CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 38: Kamu Naik Jabatan


__ADS_3

Ponsel Taksa berdering. Dia segera mengangkat nya. Dari CEO Rakhan. Video Call. Tumben.


"Kenapa belum sampai?" suara CEO Rakhan terdengar gusar.


"Sedang menunggu Mbak Chayra, CEO," jawab Taksa. " Itu dia," dia mengarahkan layar monitor ponselnya ke arah Chayra yang sedang berjalan mendekat.


"What the hell... apa apaan itu?" ujar CEO Rakhan saat melihat wajah Chayra. Dia mengerutkan dahi. Kucing kecil ini benar benar sembrono,nilainya dalam hati.


"CEO mau bicara," Taksa memberikan ponselnya ke tangan Chayra.


"Ada a...," Chayra berhenti bicara saat melihat wajah nya di layar monitor ponsel Taksa.


Oh, No! Chayra berteriak dalam hati. Rambut nya masih bergelung handuk. Dia buru buru berbalik arah. Kembali naik lift. Menuju lantai 9. Ke apartemen Rhea.


"Ya, sudah," CEO Rakhan mematikan telepon.


Taksa menarik nafas. Apa yang menarik dari gadis itu, sampai CEO terpesona pada nya?


Satu jam kemudian mereka sampai di kantor. Chayra dan Taksa langsung berjalan menuju ruangan CEO Rakhan. Di dalam, CEO Rakhan tengah duduk di sofa. Dengan gerakan tangan, CEO Rakhan menyuruh Taksa keluar . Tanpa menunggu lama, Taksa pamit meninggalkan ruangan dengan perasaan bahagia. Setidaknya ,CEO tidak memberi nya tugas.


"Duduk sini," kata CEO Rakhan pada Chayra yang masih berdiri di dekat pintu . Dia menunjuk sofa di sebelah nya .


"Iya," Chayra menurut. Dia duduk di sofa, di sebelah CEO Rakhan. Dia meletakkan ranselnya di samping.


Lama hening.


CEO Rakhan hanya memandangi. Chayra menjadi salah tingkah. Ada apa dengan CEO ini ya? Kenapa dia terlihat aneh?


"Kamu kenapa? Gelisah begitu," kata CEO Rakhan memecah kesunyian.


Lah,gimana ga gelisah plus grogi? Di lihat tanpa kedip, batin Chayra.


"Kesal karena aku suruh ke kantor? Kamu sudah punya rencana hari ini?" tanya CEO Rakhan . Matanya menatap tajam.


"Tidak,CEO," geleng Chayra cepat. "Saya tidak punya rencana apa. Cuma main game di apartemen," sambungnya memberitahu.


"Dengan pacar?" tanya CEO Rakhan lagi. Suaranya terdengar mengintimidasi.


"Tidak , CEO. Saya tidak punya pacar," balas Chayra buru buru.


"Tidak punya? Benar?" CEO Rakhan menatap Chayra lekat lekat.


"Iy ...iya," angguk Chayra Sungguh sungguh. Duh, CEO ini kenapa?


Seperti nya dia tidak bohong, kata hati CEO Rakhan. Lalu siapa laki-laki yang di lihat Reindra? Apa Reindra berhalusinasi?

__ADS_1


"Eh, anu, CEO, saya mau kerja dulu ya," Chayra berdiri dari sofa, bergerak menuju lemari buku. Hendak mengambil map folder yang berisi laporan keuangan perusahaan.


CEO Rakhan diam saja. Dia hanya mengikuti Chayra dengan matanya. Melihat Chayra mengambil map folder ,buku kas utama dan buku inventaris dari dalam lemari buku. Matanya terus melihat Chayra Sampai gadis itu duduk lagi di sebelahnya.


CEO ini kenapa sih? batin Chayra kesal. Dari tadi hanya menatapnya tanpa kedip. Sungguh membuatnya grogi.


"Sudah selesai?" tanya CEO Rakhan .


Selesai apanya? Baru saja mulai, dengus Chayra dalam hati. " Belum CEO, saya baru mau mencocokan dari buku kas ke laporan keuangan rugi laba," katanya menjelaskan.


"Tidak perlu," timpal CEO Rakhan. "Tugas kamu mencocokan laporan keuangan dan membuat jurnal penyesuaian, aku anggap sudah selesai," lanjutnya.


Chayra melongo.


"Kenapa? Kamu tidak suka?" tukas CEO Rakhan melihat reaksi Chayra.


"Bukan begitu CEO," balas Chayra. "Saya hanya kaget," sambungnya. Bagaimana tidak kaget, jika tiba-tiba CEO ini menyuruhnya berhenti? Kenapa tidak dari kemaren kemaren? Ingin dia berteriak.


Mendadak sebuah ide melintas dalam benak CEO Rakhan. "Kamu naik jabatan," putus nya tiba tiba.


Naik jabatan? Chayra melongo.


"Bisa tidak jangan memasang wajah seperti itu? Jelek!" tandas CEO Rakhan.


"Saya...saya hanya kaget ,CEO, tidak menyangka, saya baru kerja selama 6 hari, sudah mendapatkan promosi jabatan," urai Chayra membela diri.


Wah! Chayra terbelalak. Ini sungguh di luar ekspektasi nya. Jabatan apa kira kira untuknya?


"Dari raut wajahmu seperti nya kamu senang," CEO Rakhan menilai.


"Iya, CEO," Chayra mengangguk. "Kalau boleh saya tahu, jabatan apa ya?" tanyanya hati hati.


"Coba tebak," CEO Rakhan tersenyum misterius.


"Staf keuangan?" Chayra mencoba menebak.


CEO Rakhan menggeleng.


"Junior sekretaris?" tebak Chayra lagi.


Lagi lagi CEO Rakhan menggeleng .


Jabatan dengan banyak fasilitas dan liburan? Chayra berpikir lagi. Tidak mungkin dia jadi Branch manager kan? " Branch ma..."


"Jadi pacar aku," potong CEO Rakhan untuk mempersingkat waktu.

__ADS_1


J-A-D-I P-A-C-A-R? Chayra mengeja kalimat itu lambat lambat. Dia shock. Tidak menyangka.


"Kenapa? Tidak senang?" Tukas CEO Rakhan melihat reaksi Chayra.


"Bukan begitu, CEO," jawab Chayra setelah dia pulih dari rasa shocknya. "Saya hanya tidak mengira jika jadi pacar anda itu merupakan sebuah jabatan di perusahaan ini," jelasnya dengan intonasi pelan.


"Itu jabatan baru," sahut CEO Rakhan santai. "Dan hanya untuk kamu," dia menatap langsung ke bola mata Chayra.


Eh? Chayra jadi salah tingkah. Apakah CEO ini sedang merayunya?


"Kamu mau tidak?" tanya CEO Rakhan tidak sabar.


"Aku ...saya tidak mungkin jadi pacar anda, CEO," jawab Chayra pelan. " Anda sudah punya calon istri ,dan calon istri Anda itu adalah sahabat saya," ungkapnya tidak enak.


Rhea pasti akan mengejarnya dengan golok jika tahu dia berpacaran dengan CEO Rakhan, meski itu merupakan jabatan di perusahaan ini.


lagipula siapa yang percaya ada jabatan jadi pacar CEO?


Halah! CEO Rakhan berdecak. "Untuk apa kamu beritahu dia? Jabatan kamu sebagai pacar aku, karena itu adalah sebuah jabatan di perusahaan,jadi kamu harus bersikap profesional," tukasnya acuh.


"Profesional maksudnya bagaimana ,CEO?" tanya Chayra tak mengerti.


"Ya itu, bersikap profesional sebagai pacar aku, " jawab CEO Rakhan yang membuat Chayra tambah bingung.


"Bersikap profesional sebagai pacar ,maksudnya bagaimana ya ,CEO?" ulang Chayra. Dia menggaruk garuk rambutnya.


"Apa perlu aku ajari?" tukas CEO Rakhan tidak sabar.


"Mengajari maksudnya apa?" tanya Chayra was was. "Anda jangan macam-macam ya," ancamnya.


"Memang nya aku mau apa? Aku hanya akan mengajari kamu cara berpacaran yang profesional," tandas CEO Rakhan kesal. Baru sekali ini dia ketemu perempuan yang takut padanya. Biasanya para perempuan itu malah berebutan melemparkan diri padanya.


"Cara berpacaran yang profesional itu seperti apa?" tanya Chayra pelan.


"Jangan duduk saja, ayo berdiri," sahut CEO Rakhan seraya berdiri dari sofa. Dia bergerak melewati meja kerja,mencari tempat yang lebih leluasa.


"Iya," Chayra ikut berdiri.


"Sini dekat dekat," pinta CEO Rakhan.


"Iya," Chayra berjalan mendekat. Pelan pelan. Menahan jantung nya yang terus berdebar. Takut dengan apa yang akan di ajari oleh CEO Rakhan.


"Lama sekali, keburu malam ini," tukas CEO Rakhan sebal. Kenapa sikap gadis ini seperti akan menjadi korban?


"Anda janji tidak akan mengajarkan hal hal yang bertentangan dengan norma yang ada di masyarakat kan?" kata Chayra mengingatkan.

__ADS_1


"Kalau kamu masih bertanya-tanya lagi, aku akan menggotong kamu ke atas tempat tidur," ancam CEO Rakhan kesal.


"Iya,iya," Chayra bergegas mendekat.


__ADS_2