CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 66 : Hadiah Untuk Mu, Apa Kamu Menyukainya?


__ADS_3

Caliente adalah sebuah kota kecil yang sangat sepi. Terkenal dengan wisata alam yang cocok untuk kaum petualang. Ada banyak situs peninggalan jaman kuno. Di pusat kota terdapat beberapa galeri seni dan perpustakaan.


Chayra sibuk menggeleng setiap kali Pak supir menawarkan untuk singgah di galeri seni atau perpustakaan yang bernuansa historis.


Dia hanya ingin ke mall. Cuci mata. Juga berbelanja. Beli beberapa baju yang nyaman untuk di pakai. Baju karung yang di belikan Taksa membuat dia gerah. Bukan karena bahannya, tapi model dan warnanya. Membuat dia merasa tua.


Setelah mobil berkeliling, akhirnya menemukan sebuah pusat perbelanjaan. Famili Dollar namanya. Tidak terlalu besar tapi cukuplah untuk memuaskan hasrat belanja Chayra.


Chayra turun dari mobil sementara pak supir mencari tempat parkir. Dari mobil belakang, tiga orang pengawal juga bergegas turun mengikuti.


Baru saja Chayra hendak membuka pintu supermarket, ponsel di kantong gaunnya bergetar.


Dia melangkahkan kaki menjauh dari pintu masuk. Kemudian mengeluarkan ponsel dari kantong gaunnya. Dari layar monitor ponsel tertera privat number. Dia menekan tombol menolak panggilan.


Ponselnya bergetar lagi. Chayra menekan tombol menolak. Ponsel bergetar lagi. Dia menekan tombol menolak. Ponsel bergetar lagi. Sampai belasan kali!


Huh, siapa ini! gerutu Chayra dalam hati. Dia terpaksa mengangkatnya. Jika di abaikan, dia yakin orang itu akan terus meneleponnya.


"Halo," kata Chayra ketus.


"Buka pesanmu. Aku mengirim sesuatu."


Bos kejam? "Ya," balas Chayra. Dia mematikan sambungan telepon lalu membuka pesan chat .


Apa ini? Matanya melotot. Bos kejam mengirimkan beberapa foto. Semuanya foto dia dan Rakhan tengah berciuman. Sepertinya foto ini di ambil dari visual Damon di dinding laboratorium tadi. Ada orang yang berada di laboratorium itu yang bekerja pada bos kejam itu. Dia akan memberitahu Rakhan untuk berhati hati.


Ponsel Chayra bergetar lagi. Dari Bos kejam. "Halo," kata Chayra kasar. "Apa maksud anda mengirimkan foto itu?"


"Hadiah untukmu, apa kamu menyukainya?" balas Eouin santai. Wajahnya sumringah.


Sementara itu di dalam laboratorium WT, Jun Shuimo yang masih berkutat dengan komputernya menemukan sesuatu.


"CEO, ada seseorang menelepon Nona Chayra," lapornya pada Rakhan yang tengah berdiri di depan Damon. "Privat number. Tapi aku bisa melacaknya. Itu Eouin Finn," sambungnya begitu Rakhan mendekat.

__ADS_1


"Kenapa Eouin bisa menelepon nya? Bukankah data Chayra sudah di privasi?" timpal Rakhan heran.


"Sudah di buka," sahut Jun cepat. " Sekitar 4 hari yang lalu. Oleh In Tech," lanjutnya.


4 hari yang lalu? Rakhan mengerutkan dahi . Nampaknya begitu Chayra menghilang, datanya langsung di buka. Kenapa? "Apakah kamu bisa mendengar percakapan mereka?" tanyanya.


"Tidak bisa," geleng Jun. "HPI microchip yang tertempel di permukaan ponsel hanya bisa mendeteksi semua panggilan masuk dan keluar, CEO," jelasnya.


"Ok, suruh pengawal yang di sana untuk mengawasi Chayra lebih ketat lagi," perintah Rakhan. Kenapa Eouin menelepon Chayra? segelembung perasaan cemburu membuncah di dadanya.


" Baik, CEO," angguk Jun.


" Setiap ada perkembangan baru, apapun itu, segera laporkan padaku," kata Rakhan sebelum dia kembali ke tempat Damon berada.


" Siap, CEO," jawab Jun. Nampaknya gadis yang bernama Chayra itu sangat berarti untuk CEO,gumamnya dalam hati.


Sementara itu Chayra masih berdiri di luar Famili Dollar. Telinga kirinya masih di tempeli ponsel.


"Apa maksudmu?" tukas Chayra. " Ingin memeras aku?"


" Kerjasama apa?" Chayra mengerutkan kening.


" Bawa Robot itu keluar dari laboratorium WT," sahut Eouin.


"Aku tidak mau," balas Chayra cepat. Gila apa orang ini? Mana mungkin aku bisa membawa Damon keluar? Selain penjagaan ketat, aku juga tidak mau. Damon sekarang seperti orang asing," batinnya.


" Ingin foto ini aku kirim kan pada kakekmu?" timpal Eouin. " Atau pada Rhea Hadiyan? Teman baikmu sekaligus tunangan Rakhan?" dia memberikan pilihan.


Apa? Mata Chayra terbelalak. Kepada siapapun foto itu akan di kirim, tetap membuat hidupnya berakhir tragis. "Apa jaminannya anda tidak akan mengirimkan foto itu kepada kakekku atau pada Rhea?" tanyanya menegaskan.


Bergulir ke tempat lain, ke dalam sebuah pesawat jet pribadi. Rhea memakai penutup mata deep sleep sambil duduk selonjor di atas kursi. Penutup mata itu berisi ice gel yang dapat mengecilkan pembuluh darah penyebab lingkaran hitam di bawah mata. Dia ingin tampil segar di hadapan Rakhan meski telah menempuh kurang lebih 8 jam perjalanan menuju Caliente.


Mama yang duduk di sebelah Rhea berkerut penuh tanda tanya. Rhea mengajak mama ke Caliente untuk menjemput Chayra, tapi penampilan Rhea justru seperti hendak berjumpa kekasih. Apa sebenarnya Rhea ingin bertemu dengan Rakhan dan menjadikan Chayra sebagai alasan? Mama menahan senyum. Apakah ini pertanda aku akan segera menimang cucu? batin mama bahagia.

__ADS_1


Setelah sekitar tiga jam berkeliling di dalam Famili Dolar yang tidak terlalu besar, akhirnya Chayra kembali ke hotel dengan menenteng beberapa kantong belanja.


Dia meletakkan kantong belanja di atas meja di depan sofa. Kemudian menghamburkan tubuh di atas sofa.


Telepon dari bos kejam membuat dia sakit kepala. Dia terpaksa menyetujuinya. Meski Eouin tidak menjamin akan menepati janji.


Haah... Chayra menghela nafas. Kenapa begini amat ya nasibnya. Jika dia tidak kabur dari rumah, mungkin dia tidak akan mengalami ini semua.


Tapi, jika dia tidak kabur dari rumah, dia mungkin tidak akan bertemu Rhea. Juga Rakhan. Mendengar nama Rakhan keluar dari mulutnya, dia merasa malu sendiri.


Ya Tuhan! Chayra bergidik ngeri. What's wrong with me? Kenapa aku ini? Dia harus menjauh dari Rakhan. Sudah cukup masalahnya dengan Damon. Dia tidak ingin menambah masalah lagi. Dia akan menjaga jarak dengan Rakhan. Memasang wajah terjudes yang pernah ada. Dia akan...


Krek...pintu kamar terbuka. "Sayang," wajah Rakhan muncul dari balik pintu. Senyum terurai di bibirnya.


Oh, God! Chayra terkesima. Tampan sekali.


"Beli apa?" Rakhan melirik kantong belanja di atas meja.


"Banyak," jawab Chayra ketus. Dia mengeluarkan black card dari kantong gaunnya. Meletakkan di atas telapak tangan Rakhan. " Tolong di total, nanti aku ganti," senyumnya sinis.


Rakhan mengangkat sebelah alis. " Kamu kenapa? apa karena hari ini belum di absen?" godanya. Dia meletakan black card itu begitu saja di atas meja.


"Absen apa?" Tukas Chayra. Dia sudah susah payah bersikap ketus tapi Rakhan justru menganggapnya lucu.


"Ini," balas Rakhan cepat sambil meraih pinggang Chayra ke dalam pelukannya. Cup. Sebuah ciuman ringan mampir di bibir Chayra.


"Ih, aku tidak mau," Chayra berusaha membebaskan diri.


"Tidak mau yang ini? Mau yang seperti biasa?" goda Rakhan.


Sebelum Chayra sadar arti ucapan Rakhan, bibirnya sudah tenggelam dalam bibirnya Rakhan. Dengan sangat piawai , Rakhan memainkan lidahnya melewati rongga mulut Chayra.


Oh, God! Chayra menjerit dalam hati. Help me!

__ADS_1


*****


Maaf ya readers, otor telat up date karena sibuk wara Wiri selama libur lebaran. Maaf lahir batin ya readers🤗


__ADS_2