
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Archemi ramah.
"Mau pesan jas untuk tanggal 18 ini," kata Rakhan.
"Kebetulan ada jas baru, CEO," kata Archemi cepat. Dia mendekati Rakhan sambil membawa beberapa brosur.
"Ini jas yang terbuat dari dua jenis wol langka, yaitu qivuix dan vicuna. Sembilan Kancingnya berlapis emas 18 karat dan bertahtakan permata*, "sambungnya sambil memperlihatkan brosur pertama kepada Rakhan.
"Bagus," kata Rakhan. "Berapa harganya?"
"Untuk CEO, Harga pelanggan setia, 1,4 milyar," sahut Archemi dengan senyum manis.
"Aku pesan ini 1 ," kata Rakhan cepat. Dia akan memperlihatkan pada Pak Bisma, jika dia pantas menjadi cucu menantu nya.
Wah, CEO membeli jas seharga 1,4 milyar seperti membeli kacang goreng, kata Taksa dalam hati.
"Baik, CEO," jawab Archemi sumringah.
"Ada yang lain? " kata Rakhan lagi.
"Ada CEO," sahut Archemi tangkas. Dia memperlihatkan brosur kedua pada Rakhan. "Ini jas kiton K-50* yang terbuat dari wol jenis Merino, salah satu wol yang paling bagus kualitasnya," lanjutnya menjelaskan.
"harganya?" tanya Rakhan.
"840 juta, CEO. Karena produksinya limited edition, hanya 50 buah di seluruh dunia," beber Archemi.
"Aku ambil yang ini sekalian," kata Rakhan. "Untuk asistenku, " dia menunjuk Taksa yang duduk di sebelah kanannya .
Hah? Taksa tak bisa menahan rasa kagetnya. CEO membelikan aku jas seharga 840 juta??
"Maaf , CEO, saya tidak bisa..." Taksa mencoba mengatakan keberatannya.
Archemi melirik Taksa dengan wajah pedas. Aneh sekali orang ini, di belikan malah tidak mau.
"Aku membelikan buat kamu. Tidak usah bayar. Gratis. Free," potong Rakhan.
Glek! Taksa menelan ludah. Tugas apa yang harus dia kerjakan jika CEO sampai membelikan jas seharga ratusan juta?
"Kamu tidak mau?" tanya Rakhan karena Taksa diam saja.
__ADS_1
Archemi melirik Taksa lagi. Dengan wajah lebih sadis dari yang tadi.
"Bukan begitu, CEO," jawab Taksa. " Cuma saya tidak biasa memakai pakaian mahal," dia beralasan. Dia tidak yakin bisa merawat jas itu dengan baik.
"Anda jangan kuatir. Jas kiton ini...." Archemi mencoba mempengaruhi pikiran Taksa.
"Ya, sudah, kamu pilih saja yang mana," Rakhan menyela Archemi. Dia tidak mau memaksa Taksa. Bahaya jika asistennya itu tidak merasa nyaman memakainya. Akan merubah citra pengusaha muda yang ingin dia sematkan pada Taksa.
Grr!! Archemi mengeram dalam hati.
"Terimakasih,CEO," balas Taksa lega. "Yang mana jas yang paling murah,Pak?" dia beralih pada Archemi yang duduk di sebelah kiri Rakhan.
"Tunggu sebentar," Archemi berdiri. Dia berjalan ke meja display di seberang sofa.
Di atas meja display itu terletak beberapa booklet yang berisi selebaran produk yang di jual di butik ini. Archemi mengambil sebuah booklet di tumpukan paling atas lalu membawanya .
"Ini , Pak," Archemi memperlihatkan sebuah gambar setelan jas pada Taksa. " Ini setelan jas yang terbuat dari benang wol berdiameter 11 mikron*. Benang itu di rajut dengan tangan. Jadi lebih lembut. Meski harganya paling murah dari semua setelan jas yang ada di butik ini ,tapi soal kualitas nya jangan di ragukan lagi," jelasnya panjang lebar.
* sumber detail jas dari cermati.com.
Rakhan ikut melihat gambar jas yang di tunjuk Archemi. "Ini cocok buat kamu, " katanya menyarankan. Jas itu terlihat sederhana tapi tidak menimbulkan kesan murahan. Pas untuk image Taksa yang akan dia tampilkan.
" Harganya?" tanya Taksa.
Tentu saja, ini kan butik langganan CEO, mana mungkin aku mengharapkan jas seharga 5 juta,batin Taksa.
"Aku ambil ini satu," putus Rakhan karena Taksa tidak bersuara karena syok.
"Baik, terimakasih,CEO," jawab Archemi sambil tersenyum manis walau hatinya sedikit kecewa. Gara gara asisten itu,omset butiknya jadi berkurang . "Sekitar 1 Minggu lagi, saya akan menelepon Anda untuk melakukan fitting," lanjutnya.
Rakhan mengangguk.
"Terimakasih,CEO," kata Taksa dengan suara tercekat. "Bagaimana saya harus membalas kebaikan anda?" sambungnya setelah Archemi pergi ke arah meja display untuk meletakkan booklet.
"Jangan kecewakan aku,"pungkas Rakhan pendek.
Glek! Taksa menelan ludah. Pelatihan privat untuk menjadi seorang profesional dan sekarang membelikan setelan jas seharga ratusan juta . Sepertinya CEO punya rencana buruk untuk dia!
****
__ADS_1
Blossom masuk ke dalam Blue restoran, langsung ke ruangan VIP. Terakhir kali dia ke sini dua tahun yang lalu. Ketika masih menjadi kekasih Rakhan. Restoran bintang 3 Michelin ini adalah restoran favorit Rakhan.
Di dalam ruangan VIP, sudah menunggu Rhea dan mamanya. Dia menyapa ibu dan anak itu dengan ramah sebelum duduk di kursi.
Seorang pelayan perempuan masuk ke dalam ruangan membawa sebuah baki berisi welcome drink. Yaitu tiga gelas blue ocean punch . Minuman bersoda yang menggiurkan.
Welcome drink adalah minuman selamat datang yang biasanya di sajikan di hotel atau restoran .
"Silahkan di minum," kata mama mempersilahkan Blossom begitu pelayan itu pergi.
"Terimakasih," balas Blossom. Dia segera meminumnya. Blue ocean punch itu mengaliri tenggorokannya yang kering . Terasa sangat menyegarkan.
"Silahkan di lihat dulu daftar menunya, nanti baru kita pesan," kata mama.
"Baik, Nyonya," Blossom mengambil sebuah daftar menu yang berada di dekatnya.
"Ma," desis Rhea. Dia merasa was was karena melihat Blossom masih baik baik saja.
" Tenang saja," kata mama menenangkan. "Satu, dua ,tiga," beliau menghitung. Bertepatan dengan hitungan ketiga, Wajah Blossom terjatuh di meja.
"Wah, obatnya manjur," mata Rhea berbinar. "Mama hebat," pujinya.
Mama tersenyum. Beliau bahagia melihat Rhea tersenyum.
*****
Papa Rhea muncul di Workshop In Tech. Beliau ingin melihat proses syuting yang akan di upload ke medsos resmi In Tech. Beliau melihat ke sana kemari. Tidak terlihat Blossom di mana mana. Hanya ada asisten nya.
"Blossom mana?" tanya Papa Rhea pada asisten Blossom.
"Nona Blossom pergi ijin keluar, CEO," jawab asisten Blossom. " Dia pergi memenuhi undangan makan seorang teman dan tidak mengajak saya," sambungnya.
"Oh, begitu," sahut Papa Rhea heran. Beliau baru tahu jika Blossom punya seorang teman di Jakarta ini. Apakah itu Rakhan? katanya dalam hati.
****
Pelayan yang tadi membawa welcome drink ke ruangan Rhea menunggu di dapur dengan perasaan gelisah. Dia takut terjadi apa apa terhadap perempuan bule itu.
Dia tidak bisa menolak permintaan Nyonya Aleeasa untuk memasukkan pil ke dalam minuman perempuan itu. Nyonya Aleeasa adalah pelanggan VIP di restoran ini . Selain tentu saja bayaran menggiurkan yang langsung di transfer ke rekening nya.
__ADS_1
****
Selamat idul Adha ya buat readres yang merayakan, taqabaalahu Minna wa minkum 🙏