CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 86 : Jika Mereka Menginginkan Informasi Maka Mereka Akan Mendapatkan nya!


__ADS_3

"Aku penasaran dengan restoran ini. Kamu sering makan di sini jadi aku...."


"Maafkan aku tidak pernah mengajak kamu makan di sini," sela Rakhan merasa bersalah. "Ayo, kita balik ke restoran tadi, aku akan menunjukkan pada kamu,makanan yang paling enak di sana," dia menggandeng lengan Chayra. "Ayo," dia menyentakkan lengan Chayra karena gadis itu tetap diam di tempat.


"Aku tidak mau," Chayra menggelengkan marah. " Seleraku sudah hilang. Aku mau pulang," tolaknya kesal.


"Sepertinya gadisku ini sedang ngambek ya?" Rakhan menggosok pipi Chayra dengan ujung hidungnya.


"Tidak, aku tidak marah," Chayra melengos. Hm, buat aku balik ke restoran itu dan bertemu mantannya Rakhan? Jelas sekali terlihat perempuan itu masih mencintai Rakhan. "Jangan pegang pegang aku," dia menyentakkan lengannya dari gandengan tangan Rakhan.


"Marah kenapa?" Rakhan berusaha sabar. " Yang tadi masih kurang ya? Mau yang seperti biasa?" godanya.


"Seperti biasa apa," sembur Chayra cemberut. " Dasar tidak peka, pergi sana. Ada perempuan cantik menunggu ...." dia belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena bibir nya sudah di bungkam oleh bibirnya Rakhan.


Huh, setiap kali aku sedang bicara selalu di hentikan dengan cara ini, batin Chayra kesal. Tapi dia tidak bisa menolak karena langsung hanyut oleh ciuman Rakhan yang memabukkan.


Hah, Chayra merasa tubuhnya melayang,dia merangkulkan lengannya pada leher Rakhan. Ya ,Tuhan , aku sudah tidak tahan lagi, desisnya.


Sial! ******* gadis ini membuat aku lupa diri,geram Rakhan kesal. Tapi ini di jalanan. dia buru buru menghentikan ciumannya.


"Kenapa ..kenapa berhenti?" cicit Chayra pelan.


"Apa mau di lanjutkan di tempat lain?" Rakhan memberikan pilihan.


"Tempat lain apa," Chayra segera tersadar. Wajahnya merah. Dia tidak ingin di kira maniak.


"Stt..." Rakhan menutup bibir Chayra dengan jari telunjuknya. " Ada yang sedang memperhatikan kita," bisiknya di telinga Chayra.


"Siapa?" Chayra balas berbisik.


"Aku tidak tahu pasti. Tapi aku bisa menduga siapa orangnya," Rakhan masih berbisik. "Mereka menginginkan informasi,maka mereka akan mendapatkan nya," katanya lagi.


"Informasi apa?" desis Chayra bertanya. " Argh..." dia mengigiti bibirnya untuk menahan suara yang keluar dari bibirnya, karena bibir Rakhan sudah menjelajahi lehernya dan memberikan kiss Mark di mana mana.


"Sudah, jangan di sini," Chayra berbisik dengan suara parau.


"Ya, sudah selesai," Rakhan mengangkat wajahnya dari leher Chayra. " Orang itu sudah pergi," katanya lagi.


Damn! Jika tidak ingat dia sedang di jalanan, ingin sekali dia menjelajahi yang tersembunyi di dalam blus itu dengan bibir dan tangannya. Dia sudah pernah melihatnya tapi belum sekalipun menyentuhnya.

__ADS_1


"Oh, iya," Chayra berusaha mengumpulkan kesadarannya. Sepertinya dia harus lebih berhati hati jika berdekatan dengan Rakhan. Bahaya. Bisa mengacaukan kesadarannya.


*****


"Kenapa mereka lama sekali?" kata Blossom resah. Dia sudah menunggu lumayan lama di depan pintu Blue restoran.


"Tidak usah di tunggu, kecil kemungkinan CEO akan balik," balas Taksa paham.


"Apakah kamu yakin?" tanya Blossom heran.


"Tentu saja, apa anda tidak mendengar CEO meminta untuk membatalkan pertemuan bisnis di restoran ini?" Taksa balik bertanya.


"Iya," Blossom mengangguk muram. "Padahal aku ingin memberitahu Rakhan sesuatu," dia berkata misterius.


"Memberitahu apa?" tanya Taksa. " Anda bisa mengatakannya pada saya, biar saya nanti yang akan mengatakan nya pada CEO."


"Aku tidak mau," geleng Blossom kuat kuat. Ini adalah kesempatan dia untuk bertemu Rakhan. Dia tidak akan melepaskan kesempatan ini.


"Sejak bertemu Mbak Chayra, CEO tidak akan pernah mau bertemu perempuan lain. Kecuali benar benar penting dan itu semua harus melewati saya," timpal Taksa.


"Begitu ya," Blossom tersenyum manis. " Tapi kamu lupa, aku ini mantan pacarnya, aku tahu bagaimana cara menaklukannya," dia mengedipkan mata pada Taksa.


*******


"Siapa dia?" tanya Pak Ravez begitu menerima kiriman sejumlah foto dan beberapa video ke ponselnya.


Foto dan video itu sungguh merusak matanya. Beliau baru tahu kalau anaknya berpacaran tidak memandang tempat. Bahkan di pinggir jalan berciuman dengan brutal. Bagaimana jika calon besan melihatnya!


"Sebentar, Pak," jawab Chand Perez ,detektif swasta yang di sewa Pak Ravez untuk mengikuti Rakhan. "Foto gadis ini akan saya kirim ke laboratorium untuk analisis foto."


"Nanti telepon lagi," kata Pak Ravez sambil menutup telepon. Beliau memperhatikan foto dan video itu lagi. Jangan jangan anak itu tahu dia sedang di ikuti. Dan dia sengaja melakukannya. Untuk memberitahu kalau gadis itu yang dia inginkan!


*****


Dari jauh, Taksa melihat Rakhan menggandeng tangan Chayra berjalan menuju restoran.


"Mana dia?" tanya Chayra pada Taksa saat melihat Blossom sudah tidak ada di depan restoran. " Perempuan itu," lanjutnya .


"Sudah pergi," jawab Taksa. "CEO," dia mendekat ke arah Rakhan lalu berbisik di telinganya.

__ADS_1


Membicarakan apa? Chayra berusaha menajamkan telinga. Namun dia tidak mendengar sesuatu apapun .


"Cari rekaman CCTV," perintah Rakhan . " Nanti kamu ke ruangan biasa," sambungnya sambil mempererat rangkulannya di pinggang Chayra yang ramping.


"Baik, CEO," angguk Taksa.


******


Sepanjang jalan menuju tempat workshop In Tech, Blossom berpikir keras. Berusaha mengingat sesuatu. Sepertinya aneh. Apakah Nyonya CEO mengajak dia bertemu di restoran mewah itu, memang hanya untuk mengajaknya makan?


Tapi, di dalam ruangan VIP restoran itu, mereka memang hanya makan. Pembicaraan mereka selama makan, hanyalah pembicaraan standar, pembicaraan basa basi. Apa hanya dia saja yang berpikiran terlalu jauh?


****


"Nama gadis itu Chayra Minara, umur 19 tahun, cucu tunggal pemilik Pak Tua Group," lapor Chand Perez ,setengah jam kemudian.


Cucu tunggal pemilik Pak Tua Group? Pak Ravez terkesima. Aset Pak Tua Group nyaris sama dengan aset perusahaan nya. Jika perusahaan mereka melakukan kerjasama, perusahaan mereka akan menjadi gurita bisnis di Indonesia ini. " Terimakasih," jawab beliau sambil mematikan sambungan telepon.


Kerjasama dengan Pak Tua Group lebih menguntungkan di banding kerjasama dengan In Tech, batin Pak Ravez. Beliau sibuk menghitung peluang bisnis.


Sudah saatnya, membuat keputusan, batin beliau lagi.


******


"Ini pelayan itu, CEO," Taksa membawa seorang pelayan perempuan masuk ke dalam ruangan VIP blue restoran. "Dari rekaman kamera CCTV, terlihat pelayan ini memasukan sebuah pil ke dalam segelas minuman," bebernya lagi.


Hah? Chayra menatap heran. Ada urusan apa pelayan ini dengan Rakhan? hatinya bertanya tanya.


"Ceritakan semua nya," perintah Rakhan. Mata elangnya menatap tajam pelayan perempuan yang berdiri tertunduk lemas di hadapannya.


"Baik, CEO," kata pelayan itu. Dia bercerita mulai dari ketika Nyonya Aleeasa menawarkan sejumlah uang untuk memasukan pil kejujuran ke dalam gelas yang akan di minum perempuan bule.


"Pil kejujuran apa?" potong Rakhan penasaran.


"Saya tidak tahu, CEO," geleng sang pelayan. " Nyonya Aaleasa tidak menjelaskan. "Cuma saya mendengar sedikit percakapan beliau dengan anaknya. Jika itu menyangkut tentang anda," lanjutnya.


"Tentang saya?" ulang Rakhan kaget. jika Tante Aaleasa dan Rhea ingin mencari informasi tentang dia melalui Blossom, bisa di pastikan informasi apa yang ingin mereka ketahui.


"Iya, CEO," pelayan itu menunduk makin dalam. "Apakah saya sudah berbuat salah?" tanyanya takut.

__ADS_1


__ADS_2