CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 94: Jika untuk mendapatkan Chayra,aku harus kehilangan perusahaan aku rela!


__ADS_3

"Seperti yang mama lihat," sahut Rakhan santai.


Chayra menundukkan wajah dalam dalam. Mukanya merah. Malu luar biasa. Dengan tangan gemetaran dia mengancingi kemejanya. Dia takut mamanya Rakhan berpikiran dia perempuan murahan.


"Kalau mama tidak salah ingat, bukankah gadis ini sudah punya calon suami?" selidik mama Rakhan.


"Dia di jodohkan secara paksa," pungkas Rakhan sambil merangkul pundak Chayra." omong omong kenapa mama ke sini?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Mama dengar gara gara video kamu memukul seorang laki laki, saham perusahaan kamu turun dengan drastis," Jawab Tante Rauna mengutarakan kekuatirannya.


"Mama tidak perlu memikirkan nya," balas Rakhan acuh. " Sepuluh persen saham itu bukannya juga pemberian aku?" sambungnya lagi.


Aduh, bagaimana ini, desis Chayra dalam hati. Dia berdiri kaku di sebelah Rakhan. Kepalanya menunduk dalam dalam. Pembicaraan Rakhan dan mamanya terlalu pribadi untuk ikut dia dengar.


"Mama ingin bicara berdua saja dengan kamu," kata Tante Rauna. Beliau menekankan intonasi pada semua kalimatnya. Seakan secara halus mengusir Chayra dari ruangan itu.


"Mama mau bicara apa?" balas Rakhan dengan raut muka tak sabar. Dia ingin cepat cepat berduaan lagi dengan Chayra.


"Mama ingin bicara berdua saja," ulang Tante Rauna. Ini anak, kenapa tidak mengerti juga? sungut beliau dalam hati.


"Ingin bicara apa sih ma?" tandas Rakhan. "Katakan saja."


"Aku pergi dulu," sela Chayra tahu diri. Dia merasa kehadirannya menganggu. Sepertinya mamanya Rakhan akan membicarakan. sesuatu yang pribadi.


"Kamu tidak boleh pergi," balas Rakhan sigap. Dia menahan tangan Chayra, mencegahnya untuk pergi.


Hm, Tante Rauna menghela nafas. Nampaknya Rakhan benar benar tergila gila pada gadis ini. Beliau belum pernah melihat anaknya bersikap seperti ini pada perempuan lain.


Bahkan ketika Blossom memutuskan hubungan, Rakhan hanya terlihat sedih sesaat. Sikapnya selama menjalin hubungan dengan Blossom juga tidak se over posesif begini.


"Baiklah," putus Tante Rauna mengalah. " Mama hanya ingin tahu sampai kapan kamu membiarkan saham perusahaan terus turun?"


"Sampai pelaku pasar bosan," timpal Rakhan. "Video viral itu hanya akan mengguncang harga saham untuk sementara, karena kinerja perusahaan aku kan tidak ada masalah," sambungnya.

__ADS_1


"Tapi jika mama tidak sabar, mama bisa jual saham mama ke aku," lanjutnya lagi.


Hm ..Tante Rauna berdecak kesal. "Bagaimana jika video ini terus berlanjut? Banyak pesaing di luar sana yang menunggu kehancuran kamu," kata beliau mengingatkan.


"Ada banyak perusahaan yang hancur bukan karena kinerjanya yang buruk tapi karena skandal pimpinannya," sambung beliau merasa tak puas melihat ketidak acuhan Rakhan.


"Mama tidak usah memikirkan hal itu, transferan mama tetap seperti biasa," timpal Rakhan.


"Kalau mama tidak ada yang akan di katakan lagi, mama boleh pulang. Aku masih ada urusan dengan Chayra," usirnya.


Urusan apa? Paling mau lanjut gosok gosok, sungut Tante Rauna dalam hati.


"Sebaiknya kamu jangan berduaan dengan gadis ini, dia sudah punya calon suami, tidak baik untuk kamu," kata mama mengingatkan.


"Gadis ini namanya Chayra,Ma," timpal Rakhan. "Aku tidak perduli apa kata orang. Jika untuk mendapatkan Chayra aku harus kehilangan perusahaan,aku rela," sambungnya yang di balas pekik histeris mamanya.


Astaga! Chayra terkesiap. Dia tidak menyangka kalau ternyata Rakhan begitu serius padanya. Tapi dia tidak bisa mengabaikan kesehatan jantung kakeknya.


Tante Rauna menatap Chayra dalam dalam. Pesona apa yang di milikinya sampai Rakhan begitu tergila gila? Rhea lebih cantik . Tinggi dan langsing.


Tapi jika Rakhan bersikeras menjadikan gadis ini sebagai istrinya, beliau harus memastikan jika gadis ini berada dalam kendalinya!


"Ya, sudah, terserah kamu," kata Tante Rauna mengalah. " Jika kamu benar benar ingin menjadikan Chayra sebagai istri, kamu harus bisa menyakinkan Pak Bisma," sambungnya sambil beranjak menuju pintu keluar.


"Mama sudah pergi, mari kita lanjutkan," bisik Rakhan begitu Tante Rauna menghilang dari balik pintu.


"Lanjutkan apa?" balas Chayra berbisik. Dadanya berdebar kencang.


"Ini," timpal Rakhan sambil memainkan jemarinya dengan lihai di antara kedua ujung bukit Chayra.


Argh...jeritan kenikmatan lolos dari bibir Chayra.


"CEO," tiba tiba pintu terbuka tanpa ada pemberitahuan.

__ADS_1


Taksa berdiri di depan pintu dengan tubuh membeku. Ya ,Tuhan! Dia lupa jika Chayra masih ada di dalam ruangan CEO.


"Ada apa?" kata Rakhan dengan tatapan membunuh.


*****


Di dalam kamarnya, Rhea mengamati bungkusan berisi serbuk putih itu dengan teliti. Bubuk apa ini? Kenapa mama merahasiakan khasiatnya? Tapi sudahlah, aku tak perduli," batinnya sambil memasukan bungkusan serbuk itu ke dalam Tote bag yang akan di pakainya Minggu depan.


Saham perusahaan Rakhan sampai siang ini terus mengalami penurunan yang signifikan, mungkin aku bisa memberikan dukungan moril pada Rakhan. Aku kan belajar ilmu bisnis juga . Siapa tahu dengan kecerdasan ku bisa membuat Rakhan mengagumi aku, batinnya penuh percaya diri.


****


"Nona Rhea pergi keluar dari rumahnya, Tuan," lapor Edward Cullen melalui sambungan telepon. Dia terus mengamati melalui teropong binokular nya. Dia memarkir sepeda motornya di seberang jalan rumah Rhea.


" Ikuti dia, dan cari kesempatan untuk mendekatinya," perintah Efron Finn. "Ambil sampel darah, rambut, air liur atau jaringan kulit. Terserah dapat yang mana di antara empat itu," sambungnya.


"Siap, Tuan," sahut Edward. Dia mematikan ponsel dan menyalakan mesin motornya.


****


Mama Rhea merebahkan diri ke atas ranjang. Keputusannya untuk kembali berhubungan dengan Efron apakah tindakan yang tepat? Entah kenapa beliau memiliki firasat sesuatu yang buruk akan terjadi.


Memang Farras adalah laki laki pertama yang menyentuhnya. Tapi satu Minggu kemudian ketika dia selesai melakukan fashion show di Paris Fashion Week, dia mendapati dirinya tidur di sebelah Efron dalam keadaan tanpa busana. Kejadian itu telah mereka sepakati untuk di rahasiakan. Lalu kenapa sekarang Efron ngotot untuk memastikan identitas asli Rhea?


****


"Anu, CEO..." Taksa meragu di depan pintu. Melihat raut muka CEO dan wajah Chayra yang memerah menahan gairah, sepertinya dia masuk di saat yang tidak tepat.


"Ada apa?" ulang Rakhan tidak sabar. " Kamu masuk tidak mengetuk pintu dan tadi membiarkan mama masuk tanpa ijin dari aku," sambungnya menahan marah.


Bagaimana tidak kesal, mau enak enakan di ganggu terus. Mana reaksi Chayra yang malu malu mau membuat dia tambah ketagihan.


"Maaf ,CEO," kata Taksa dengan keringat mengucur. Aura kemarahan kental terpancar dari wajah bos nya itu. " Tadi Ibu Rauna menerobos masuk sambil marah marah, saya tidak bisa mencegah," sambungnya membela diri.

__ADS_1


Siapa sih yang berani mencegah ibu bos yang sedang marah? batinnya.


"Dan sekarang ada apa lagi?" tanya Rakhan makin tak sabar.


__ADS_2