
"Jadi semua ini karena salah aku? " tukas papa Rhea marah. "Semua ini karena ulahmu!" tunjuk nya murka.
"Percuma saja bicara dengan kamu. Pantas Aleaasaa menghubungi aku meminta bantuan, " timpal Efron dengan nada mengejek.
"Apa mau mu? " seru papa Rhea seraya kembali mengayunkan pukulan.
Laki laki brengsek ini sungguh pintar membuat dia marah, batin beliau kesal.
Tap! Efron menahan tangan papa Rhea. "Aku sudah cukup menerima pukulan dari kamu! " ujar beliau sinis.
"Jika tidak mengingat Aleaasa tidak bisa hidup tanpa Rhea, aku sudah membawanya pergi jauh, " lanjut beliau.
"Bawa saja , bukannya dia sudah menjadi istri kamu! " tukas Papa Rhea.
"Aleaasaa memang sudah menjadi istri aku. Tapi aku tidak pernah menyentuhnya. Terhalang masa iddah 3 bulan perempuan yang baru saja bercerai, " timpal Efron.
"Seharusnya kau tahu itu, " sambungnya dengan nada mencemooh.
Ya, Tuhan! Papa Rhea mengusap kasar wajahnya. Kenapa aku bisa melupakan masa iddah itu? Hati ku sudah di penuhi oleh rasa amarah, kata hatinya merasa malu.
"Aku pergi, " kata Efron begitu melihat papa Rhea duduk tertunduk di atas sofa di depan ranjang pasien.
Papa Rhea hanya diam. Tidak menjawab.
"Ayo pergi, " kata Efron pada Edward yang berdiri di depan pintu.
"Bagaimana dengan Mike Morris? " tanya Edward. "Dia masih di rawat untuk beberapa hari, " lanjutnya.
"Biarkan saja dia di sini, " kata Efron. " Begitu dia sembuh, singkirkan dia! " perintah beliau.
"Baik, tuan, " kata Edward. Hukuman itu memang pantas untuk Mike karena gagal melindungi Nona, batinnya.
Mike terlalu menganggap enteng petugas keamanan di rumah CEO Rakhan, sehingga dia bisa dengan gampang di lumpuhkan, kata hatinya lagi.
****
Suara ketukan di depan pintu ruangan CEO bergema. Ketukan pelan dan sopan. Taksa menunggu di depan pintu dengan sabar. Sebenarnya dia tidak ingin menganggu sepasang sejoli yang berada di dalam ruangan itu. Namun ada berita penting yang harus dia sampaikan.
Sejak Rakhan mendapatkan ingatannya satu minggu yang lalu, dia mengangkat Chayra sebagai asisten pribadinya. Mereka terus berdua tidak kenal waktu. Mereka hampir saja tinggal serumah jika tidak di cegah oleh Pak Bisma. Mereka menurut karena sudah di restui untuk menikah bulan depan.
Tok... tok..
Taksa mengetuk lagi. Dia sudah menunggu hampir setengah jam dengan kaki kesemutan. Dia tidak berani membuka pintu jika tidak ada suara menyuruh buka dari dalam. Selain takut melihat kejadian yang membuat jiwa jomblo nya meronta, dia juga takut melihat kemarahan bosnya.
__ADS_1
"Masuk! " seru Rakhan dari dalam.
Huft, Taksa menarik nafas lega. Setelah berdiri di depan pintu selama 5 abad, akhirnya dia bisa masuk juga.
"Ada apa? " tanya Rakhan dengan mimik wajar terganggu. Setelah sibuk menjelajahi wajahnya Chayra dengan bibirnya, dia berencana akan melanjutkan pada bagian tubuh yang lain. Tapi Chayra menolak karena mengingat Taksa masih menunggu di depan pintu.
"Hari ini, Pak Efron Finn dan beberapa anak buahnya akan berangkat dengan jet pribadi menuju negara S, pada jam 5 sore, CEO, " jawab Taksa.
"Kita punya waktu sekitar dua jam jika CEO ingin menghentikan mereka meninggalkan negara ini, " lanjutnya.
"Biarkan saja mereka pergi, " kata Rakhan . " Beritahu Polisi Negara S untuk menyambut mereka di bandara. Katakan mereka telah membawa barang ilegal. Perintahkan anak buah untuk memasukkan barang ilegal itu ke dalam jet pribadi nya, " sambungnya dengan nada dingin.
"Pak Efron Finn harus membayar perbuatannya yang hampir saja membuat aku terpisah dari Chayra, " lanjutnya sambil memeluk pinggang Chayra yang berdiri malu malu di samping kursinya.
"Selain itu musnahkan pabrik Cloud di berbagai kota di Negara S. Produk mereka terlalu berbahaya, " ujar nya memberi perintah lanjutan.
"Baik, CEO, " angguk Taksa.
****
Kevin berdiri di belakang Damon yang tengah duduk di atas kursi roda. Sudah lebih dari tiga jam, dia melihat Damon duduk diam memandang kosong ke arah luar jendela.
Apakah Pak Damon menyesali tindakannya untuk merelakan nona Chayra? batinnya bertanya tanya.
Kevin terkejut ketika dia melihat Damon mengiyakan permintaan itu. Dia tidak menyangka Damon akan setuju. Melihat berapa Damon sangat mencintai Chayra, rasanya tidak mungkin jika laki laki itu akan melepas perempuan yang di cintainya begitu saja.
Dia juga melihat ketika Pak Bisma datang untuk membesuk Damon. Dia bertambah kaget saat mendengar Damon mengatakan pada Pak Bisma jika dia sudah merelakan Chayra menjadi milik laki laki lain, asalkan dia bahagia.
"Bagaimana keadaan Chayra? " tanya Damon memecah kesunyian.
"Nona Chayra baik baik saja, Pak. Nona akan menikah dengan Pak Rakhan bulan depan. Pak Bisma sudah merestui mereka, " jawab Kevin panjang lebar.
"Bagus, " kata Damon menyeringai.
Hah? kevin terkesiap. Dia tidak paham mengapa Pak Damon menyeringai.
****
"Kenapa kita berada di sini , Ma? " tanya Rhea tak mengerti.
Sudah seminggu ini dia dan mamanya berada di pedalaman hutan Amazone. Entah apa yang di cari oleh mamanya.
Selama tinggal di hutan Amazone, mereka hidup bak manusia purba. Tidak ada ponsel. Tidak ada perawatan tubuh. Tidak ada makanan enak. Mereka bahkan harus memancing ikan untuk makan.
__ADS_1
"Untuk merenungi kesalahan kita, " jawab mama Rhea.
Beliau sudah sepakat dengan suaminya untuk pergi menghilang dari peradaban modern . Mereka tidak akan kembali sampai suaminya memaafkan mereka dan datang menjemput.
"Memangnya kita salah apa, Ma? " tanya Rhea heran.
"Apa karena aku sudah menolak untuk menikah dengan CEO WT itu? Come on ( ayolah) , siapa yang mau menikah dengan CEO yang seumuran papa? " teriaknya tak senang.
Hah, Mama Rhea menghela nafas. Syarat dari Rakhan untuk memaafkan Rhea adalah Rhea harus di suntik dengan obat peluntur ingatan itu.
Sekarang Rhea sudah melupakan Rakhan dan ingatannya kembali pada malam saat dia bertengkar dengan kedua orang tuanya yang ingin menjodohkan dia dengan Rakhan.
Kenapa obat itu tidak aku berikan pada Rhea sejak awal? sesal beliau dalam hati.
Tapi setidaknya sekarang, meski harus tinggal di pedalaman Amazone, beliau tidak perduli, selama bersama dengan Rhea.
"Aku tidak tahan di sini, Ma! Aku mau pulang ! Pulang! Pulang! " teriak Rhea histeris.
"Diam! " hardik mama Rhea. "Kita akan berada di sini selamanya jika kamu tidak patuh! " ancam beliau.
"Hah!! " Rhea terperangah. "Selamanya? " ulangnya ngeri.
****
Satu bulan kemudian, di hari yang cerah, di dalam kamar penganten.
"Apakah kamu bahagia? " tanya Rakhan sambil melingkari tangannya di pinggang Chayra yang ramping.
"Ya, " angguk Chayra.
"Sekarang kamu adalah istriku, " ujar Rakhan sambil menggendong Chayra lalu merebahkannya dengan lembut ke atas ranjang penganten yang telah di hiasi ribuan bunga Anyelir putih, yang melambangkan pernikahan sakral.
"Nanti dulu, " tolak Chayra. Dia buru buru bangun. " Kakek dan orang tua kamu masih ada di ruang tamu, " ujarnya mengingatkan.
"Biarkan saja mereka, " kata Rakhan acuh. Dia menghambur ke atas ranjang lalu menerkam Chayra yang duduk di atas ranjang.
Tamat
****
Finally, setelah lebih dari 2 tahun, akhirnya novel ini tamat juga. Terimakasih kepada readers yang setia mengikuti novel ini sampai selesai.
Di tunggu kehadiran readers di novel otor, Fake love.
__ADS_1
Terimakasih 🙏