
" Pak Taksa?" gumam Sam tak kalah kaget. Dia spontan melepaskan rangkulannya pada tubuh Alsava.
"Kenal dia?" bisik Alsava.
"Beliau asisten pribadi CEO Rakhan," Sam balas berbisik.
Asisten CEO? Tidak heran ,outfitnya lumayan mahal,gajinya pasti juga tinggi, gumam Alsava dalam hati. Pakai pelet apa ini si Chayra, dulu CEO Rakhan mencari cari informasi tentang dia. Sekarang , asisten pribadi CEO, menempel seperti perangko. Mana perhatian lagi, batinnya iri.
"Anda jangan tertipu oleh dia ,Pak," Alsava mulai unjuk keahliannya sebagai kang fitnah. "Dia ini pacarnya om om," katanya dengan raut muka jijik.
"Eh, sembarangan," sambar Chayra marah. Andai saja perutnya tidak sakit, dia pasti akan menjambak rambut perempuan itu sampai botak.
"Tahu darimana?" tanya Taksa ingin tahu. Ini informasi penting. Penting buat CEO Rakhan.
"Tahu lah ,Pak. Saya inikan satu kampus dengan dia," jawab Alsava. " Sudah lama beredar kabar, Chayra ini simpanan om om. Mulanya saya tidak percaya, tapi kemudian ada bukti dia memang simpanan om om," lanjutnya dengan mimik ngeri.
Samuel Herring melirik Alsava. Semoga yang di katakan gadis ini benar. Walau sebenarnya, dia tidak percaya. Wajah gadis yang duduk di hadapannya ini terlihat begitu polos dan manis.
"Bukti apa?" tanya Taksa dengan rasa ingin tahu yang besar .
"Jangan dengarkan dia, Pak," pinta Chayra. " Tolong berikan saja obat saya," dia meringis.
" Tunggu dulu, aku akan menanyakan banyak hal pada kamu..."
"Percuma tanya dia ,Pak, pasti dia akan mengelak," potong Alsava. "Saya punya bukti dia peliharaan om om. Sudah seminggu ini dia di jemput di kampus oleh mobil mewah yang berganti ganti setiap hari. Sopirnya bahkan membukakan pintu untuk dia," lanjutnya dengan ekspresi seram.
Wajah Taksa berubah ungu. "Itu aku yang menjemputnya," tukasnya kesal.
Hpff....tawa Chayra hampir menyembur.
" Maksud bapak?" Alsava bertanya kaget.
" Chayra sekarang bekerja sebagai bawahan CEO Rakhan," jelas Taksa dengan muka suram. " Ini pacar anda ,Pak?" matanya mengarah pada Samuel. " Anda tahu kan apa akibatnya jika CEO Rakhan tahu?" nada suaranya terdengar mengancam.
"Eh ,iya, Pak," angguk Samuel. Dia paham maksud Taksa. Saat ini gadis itu sangat penting buat CEO Rakhan. Bahkan CEO Rakhan menugaskan Reindra untuk memantau nya .
"Kita putus," dia berpaling pada Alsava. "Permisi, Pak, Mbak Chayra, saya pergi dulu," pamitnya.
"Tunggu sayang," Alsava terperanjat. Putus? Bagaimana dengan hidup sosialita nya? Siapa yang akan menanggung?
__ADS_1
"Sekarang terbukti siapa pacarnya om om," seringai Chayra senang.
"Tunggu saja," Alsava menggertakan gigi. "Sayang, tunggu," dia berlari mengejar Samuel.
Di kejauhan ada dua pasang mata yang memperhatikan kejadian di dekat lobby utama. Sepasang mata milik Reindra. Yang berdiri di antara pepohonan di seberang jalan. Sepasang mata yang lain milik Lio.
Lio tengah duduk berhadapan dengan Arfan di dalam Cafe dessert . Cafe itu berada di sayap kanan pertokoan. Berjarak beberapa meter dari lobby utama.
"Ada apa Mas Lio mengajak ketemu di sini? Kenapa tidak ke rumah saja?" tanya Arfan heran. Tiba tiba saja kakaknya ini mengirim pesan mengajak bertemu.
"Eh, itu, aku hanya ingin bicara santai dengan kamu," jawab Lio. Otaknya berputar mencari kalimat yang tepat untuk menanyakan perihal Rhea. Jangan sampai Arfan curiga.
"Bicara apa?" tanya Arfan janggal. Kenapa mendadak Mas Lio begitu perhatian padanya. "Mas," panggilnya karena mata Lio mengarah ke luar jendela.
"Bukankah itu gadis yang kamu suka?" tanya Lio seraya menunjuk ke luar jendela.
Arfan mengikuti arah telunjuk Lio. "Chayra?" desis nya. Bukankah itu sopir yang biasa menjemput Chayra? Tapi kenapa terlihat mesra? Mereka bahkan tarik tarikan kantong plastik.
Chayra? Jantung Lio berkedut. " Maksud kamu, Chayra Minara?" tanyanya ingin memastikan.
"Iya," Arfan memalingkan pandangan ke arah Lio. " Dari mana Mas Lio tahu?"
"Iya," angguk Arfan tambah heran. "Darimana Mas Lio tahu tentang mereka?"
"Panjang ceritanya," Lio berdiri dari kursi. " Kamu pesan saja menu yang kamu suka," dia meninggalkan setumpuk uang seratus ribu di atas meja. " Aku pergi dulu, ada urusan mendadak. Maaf ya," katanya sebelum pergi .
"Eh, iya," Arfan mengangguk bingung.
***
Setibanya di dalam ruangan VVIP Ice Blue Restoran, Jalled langsung memesan makanan dan minuman yang bertuliskan recommended. Sejak keluarganya bangkrut 3 bulan yang lalu, dia sudah tidak pernah lagi makan di restoran mewah. Apalagi ini ,Ice Blue yang memiliki 3 bintang michelin, termasuk dalam restoran terbaik di Asia Pasifik. Tentulah dia tidak akan menyia-nyiakan nya.
Bintang Michelin adalah penghargaan yang diberikan untuk makanan yang luar biasa yang di sajikan di sebuah restoran. Semakin banyak bintangnya,semakin bagus kualitas restorannya.
Dahi CEO Rakhan berkerut tidak senang saat melihat harga menu yang di pesan Jalled. Untuk Steak Wagyu, sup sirip hiu, dia tidak masalah. Tapi ini Jalled juga memesan The Glamburger, yang harga seporsinya puluhan juta!
The Glamburger merupakan burger dengan isian yang mewah,seperti daging Kobe Wagyu, jamur truffle,kaviar beluga yang di taburi daun emas. Roti burgernya juga berbalut emas.
"Lo pesan apa?" tanya Jalled seraya mengembalikan daftar menu kepada pelayan perempuan yang berdiri di samping meja.
__ADS_1
"Lobster Fritata, dan air mineral," CEO Rakhan mengembalikan daftar menu yang di pegangnya ke tangan pelayan perempuan itu.
Lobster Fritata makanan yang terdiri dari lobster dan kaviar. Harganya belasan juta rupiah.
"Baik, Pak, Mohon di tunggu," pelayan itu minta diri.
"Apa yang Lo tahu tentang Chayra?" todong CEO Rakhan sesaat setelah perempuan itu meninggalkan ruangan.
"Makan dulu ya," pinta Jalled. Dia hanya ingin berjaga jaga. Takut Rakhan tidak mau membayar tagihan. " Lapar," dia beralasan.
"Now or i go, " ancam CEO Rakhan tidak sabar.
"Okay, "Jalled mengalah. "Tapi tagihannya Lo yang bayar ya?"
"Iya," angguk CEO Rakhan.
"Chayra itu calon istri Om gue," kata Jalled singkat. Dia ingin melihat reaksi Rakhan.
Dahi CEO Rakhan berkerut. Calon istri? " Terus?" tanyanya dengan nada tenang. Padahal hatinya bergemuruh.
Jalled tersenyum dalam hati. Meski Rakhan terlihat kalem, dia yakin hati Rakhan tidak.
"Sekitar 7 bulan yang lalu, perusahaan ayahnya Chayra mengalami penurunan, lalu ayahnya minta bantuan om gue," Jalled memulai cerita nya. "Om gue setuju tapi dengan syarat Chayra harus menikah dengan dia."
"Ayah aneh, mau saja dengan kesepakatan seperti itu ," kata CEO Rakhan mengecam.
"Andai kesepakatan itu dengan Lo gimana? Lo mau gak?" tanya Jalled menyelidik.
"Pertanyaan tidak penting," sahut CEO Rakhan malas . "Terus?"
"Mereka akan bertunangan pertengahan tahun ini dan menikah awal tahun depan," Jalled melanjutkan ceritanya. "Karena pertengahan tahun tinggal beberapa bulan lagi, kemaren Om mengajak gue ke rumah Chayra untuk mempersiapkan acara lamaran. Barulah CEO Agung mengaku jika Chayra kabur dari rumah sejak 6 bulan lalu."
"Lo minta berapa?" tembak CEO Rakhan langsung.
" Gue tidak ada niat untuk memeras Lo, cuma gue kasihan kalau Chayra harus menikahi Om Jaeson," Jalled berkilah.
"Minta berapa?" tukas CEO Rakhan dingin.
"20 persen saham World Tech grup, " jawab Jalled tanpa malu malu. Dari pada minta modal usaha, lebih mending minta saham, pikir nya. Dia tidak usah repot-repot bekerja.
__ADS_1
"What? Are you nuts?" tandas CEO Rakhan gusar.