CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 103 :Don't underestimed me ( Jangan remehkan saya)!


__ADS_3

"Sedang apa kamu di sini?" tanya Damon. Dia duduk di kursi di hadapan Arfan.


Sial! Kenapa Mas Damon duduk di mejaku? batin Arfan kesal. Chayra pasti tidak akan mendatanginya jika melihat ada Damon di sini.


"Sedang menunggu teman, Mas," jawab Arfan seadanya.


"Girl?" kata Damon. Dia ingin menyambung dengan menyebutkan nama Chayra, tapi tidak jadi. Dia tak ingin Arfan curiga.


"Iya," angguk Arfan cepat. " Jadi Mas Damon kalau bisa cari bangku yang lain ya, karena aku mau berkencan," sambungnya dengan nada mengusir.


"Aku ingin lihat gadis mana yang bisa membuat kamu keluar dari tumpukan buku akuntansi," ledek Damon. "Pasti gadis yang sangat luar biasa," selidiknya.


"Ya, dia luar biasa cantik dan rendah hati.," jawab Arfan. Tidak di sangka Chayra adalah pewaris tunggal Orang Tua Group. Dia tidak pernah menampakkan kesombongannya, kata hati nya.


Lalu kenapa Mas Damon bisa muncul di cafe ini? Padahal ini kan masih jam kerja? Apakah Mas Damon tahu jika Chayra akan bertemu dengannya ? perasaan tidak enak berkecamuk dalam hati Arfan.


"Aku jadi penasaran," balas Damon.


Aduh, bagaimana ini, batin Arfan. Dia mulai gelisah. Dia harus mencari alasan agar Damon pergi dari mejanya. Tepatnya, pergi dari cafe ini.


Damon merasakan kegelisahan Arfan. Tapi dia memilih pura pura tidak tahu. Laporan dari pengawal bayangan yang di tugaskan untuk mengawasi Chayra , memberitahu dia jika Chayra janji ketemu dengan temannya di cafe ini , sekitar jam ini.


Dan satu satunya yang mungkin menjadi teman Chayra adalah Arfan. Karena pengunjung cafe yang lain merupakan ibu ibu muda sosialita.


Deg! Jantung Chayra berasa berhenti berdetak dia hendak memasuki cafe. Dia melihat Arfan duduk semeja dengan Damon.


Kenapa bisa Arfan mengenal Damon? Dan mereka duduk berhadapan seperti sedang menunggu seseorang. Apakah Arfan mengkhianatinya? kata hati Chayra risau.


Chayra segera berbalik sebelum Arfan dan Damon menyadari jika dia sudah sampai di cafe ini.


Duk! Karena berjalan sambil menunduk Chayra tak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf," katanya sambil mengangguk muka. Huh, kenapa mesti dia? gerutunya dalam hati.


*****


"Apa maksud Bapak itu , Ma? Sample apa? untuk membuktikan apa?" cecar Rhea sepanjang jalan.


"Apa kamu tidak bisa diam? Mama sedang menyetir," balas mama kesal. Beliau tidak menyangka akan di buntuti Rhea.


Kenapa Rhea bisa berada di seberang cafe itu? Kemudian menggunakan teropong untuk mengawasi mamanya sendiri? Apa jangan jangan Rhea sudah menyadap ponsel aku? " kata hati mama tak tenang.


"Iya," sahut Rhea pendek. Dia tahu mamanya menyembunyikan sesuatu dari nya. Dia duduk diam sampai mobil mama masuk ke garasi rumah. Mobilnya di bawa pulang oleh supir mama.


****

__ADS_1


"Chayra?" Alsava melotot. Kaget karena tidak menyangka akan bertemu Chayra di sini.


"Iya," timpal Chayra sambil bergegas pergi.


"Tunggu dulu," kata Alsava seraya menahan tangan Chayra. "Kenapa terburu buru?" sambungnya.


Dia meneliti Chayra baik baik. Gadis itu memakai ransel yang cukup berat. Sepertinya sangat mencurigakan, batinnya.


"Aku ada urusan," balas Chayra sembari menghempaskan tangan Alsava. "Kamu siapa? Berani mencegat aku," lanjutnya kesal.


"Aku? Aku Alsava ,primadona kampus dari jurusan Sastra. Jangan pura pura tidak tahu," balas Alsava shock.


Chayra ini sungguh belagu. Pura pura tidak mengenalnya.


"Oh, iya, aku baru ingat, kamu kan yang di putusin pacar kamu yang Om Om itu," timpal Chayra.


Dia mengingatkan aku kejadian yang memalukan itu, batin Alsava.


"Aku menonton video viral itu. Tak di sangka kamu hebat juga ya, sudah punya calon suami masih menggoda CEO Rakhan," sindir Alsava dengan perasaan iri yang menggunung.


Beruntung sekali si Chayra ini, dengus Alsava dalam hati. Siapa sangka orang yang dia kira gembel ternyata pewaris tunggal Orang Tua Group. Kemudian bisa membuat dua laki laki tampan dan kaya berkelahi memperebutkan dia.


Dan yang paling dia tidak rela, salah satu laki laki itu adalah CEO Rakhan! Pengusaha muda yang di nobatkan oleh majalah Forbes sebagai salah satu dari 20 pengusaha muda sukses di bawah usia 30 tahun.


Chayra berjalan tanpa menghiraukan sindiran Alsava. Sekarang kemana dia harus pergi? Tadinya, dia mengharapkan bisa meminta bantuan Arfan untuk mencarikan tempat kos sementara.


"Chayra!" teriak Alsava kesal. Dia kesal di acuhkan seperti itu.


Chayra? telinga Damon yang tajam mendengar teriakan kencang dengan nada 7 oktaf itu.


"Mas Damon mau kemana?" tanya Arfan begitu melihat Damon berdiri tiba tiba lalu bergegas pergi.


"Pergi," jawab Damon sambil berjalan cepat. Dia ingin memastikan apakah dia tidak salah dengar.


Baguslah, senyum Arfan dalam hati. Tapi kenapa Chayra belum datang juga?


Dia mengeluarkan ponsel dari kantong celana jeansnya. Dia memutuskan untuk menelepon Chayra.


Dreet...ponsel di kantong skinny jeans Chayra berbunyi.


Skinny jeans adalah celana jeans yang ketat dan mengikuti bentuk kaki .


Chayra mengeluarkan ponsel dan melihat nama Arfan di layar monitornya.


"Kamu di mana? Aku sudah tunggu kamu dari tadi di cafe," ujar Arfan begitu Chayra mengucapkan salam.

__ADS_1


"Aku tidak jadi masuk cafe. Aku lihat kamu dengan Damon," balas Chayra. "Kamu kenal di mana dengan dia?" tanyanya ingin tahu.


"Mas Damon sudah pergi, dia tidak ada di sini lagi," timpal Arfan. "Mas Damon itu teman kakakku, juga tetanggaku," jelas nya.


"Kamu tenang saja, aku tidak cerita kalau mau bertemu kamu di sini," sambungnya menenangkan.


Mana mau aku melewatkan kesempatan untuk lebih dekat dengan Chayra,batinnya.


Jadi bukan Arfan yang menghubungi Damon, apa itu pengawal bayangan yang di sewa kakek? kata Chayra dalam hati.


Padahal dia merasa sudah berhati hati dalam pelariannya .


"Kamu mau kemana?" sebuah tangan menahan tangan Chayra .


*****


"Sekarang beritahu aku , Ma, kenapa bapak yang tadi menawarkan sample dari dia?" tanya Rhea begitu mereka sampai di rumah.


"Ceritanya nanti saja," putus Mama Rhea. Beliau harus menyusun cerita dulu untuk menyakinkan Rhea.


" Mama capek, mau istirahat dulu," sambung beliau sambil berjalan ke arah kamar yang berada tak jauh dari ruang keluarga.


"Ya, sudah mama istirahat dulu," timpal Rhea. Jika mama tidak mau menjelaskan, aku bisa menelepon bapak yang tadi, sambungnya dalam hati.


"Kamu juga istirahat," pesan mama sebelum masuk ke dalam kamarnya.


"Ya, Ma," angguk Rhea sembari menaiki tangga menuju kamarnya.


****


"Kamu lagi?" Chayra melotot. Ini orang benar benar mengesalkan.


"Iya," balas Alsava. " Apa kamu kabur dari rumah?" dia menunjuk ransel di belakang punggung Chayra.


"Bukan urusanmu," semprot Chayra kesal.


"Chayra," terdengar suara Damon beberapa langkah di belakang punggung Alsava.


"Kamu mau kemana?" sambung Damon. "Percuma juga kalau kamu mau melarikan diri, kakek pasti akan menemukan kamu," lanjutnya.


"Don't underestimate me," pungkas Chayra cepat.


****


Maaf ya readres, otor telat update di karenakan anak otor sedang sakit .

__ADS_1


__ADS_2