CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 67 : Kamu Ingin Aku Tidur Di Sini?


__ADS_3

Ponsel yang terletak di kantong celana Rakhan bergetar. Menyelamatkan Chayra dari ciuman Maut Rakhan.


Ck, Rakhan berdecak.Kesal. Tapi dia tetap mengeluarkan ponsel dari kantong celana.


Huff, Chayra menghela nafas. CEO ini memiliki keterampilan mumpuni dalam berciuman, sudah berapa banyak perempuan yang menjadi partnernya?


"Selama tiga tahun ini hanya ada kamu," bisik Rakhan seakan mengerti pikiran Chayra. lalu sambil mengedipkan sebelah mata, dia menekan tombol menerima di ponselnya.


Chayra meraba dada kirinya. Merasakan jantungnya berdetak kencang. Kata kata dari Rakhan membuat dia terbang ke awan.


Heh,,aku kenapa ini? kata hatinya bingung. Heran.


"Kenapa?" kata Rakhan menjawab sapaan hormat dari ujung sambungan telepon.


"Robot itu telah selesai di perbaiki,CEO," suara Dr Thompson menjawab. "Sekarang akan mengganti mode pengaktifan. Bukan kah anda menginginkan rekam suara dan pindai iris anda sebagai mode pengaktifan nya?" sambungnya mengingatkan.


"Jemput aku di hotel," kata Rakhan ringkas lalu dia mematikan sambungan telepon setelah Dr.Thompson mengiyakan.


"Aku akan kembali ke lab," ujar Rakhan pada Chayra yang memandangnya dengan keingintahuan. Dia memasukkan kembali ponsel ke dalam kantong celananya.


"Ada masalah?" tanya Chayra ingin tahu.


" Robot itu sudah di perbaiki dan aku meminta untuk mengganti mode pengaktifan nya.Dengan rekam suara dan pindai iris aku ,"jelas Rakhan.


Mengganti mode pengaktifan? "Maksudnya? tidak lagi pindai QR code dan iris mata aku?" tanya Chayra menegaskan.


Rakhan mengangguk. "Robot itu membawa banyak masalah untukmu lagipula dia milik WT," imbuh Rakhan.


"Ya," Chayra mengangguk linglung. Jika mode pengaktifan nya sudah di ganti, bagaimana dia bisa membawa Damon keluar dari lab?


"Sepertinya kamu tidak setuju," selidik Rakhan.


"Bu...bukan," Chayra buru buru menggeleng. Takut Rakhan curiga." Apa aku boleh ikut ke lab? Aku ingin melihat Damon," sambungnya cepat.


"Tidak boleh," tolak Rakhan tegas. "Bagaimana jika robot itu melihatmu lalu membawa kamu pergi?" lanjutnya dengan cemburu yang mengunung.


Saat ini memang itu yang aku inginkan,batin Chayra. " Tidak mungkin," bantah Chayra. " Ada kamu di sampingku, Damon tidak akan berani," rayunya.

__ADS_1


"Mmmm...." Rakhan bergumam menutupi perasaan senangnya. "Kenapa kamu ingin melihat robot itu?" tanyanya ingin tahu.


" Itu..aku hanya ingin melihatnya, setelah beberapa lama dia menemaniku di apartemen...." Chayra tidak melanjutkan kalimatnya begitu melihat wajah Rakhan berubah ungu. "Eh, anu, maksudku, sebenarnya dia lebih banyak off nya tapi itu.." Dia berhenti sejenak untuk mencari kata kata yang bisa menyakinkan Rakhan.


Aku akan menyuruh Jun untuk melihat visual robot itu. Apa saja yang sudah mereka kerjaan berdua di apartemen, batin Rakhan. " Kenapa Eouin tadi menelepon mu?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Eouin?" ulang Chayra kaget.


" Laki laki yang sudah menculik kamu itu namanya Eouin, teman kuliah aku dulu," terang Rakhan. Lalu dia menceritakan semua yang di lakukannya pada hari Chayra di nyatakan hilang dari apartemen, sampai dia menemukan gadis itu di rumah laki laki misterius itu. Semua di ceritakannya tanpa tersisa.


" Terimakasih,"Chayra memeluk Rakhan dengan haru. Dia tidak menyangka jika Rakhan menganggapnya begitu penting." Oh, ya, darimana kamu tahu dia menelepon aku?" tanyanya.


" Aku menempelkan HPI microchip di casing ponselmu, setiap panggilan telepon, akan terhubung dengan komputer di lab WT, siapa yang memegang ponsel itu juga langsung tercatat identitasnya. Jadi aku bisa tahu jika ponselmu berpindah tangan," urai Rakhan panjang lebar.


"Wah, " Chayra terbelalak. Kagum. Tidak heran WT bisa termasuk dalam perusahaan IT terkemuka di dunia. Tekhnologi nya begitu canggih.


" Jadi? Kenapa dia menelepon mu?" ulang Rakhan.


"Ini," Chayra memberikan ponselnya. Dia memutuskan untuk berterus terang. Percuma juga berbohong. Rakhan pasti akan tahu juga. " Lihat di pesan chat," lanjutnya.


Chayra mengangguk. " Jika tidak, dia akan mengirim foto ini kepada kakekku dan Rhea," katanya dengan suara serak. " Kakek baru saja operasi bypass dan Rhea...kamu kan tahu, dia suka sama kamu," lanjutnya hampir ingin menangis.


"Tenang saja," Rakhan membelai rambut Chayra. Wajah memelas gadis itu membuatnya ikut sedih. " Jun akan menghapus foto foto ini dari ponselnya Eouin," ujarnya menenangkan.


"Benarkah bisa?" Chayra menengadah.


"Iya, Jun itu lulusan terbaik di kampus terbaik di dunia, " jawab Rakhan. " Kamu tidak usah memikirkan itu," lanjutnya.


Tok...tok...ketukan sopan di pintu.


"Siapa?" teriak Rakhan.


"Saya, CEO," balas Taksa.


"Aku pergi dulu, kamu di sini saja, jika ingin makan pesan room service saja," pesan Rakhan.


"Iya," angguk Chayra. "Kalau sudah mau pulang, telepon aku, biar aku bukakan pintu," katanya lagi.

__ADS_1


"Aku tidak tidur di sini, aku sudah booking kamar di sebelah," jawab Rakhan. "Aku tidak pernah meniduri seorang gadis sebelum menjadi istriku, atau ..kamu ingin aku tidur di sini?" sambungnya. Dia mengedipkan sebelah mata.


"Tidak, siapa yang mau tidur sekamar denganmu,"balas Chayra cepat. Wajahnya merah menahan malu.


"Di Las Vegas ada fasilitas Drive thru wedding, menikah cepat, " kata Rakhan. " Dari sini ke Vegas sekitar 731 Km atau 7 jam 17 menit, tidak terlalu jauh," sambungnya lagi. " Kita bisa mencoba fasilitas itu, bagaimana?" lanjutnya.


Las Vegas dan Caliente termasuk beberapa kota yang berada dalam negara bagian Nevada.


" Siapa yang mau menikah," timpal Chayra sewot. " Kasian Pak Taksa sudah menunggu dari tadi," Dia mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah," Rakhan berhenti menggoda Chayra. " Aku pergi dulu," dia mencium puncak rambut Chayra sebelum membuka pintu kamar.


*****


Rakhan balik ke hotel saat tengah malam. Dia langsung masuk ke kamar di sebelah kamar Chayra. Pergantian mode pengaktifan robot berjalan alot. Beberapa kali robot itu menolak perintah pergantian mode. Akhirnya Jun memutuskan untuk membackup pengaktifan mode dengan memasukan iris mata Chayra ke dalam memori otak Damon. Iris itu di dapat kamera CCTV lab saat Chayra datang ke lab tadi pagi.


Setelah iris mata Chayra di masukan ke dalam memori otak Damon, robot itu tidak lagi menolak perintah pergantian mode pengaktifan.


Rakhan juga meminta Jun untuk membuka visual Damon sejak di aktifkan Chayra. Begitu visual itu muncul di layar monitor komputer, Jun segera beranjak dari meja kerjanya.


Dari mulai wajah Chayra muncul sampai tayangan visual itu berakhir, Rakhan tak henti hentinya menelan ludah. Sepertinya dia memang harus segera menikahi gadis itu.


Setelah selesai melihat visual Damon, Rakhan meminta Jun untuk menghapus ingatan itu. Siapa yang bisa menjamin robot itu tidak akan tiba tiba memancarkan visual itu ke dinding seperti tadi pagi?


Sesaat setelah membuka pintu kamar, Rakhan langsung merebahkan diri di atas ranjang dan tidur pulas sampai pagi.


Sementara Chayra yang berada di kamar sebelah juga tidur dengan sangat nyenyak. Dia bangun keesokan harinya dengan tubuh bugar. Setelah mandi, dia menelepon Rakhan untuk mengajaknya berjalan jalan santai di sekitar hotel. Namun, telepon nya tidak di angkat. Akhirnya, dia memutuskan untuk berjalan jalan sendiri.


Di lobi hotel, dia melihat Rhea dan mamanya di depan resepsionis. Dia sampai mengucek mata beberapa kali untuk memastikan penglihatan nya.


"Itu Rhea! Kenapa dia bisa ada di sini? Gawat, gawat," desis Chayra panik. Kemudian dia meminta tiga orang pengawalnya untuk menjadi tamengnya saat dia keluar dari hotel.


Begitu dia sampai di taman hotel, dia mengeluarkan ponsel untuk menelepon Rakhan. Dia akan memberitahu Rakhan mengenai kedatangan Rhea.


"Chayra?" sebuah suara dari arah punggung Chayra mengagetkannya.


"Ya?" Chayra berbalik. Ponsel di tangannya jatuh ke tanah.

__ADS_1


__ADS_2