CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 75: Pak Bisma Tidak Ingin Bertemu


__ADS_3

"Langsung ke 4615 Maine Ave ...," perintah Rakhan begitu duduk di jok mobil yang menjemputnya di bandara Rochester.


"Maaf CEO, apa tidak sebaiknya kita ke hotel dulu? Sudah mulai malam,"kata Taksa menyarankan.


Rakhan menatap keluar jendela. Benar sudah malam! Kenapa jika berhubungan dengan Chayra, otaknya sudah tidak bisa berpikir?


"Ya, sudah, kita ke hotel," putusnya. " Kamu telepon asisten Pak Bisma, minta waktu untuk bertemu besok," perintahnya pada Taksa. " Nomor telepon nya tanya Jun," perintahnya lebih lanjut.


"Siap ,CEO," sahut Taksa lega. Akhirnya dia bisa beristirahat juga.


****


Sesampainya di bandara Rochester, Rhea menelepon Pak Aditya.


Mama memperhatikan dengan seksama. Merasa aneh dengan tingkah laku Rhea. Sepertinya anaknya itu menyembunyikan sesuatu.


"Kamu telepon siapa?" tanya mama begitu Rhea mematikan sambungan telepon.


"Pak Aditya , Ma. Asisten kakek Chayra," sahut Rhea. "Aku membuat janji untuk bertemu kakek Chayra besok pagi di rumahnya," sambungnya sambil memasukan ponsel ke dalam tas ranselnya.


"Jam berapa? Jangan terlalu pagi, Re," tegur mama.


"Jam 10 Ma, tidak terlalu pagi kan?" sahut Rhea . Matanya mencari cari berkeliling. " Itu jemputan kita sudah datang, ayo ,Ma," dia mengamit lengan mama .


*****


"Siapa pelakunya?" tanya seorang laki laki setengah baya . Dia berdiri di depan kaca jendela ruangan ICU. Di dalamnya, terbaring Eouin dalam keadaan koma.


"Lionel Rayyan, orang kepercayaan Tuan Eouin selama 2 tahun ini, Tuan," jawab laki laki kekar yang berdiri di sebelahnya.


"Kenapa dia berkhianat?" tanya laki laki itu lagi.


"Untuk seorang laki laki bernama Damon Alterio, Tuan," jawab laki laki yang di tanya.


"Damon?" laki laki setengah baya mengernyitkan dahi. Sepertinya dia pernah mendengar nama itu.


"Dari hasil penelusuran , Damon itu dulunya kepala IT WT Nevada , Tuan," sahut yang di tanya.


"Masih hidup ternyata dia," laki laki setengah baya menggumam. "Padahal Eouin sudah melesatkan tembakan tepat di jantungnya." sambungnya tak percaya. " Cari mereka berdua, pastikan mereka mendapatkan nasib seperti yang di terima Eouin," perintah laki laki setengah baya dengan tatapan bengis.


"Siap, Tuan Finn," laki laki bertubuh kekar mengangguk.


****


Di saat Rakhan dan Rhea sudah beristirahat dengan nyaman di hotel, Lio dan Damon baru sampai di bandara Rochester.


Mereka naik bis yang sudah menunggu di depan hall kedatangan.

__ADS_1


Hall kedatangan adalah tempat untuk menjemput penumpang keluar dari tempat terminal kedatangan.


Bis tersebut membawa mereka ke hotel yang berada tak jauh dari Rumah sakit tempat kakek Chayra melakukan kontrol kesehatan.


****


"Kamu sudah menelepon asisten Pak Bisma?" kata Rakhan begitu Taksa mengangkat telepon.


"Sudah ,CEO," jawab Taksa. " Pak Bisma tidak bersedia untuk bertemu," sambungnya .


Apa? Rakhan sampai meloncat dari atas ranjang. Dia tak percaya ada orang yang menolak bertemu dengannya. Malah biasanya orang yang berebut ingin bertemu dia. "Apa alasannya?" tanyanya dengan suara berusaha tenang.


"Kata Pak Aditya, Pak Bisma sedang dalam perawatan setelah operasi bypass jantung dan butuh ketenangan," sahut Taksa. " Jika ingin bicara bisnis, di suruh menghubungi Presdir Pak Tua Group," lanjut nya dengan perasaan cemas. Menanti amarah CEO. Takut di anggap gagal menjalankan tugas.


"Suruh Jun meretas panggilan telepon Rhea Hadiyan," perintah Rakhan. Dia curiga penolakan Pak Bisma ada hubungannya dengan Rhea. "Begitu mendapatkan hasilnya, Jun langsung telepon aku."


"Baik, CEO," kata Taksa lega. Dia tidak mendapat amukan CEO.


Beberapa menit kemudian, Jun menelepon ke ponsel Rakhan.


"Sekitar jam 7 malam Rhea menelepon Pak Aditya, CEO," lapor Jun.


Jam 7 malam? Apa Rhea sudah sampai di bandara Rochester? "Retas kamera CCTV bandara Rochester," perintah Rakhan.


"Baik, CEO," kata Jun. Dalam hitungan menit, dia sudah mendapatkan hasilnya.


"Bagus," Sahut Rakhan sumringah. " Bonus bertambah satu bulan gaji lagi," katanya murah hati.


"Terimakasih ,CEO," sahut Jun tersenyum lebar. Jika terus mendapat bonus, dia bisa membeli 2 lagi apartemen di 506 Leonard .


"Pastikan Rhea Hadiyan tidak bisa datang esok hari. Kamu pasti tahu caranya," perintah Rakhan lagi.


"Siap CEO," balas Jun.


*****


Cuaca pagi ini di Rochester sangat cerah. Secerah hati Rakhan . Dia akan bertemu lagi dengan Chayra.


Sebelum keluar kamar hotel, dia memastikan beberapa kali di cermin jika penampilan nya cukup memuaskan. Apalagi dia akan bertemu dengan Kakek Chayra. Dia tidak ingin penampilannya bisa mempengaruhi pandangan Kakek Chayra terhadap dirinya.


Karena pergi secara tiba tiba, dia tidak membawa baju ganti. Beruntung, Toko pakaian di lantai dasar hotel menjual pakaian seukuran tubuhnya dengan bahan lumayan bagus.


*****


Rhea duduk di sofa sambil memulas pipi dengan blush on berwarna pink muda, di lanjut memoles bibir dengan lipstik berwarna nude. Setelah selesai, dia menatap wajahnya di cermin dengan perasaan puas. Tampilan sederhana yang akan memikat simpati kakek Chayra, batinnya .


"Ada perlu apa kita bertemu Kakek Chayra?" tanya mama sambil memilih pakaian yang akan di pakainya. Rhea sama sekali belum memberitahu alasannya.

__ADS_1


Rhea menimbang sesaat ,sebelum dia memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. "Untuk mempertahankan CEO Rakhan," jawabnya.


"Mempertahankan Rakhan ? Maksudnya apa?" Mama bertambah heran.


"Chayra berusaha merebut CEO Rakhan, Ma," jawab Rhea. "Aku akan minta bantuan Kakeknya untuk menyadarkan Chayra," sambungnya menjelaskan.


"Kok ya, mama tidak percaya Chayra mau merebut Rakhan. Dia kan anaknya manis dan lugu," imbuh mama.


"Mama jangan tertipu oleh tampilan dia!" tukas Rhea marah. Ish, jangan sampai mama berpihak pada Chayra, katanya dalam hati.


"Ya sudah, " mama mengalah.


Kring ....kring ...ponsel Rhea di atas kasur berdering. Dia berdiri dari sofa lalu mengangkatnya. Ternyata telepon dari Pak Aditya .


"Ada apa ,Pak?" tanya Rhea setelah telepon tersambung.


"Begini ...." terdengar suara Pak Aditya.


Kemudian mama melihat perubahan raut muka Rhea sampai anaknya itu menutup telepon.


"Kakek Chayra tidak bisa bertemu kita, Ma," kata Rhea kecewa. "Katanya ada urusan mendadak."


"Ya sudah, tidak bertemu tidak apa apa kan?" hibur mama.


Tidak bisa ketemu kakek Chayra adalah bencana! keluh Rhea dalam hati.


****


Rumah Pak Bisma berada tak jauh dari hotel tempat Rakhan menginap. Hanya menempuh perjalanan 30 menit dengan berkendara . Rakhan memang sengaja menyuruh Taksa mencari hotel terdekat.


Ting tong ....Bel rumah berbunyi.


Pak Bisma melihat jam dinding di atas perapian di ruang tengah. Tepat jam 10 pagi. Temannya Chayra memang tepat waktu, katanya dalan hati.


"Tolong buka pintu," pintanya pada Pak Aditya yang sedang mempersiapkan obat yang akan di minum bosnya itu.


"Baik, Pak," Pak Aditya berdiri dari kursi lalu berjalan menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


Saat membuka pintu, dia tercengang melihat dua orang laki laki muda yang berada di depan pintu. Satu orang tampan berwibawa sementara yang satunya terlihat seperti bawahannya.


"Anda siapa?" tanya Pak Aditya.


"Saya Rakhan khaizurran, CEO World Tech Group," Rakhan memperkenalkan diri. " Kemaren malam asisten saya sudah menelepon untuk membuat janji bertemu," lanjutnya sopan.


"Ya betul!" Pak Aditya mengiyakan. " Tapi Pak Bisma menolak bertemu anda, Maaf," dia bersiap menutup pintu.


"Tunggu dulu!" Rakhan menahan daun pintu dengan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2