
Cuih, batin Taksa gemas . Ingin rasanya dia meludahi gadis itu.
Tapi jika dia ikut angkat bicara tentang obat peluntur ingatan itu, dia tidak punya bukti. Dia tidak ingin mati konyol di bombardir peluru anak buah Efron.
"Aku tidak akan menikah sebelum kamu jujur padaku," kata Rakhan tegas.
"Kamu mau apa sebagai bukti? Mau nyawaku?" sergah Rhea. Dia tidak tahu harus berkata apa untuk menyakinkan Rakhan.
"Jangan mengancam aku," tukas Rakhan kesal.
Rhea tidak bisa memberikan jawaban. Dia malah mengancam aku dengan nyawanya, batin nya curiga.
"Rhea, jangan bercanda," kata mama Rhea cemas.
Aduh! gumam Pak penghulu resah. Kapan drama keluarga ini berakhir?
"Aku tidak bercanda," balas Rhea beringas. Dia mengambil Bros yang melekat di baju kebayanya lalu mengarahkan nya di lehernya.
"Rakhan, tolong bujuk Rhea, jangan sampai dia khilaf," kata mama Rhea mengiba pada Rakhan.
"Jika aku mengasihi Rhea, siapa yang mengasihi aku?" tandas Rakhan. " Jika Rhea tidak mau mengatakan kebenaran, aku akan mencari tahu sendiri," tegasnya.
"Acara pernikahan ini di tunda," putusnya.
"Kamu tidak boleh menundanya!" sergah Efron dengan suara tajam menusuk. Dia menempelkan pistol di pinggang Rakhan.
"Pernikahan ini tidak saja harus di tunda, tapi harus di batalkan!" seru seseorang dari depan pintu masuk.
Semua yang berada di dalam ruangan menoleh ke arah pintu.
Pak Farras, papa Rhea masuk ke dalam ruangan.
Apa maksudnya? batin mama Rhea.
Papa? Eh, tidak lagi. Kenapa Om Farras datang ke sini? batin Rhea.
"Apa maksud anda, Om Farras?" tanya Rakhan tak mengerti.
"Rhea bukan anak laki laki itu. Jadi dia tidak bisa menjadi wali nikah," jawab Pak Farras dengan tenang. Nampak beliau berusaha keras menahan emosi.
"Rhea bukan anak Efron? Tidak mungkin karena tes DNA...." ujar mama Rhea kaget.
Aku bukan anak laki laki itu? teriak Rhea gembira dalam hati.
"Kenapa? Apa kamu sangat menginginkan Rhea menjadi anak Efron?" seringai Pak Farras.
"Bukan. ...bukan begitu maksud aku," timpal Mama Rhea gelagapan.
"Laki laki itu membohongi kamu. Dia juga tidak tidur dengan kamu malam itu," jelas Pak Farras.
__ADS_1
"Apa?" mata mama Rhea terbeliak. Kurang ajar, laki laki sialan itu telah membohongi aku, geram beliau dalam hati.
"Apa buktinya?" tukas Efron santai. Semua laboratorium di kota ini sudah dia beli. Dan setiap cek DNA Farras dan Rhea hasilnya adalah tidak ada hubungan paternitas.
"Ini!" Pak Farras melempar hasil tes DNA ke wajah Efron. " Rhea adalah anakku!" teriak beliau menggema di dalam ruangan itu.
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu tersentak kaget .
Meski Rakhan juga merasa kaget, tapi dia melihat sebuah kesempatan.
"Silahkan selesaikan masalah keluarga kalian dulu," kata Rakhan cepat. Dia melihat kesempatan untuk melarikan diri dari situasi canggung ini.
"Ayo Taksa," panggilnya pada Taksa yang duduk melongo di kursinya.
"Tidak ada yang perlu di selesaikan," tandas Pak Farras. " Ayo Aleasaa, Rhea, ikut denganku!"
" Mereka tidak akan ikut dengan kamu!" potong Efron.
"Bukankah begitu?" ujar beliau sambil menoleh pada ibu dan anak itu.
Mama Rhea dan Rhea mengangguk dengan terpaksa.
"Ayo pergi ,Om," ajak Rakhan merasa iba pada Pak Farras yang di abaikan keluarganya.
"Tapi..." Pak Farras berusaha menolak.
"Kita akan menunggu kesempatan untuk membalas," bisik Rakhan.
*****
Dalam sekedip mata ,Chayra sudah sampai di dalam kamarnya. Hatinya hancur. Remuk. Tak ada sisa. Dia menangis sesungukkan. Rasanya seluruh dunianya sudah runtuh. Dia tidak menyangka kisah cintanya akan berakhir begitu tragis. Seandainya dia bisa, dia ingin menghapus semua kisah yang tidak menyenangkan dalam hidupnya.
Tok...tok...suara ketukan mengena di dalam kamar.
Chayra tidak bersuara . Dia juga tidak bergeming di atas kasur. Masih tetap dalam posisi duduk meringkuk bersandar di atas bantal.
Krek...suara pintu kamar terbuka.
Chayra tidak juga menoleh. Tanpa menoleh pun dia tahu siapa yang masuk. Tidak ada orang yang berani masuk ke dalam kamarnya kecuali, kakeknya.
"Rara, kamu kenapa?" tanya Pak Bisma sambil duduk di samping tempat tidur.
"Kakek..." Chayra menghambur ke dalam pelukan kakeknya .
"Kakek sudah tahu semuanya dari Kevin," bisik Pak Bisma lembut.
"Kurang ajar sekali laki laki itu. Berani memperlakukan kamu seperti ini," lanjut beliau marah.
"Jangan sebut dia lagi," pinta Chayra. Dia menghapus air mata. Malu menangis di depan kakeknya. " Aku ingin melupakan dia, Kek," sambungnya lirih.
__ADS_1
"Kakek rasa ini saat yang tepat untuk kamu menikah dengan Damon," pendapat Pak Bisma.
"Bagaimana mungkin, Kek," protes Chayra.
"Dengar dulu, kakek. Menikah dengan Damon bisa membuat kamu melupakan Rakhan," urai Pak Bisma.
"Kakek yakin Damon bisa membuat kamu jatuh cinta. Dia laki laki yang sempurna , " sambung beliau yakin.
Chayra mengatakan muka. "Apakah kakek yakin?" tanyanya ragu ragu.
"Damon laki laki yang sabar. Dia sanggup menunggu belasan tahun untuk mencari kamu. Dia berbeda dengan laki laki yang lain. Apalagi si Rakhan itu. Apa salah kamu sampai dia mempermalukan kamu seperti itu," jawab Pak Bisma.
"Menikah dengan Damon juga bisa menutup mulut keluarga Hadiyan," bujuk beliau.
"Kamu bisa menunjukkan pada mereka, jika kamu tidak mengharapkan Rakhan," kata beliau lagi.
"Tapi aku memang mengharapkan Rakhan, Kek," ujar Chayra tidak sependapat.
"Astaga Rara," geleng Pak Bisma kehabisan akal. "Bagaimana kamu bisa tetap mengharapkan Rakhan jika dia sudah melupakan kamu sepenuhnya?"
Hah, betul juga, desis Chayra dalam hati. Dia benar benar malu di acara pernikahan Rhea dan Rakhan tadi.
Tapi selama belum di sahkan akad nikah, aku masih punya peluang, batinnya bertekad kuat.
"Kata Kevin, Rakhan sudah resmi menjadi suami Rhea. Lalu apa yang kamu tunggu?" kata Pak Bisma selanjutnya yang serta Merta membuat Chayra tersentak.
"Rakhan sudah menikah?" kata Chayra pelan pelan.
"Iya," angguk Pak Bisma.
"Hwa.....hu...hu...," Chayra tak kuasa menahan tangis. Dia menangis lagi.
"Kakek akan mengurus pernikahan kamu. Satu Minggu lagi kamu akan menikah dengan Damon," putus Kakek.
Chayra diam saja. Dia masih sibuk menangis.
Pak Bisma mengartikan sebagai jawaban iya.
"Istirahat saja," kata Pak Bisma sambil mengelus rambut Chayra dengan lembut. "Kakek keluar dulu."
Chayra tidak menjawab. Dia masih saja menangis.
"Bagaimana kelanjutan acara pernikahan Rakhan?" tanya Pak Bisma begitu beliau melihat Kevin berdiri di depan pintu kamar Chayra.
"Pernikahan di tunda, pak," jawab Kevin.
"Pastikan Chayra tidak mengetahui berita itu," perintah Pak Bisma.
"Siap, Pak!" angguk Kevin.
__ADS_1
***
Begitu keluar dari rumah Efron Finn, Rakhan segera menuju gedung WT. Dia tak sabar untuk menemui tim biologi yang masih berkutat di lab biologi WT.