CEO Melankolis

CEO Melankolis
bab 116: Konferensi pers


__ADS_3

Senyum Papa Rhea terkembang. Akhirnya, Rakhan menyerah juga. Dia setuju untuk menikahi Rhea. Menantu paling cocok untuk anaknya tersayang.


"Siapkan konferensi pers," kata papa Rhea cepat. " Berita bagus ini harus segera di ketahui Masyarakat," lanjut beliau lagi.


Konferensi press? Rakhan mengernyit. Chayra akan tahu jika dia melakukan konferensi pers saat ini. Dia harus bertemu Chayra dulu. Dia harus menyakinkan Chayra jika pernikahan ini terpaksa di lakukan.


"Sekalian untuk memberitahu tanggal pernikahan," sambung Papa Rhea lagi. Aku harus segera menikahkan Rhea dengan Rakhan, sebelum terjadi hal hal yang tidak di inginkan, batin beliau.


"Saya tidak ingin buru buru menikah dengan Rhea ,Om," pungkas Rakhan. " Untuk menentukan tanggal pernikahan saya harus bicara dengan kedua orang tua saya dulu," lanjutnya mengulur waktu.


Aku harus memberi tahu Chayra dulu sebelum dia tahu dari media, batinnya.


Akan bahaya jika Chayra tahu aku akan menikah dengan Rhea dari media. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi kucing kecil itu, kata hatinya lagi .


Hm, anak ini mencoba berkelit dari tanggung jawab, nilai papa Rhea dalam hati.


"Aku tidak akan marah atas kelakuan kamu pada Rhea dua hari yang lalu, aku juga tidak akan bertanya kenapa kamu bertindak tidak sopan pada Rhea. Aku akan menutup mata asalkan kamu menikahi Rhea," pungkas beliau merendahkan harga dirinya.


Rakhan menatap wajah papa Rhea. Yang tampak di matanya adalah wajah seorang ayah yang tanpa wibawa. Tidak ada tampilan CEO Farras yang kharismatik tegak di hadapannya.


Rakhan merasa tak berdaya untuk membantah. Apalagi dia juga belum menemukan bukti.


****"


"Kakek, aku tidak mau menikah dengan Damon!" teriak Chayra begitu dia membuka pintu ruangan kerja kakeknya.


Pak Bisma yang tengah duduk berbincang dengan Pak Aditya ,seketika mengangkat muka. " Duduk dulu," pinta beliau sambil menunjuk sofa yang terletak di seberangnya.


"Aku tidak mau duduk sebelum kakek menyetujui permintaan aku," timpal Chayra keras kepala. Dia tetap berdiri di depan pintu. Tidak bergerak sedikitpun ke arah sofa yang hanya beberapa langkah dari depan pintu.


"Duduk dulu!" tegas Pak Bisma. "Kakek tidak akan bicara sebelum kamu duduk," lanjut beliau.


Chayra ini sungguh berbeda dengan ibunya, beliau membatin. " Ibunya tidak pernah keras kepala, selalu menurut apa yang aku katakan," batin beliau lagi.


"Aku tidak mau..." Chayra terus berusaha membantah, tapi kemudian dia terdiam saat melihat Pak Aditya menggelengkan kepala sebagai isyarat memintanya menurut.

__ADS_1


"Baiklah," ujar nya menurut. Dia duduk di sofa di seberang kakeknya.


Damon juga ikut duduk. Dia duduk tidak jauh dari tempat Chayra duduk.


"Good girl," kata Pak Bisma lega. "Kakek minta kamu tidak membantah lagi pada kakek," pinta beliau.


"Aku tidak akan membantah jika kakek menepati janji," timpal Chayra. "Ingatkan kakek mengatakan jika Damon bersedia tidak menikah denganku, maka aku tidak perlu menikah dengan dia?" tuntutnya.


"Iya," angguk Pak Bisma. " Apa Damon tidak mau menikah dengan kamu?" tanya beliau heran .


Ada apa dengan pikiran Damon? kata beliau dalam hati. Bukannya, barusan masih ingin menjadi suaminya Chayra?


"Tanya saja pada Damon kalau kakek tidak percaya," balas Chayra mempersilahkan.


"Benar Kakek, saya tidak akan memaksa untuk menikah dengan Chayra," ucap Damon angkat bicara.


"Karena saya sangat mencintai Chayra. Bagi saya, yang terpenting adalah kebahagiaan Chayra," sambungnya dengan nada dramatis.


Hah? Pak Bisma terkesima dengan perkataan Damon. Ternyata Damon benar benar mencintai Chayra. Dia bahkan rela melepas cintanya demi kebahagiaan Chayra," hati beliau berkata kagum.


"Kakek dengar sendiri kan?" kata Chayra Lega. Akhirnya , dia bisa lepas juga dari hutang Budi ini.


Seperti yang sudah aku perkirakan, senyum Damon dalam hati. Sikap aku yang rela hati ini akan menggerakkan hati pak Bisma, batinnya.


"Apa?" teriak Chayra kaget. Dia spontan berdiri dari sofa.


"Kenapa kakek tidak setuju? Bukankah kakek yang mengatakan ..."


"Iya, tapi kakek tidak setuju jika kamu balik kepada Rakhan," potong Pak Bisma. "Tidak lihat apa kelakuan dia malam itu," tukas beliau mengingatkan.


Poor Rakhan, senyum Damon dalam hati. Kamu sudah menggali kuburan sendiri, kata hatinya lagi.


Malam itu waktu Pak Aditya mengirimkan pesan singkat di ponselnya agar mempersiapkan diri untuk menikahi Chayra. Beliau membeberkan alasan Pak Bisma mempercepat pernikahan karena Rakhan yang tertangkap basah berselingkuh dengan Rhea Hadiyan, anak CEO In tech.


Pak Bisma melihat ini kesempatan bagus untuk menikahkan Chayra dengan dia. Agar Rakhan tidak ada kesempatan untuk kembali pada Chayra.

__ADS_1


Saat itu dia merasa nyawanya melayang ke udara saking bahagianya.


"Aku tidak percaya Rakhan telah mengkhianati aku," cetus Chayra . "Aku yakin Rhea sudah berbuat sesuatu untuk menjebak Rakhan. Aku yakin...."


"Maaf Nona," sela Pak Aditya. " Ada baiknya kita menonton siaran televisi sekarang," sambung beliau sambil meraih remote televisi di atas meja di depan sofa.


Menonton siaran televisi? Pak Bisma mengernyitkan dahi.


Pak Aditya memberikan isyarat agar Pak Bisma duduk dengan tenang.


"Apa maksudnya ini? Aku tidak mau menonton televisi," cetus Chayra sewot. Dia sibuk meluapkan kemarahannya, malah Pak Aditya menyuruhnya untuk menonton televisi.


Mereka tidak menganggap aku penting! Malah lebih penting untuk menonton televisi! omel Chayra dalam hati.


"Nona duduk dulu," sahut Pak Aditya menenangkan.


"Sudah, kamu duduk dulu," tegas Pak Bisma. Beliau juga ingin tahu mengapa Aditya menyuruh mereka untuk menonton siaran televisi. Di saat percakapan keluarga yang sedang memanas. Pasti ada hal yang penting.


Huh, Chayra menghentakkan kaki. Dia duduk kembali di tempatnya.


Tanpa menunggu lama, smart televisi yang di tempel di dinding di seberang sofa mulai mengeluarkan gambar.


Layar smart televisi yang berukuran 50 inchi itu menampilkan gambar suasana konferensi pers.


Chayra mengernyitkan kening. Ruangan tempat konferensi press itu mirip dengan aula WT. Apakah ini konferensi pers Rakhan?


Chayra tidak perlu bertanya lagi karena dengan cepat kameraman mengarahkan ke arah orang yang tengah berbicara di depan meja konferensi.


Rakhan! gumam nya dalam hati. Apa yang mau di umumkan Rakhan? tapi melihat wajah Rakhan yang datar dan tak bergairah, sepertinya bukan berita bagus, batinnya resah.


Rakhan! gumam Damon dalam hati. Apa dia mau mengklarifikasi kejadian malam itu? Tapi, melihat wajahnya yang tidak bahagia nampaknya berita buruk.


Rakhan? Kenapa Aditya menyuruh mereka untuk menonton konferensi pers Rakhan? hati Pak Bisma bertanya. Beliau melirik asistennya itu untuk meminta jawaban.


Pak Aditya memberikan isyarat pada Pak Bisma untuk tenang.

__ADS_1


"Saya akan menikah dengan Rhea Hadiyan, anak dari CEO Farras Hadiyan, CEO In tech," kata Rakhan dengan intonasi datar. Suaranya menggema di ruang kerja Pak Bisma yang hening.


Apa? Chayra melotot.


__ADS_2