah sakit ini? lanjut beliau sambil tertawa geli.


"Betul,Aku baru saja membeli setengah saham rumah sakit ini," kata Efron membenarkan.

__ADS_1


Mama Rhea seketika berhenti tertawa. Rhea tidak mungkin anaknya Efron. Meski dia tertidur tak sadarkan diri di ranjang yang sama dengan Efron waktu itu, dia yakin Efron tak menyentuhnya.


"Siapa bilang aku tidak menyentuhmu?" ucap Efron seakan mengerti isi pikiran mama Rhea.


"Tidak kah kamu merasa sifat Rhea jauh berbeda dengan sifat kalian berdua? Rhea pemarah, luar biasa pemarah, persis kakaknya Eouin," bebernya menjelaskan.


Mama Rhea teringat lagi kejadian lampau. Ketika Rhea marah, dia melempar dan menghancurkan semua yang ada di dekatnya. Dia juga jika menginginkan sesuatu harus mendapatkannya. Seperti nekad menabrakkan diri ke mobil demi mendapatkan perhatian Rakhan.


Beliau sering terheran heran darimana sifat itu berasal. Keluarga Farras sangat beradab. Keluarga beliau juga tidak pernah mengumbar emosi.


Satu satunya orang yang memiliki emosi meledak ledak yang beliau kenal hanyalah Efron Finn, mantan pacarnya.


Tapi apa benar Rhea anaknya Efron?


"Aku akan mengadakan test DNA ulang," putus Mama Rhea.


"Silahkan saja, apapun metode test yang di pakai, Rhea tetap anakku," balas Efron santai.


"Aku tidak percaya," dengus mama Rhea sambil melangkah pergi. "Dan jangan beritahu Rhea sebelum test DNA yang aku lakukan keluar hasilnya," pesan beliau tegas.


"Whatever ( terserah) ," timpal Efron. Dia memandangi punggung mama Rhea sampai menghilang dari pandangan.


"You is mine ( kamu adalah milikku), batinnya.


****


"Kakek?" Chayra terkesiap. Kenapa kakek tiba tiba berada di sini?


Pak Bisma? Wajah Pak Agung memucat. Kenapa Pak Bisma bisa berada di sini? Bukankah biasanya beliau makan di healthy restoran?


Pak Bisma! gumam Rakhan dalam hati. Dia sudah berjanji pada Pak Bisma untuk menjauhi Chayra selama dua bulan ini. Semoga Pak Bisma tidak marah, harapnya dalam hati.


"Rara, ayo pulang," Pak Bisma meraih tangan Chayra yang tengah duduk di sebelah Rakhan.


"Bukankah CEO Rakhan sudah saya peringatkan untuk menjauhi Chayra ?" tegas beliau pada Rakhan.


"Benar pak , Kami tidak sengaja bertemu," jawab Rakhan sopan.


Ada apa ini? Pak Agung mengernyitkan dahi. Kenapa pula Pak Bisma melarang Chayra bertemu dengan Rakhan?

__ADS_1


"Maaf Pak, tapi saya sudah merestui hubungan Chayra dengan CEO Rakhan," sela Pak Agung berani. Siapa yang mau kehilangan 500 juta dolar? Jangankan Pak Bisma, singa saja akan dia lawan!


"Jangan dengarkan dia!" tandas Pak Bisma.


__ADS_2