CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 88: Laki laki ini adalah calon suami Chayra!


__ADS_3

"Apa maksud anda, Pak Ravez?" tanya Papa Rhea dingin. Apa Pak Ravez hendak memutuskan perjodohan?


"Mungkin ini akan mengejutkan anda, sama seperti saya, yang juga baru tahu kalau ternyata Rakhan...." Pak Ravez berhenti bicara karena melihat Pak Bisma sudah berdiri di atas panggung. " Nanti kita sambung lagi, Pak Farras," lanjut beliau.


Mata beliau terarah pada gadis yang berdiri di sebelah Pak Bisma. Gadis itu tinggi semampai, berkulit putih cerah, wajahnya juga tak kalah cantik di banding Rhea dan Blossom. Apakah gadis itu yang bernama Chayra Minara?


"Saya akan memperkenalkan cucu saya satu satunya, namanya Chayra Minara," kata Pak Bisma memperkenalkan Chayra yang berdiri di sebelahnya.


Memang dia yang bernama Chayra, Rakhan tidak salah memilih,batin Pak Ravez puas.


Apakah itu calon mantu aku? kata hati Tante Rauna, mamanya Rakhan . Beliau menatap gadis tinggi semampai yang tengah berdiri di atas panggung. Sepertinya lugu, nilai beliau dalam hati. "Gampang di setir ."


Chayra, gumam Rakhan dalam hati. Dia menatap Chayra dengan pandangan merindu.


"Di kesempatan ulang tahun Pak Tua group yang ke 100 tahun, saya juga ingin memperkenalkan calon cucu mantu saya, calon suami Chayra," lanjut Pak Bisma. "Silahkan naik ke atas panggung," sambung beliau sambil menoleh ke arah belakang panggung.


Apa? Mata Chayra terbelalak. Calon suami aku? Dia buru buru menggerakkan kepala ke arah belakang . Mencari laki laki yang di maksud kakeknya.


Apa? Mata Rakhan membesar. Calon suami Chayra? Kenapa tiba tiba Chayra sudah punya calon suami? Dan laki laki itu bukan dia!


Apa? Pak Ravez melotot. Matanya terbuka lebar memperlihatkan biji matanya .


Apa? Tante Rauna terkesiap.


Hm....Papa dan mama Rhea berdehem senang . Pak Bisma ternyata sudah mempunyai jodoh untuk Chayra dan laki laki itu bukan Rakhan!


Seorang laki laki muda, berwajah tampan asli Indonesia, berumur pertengahan 20 tahun dan bertubuh tinggi kekar naik ke atas panggung dari tangga belakang.


Damon? Chayra menggigit bibir keras keras sampai berdarah. Mengapa bisa Damon menjadi calon suaminya?


Damon? Rakhan mengernyit. Kenapa tiba tiba Pak Bisma menjadikan Damon sebagai calon suami Chayra? Dia segera melepas headset lalu memasukkan ke dalam kantong jas. Kemudian dia mengeluarkan ponsel dari kantong jas. Dia menelepon Taksa, menyuruhnya bergegas untuk masuk ke dalam ballroom.

__ADS_1


Pak Ravez dan Tante Rauna saling berpandangan. Mereka tidak bisa percaya jika laki laki yang terlihat biasa itu di pilih Pak Bisma sebagai calon suami cucunya. Anak mereka yang muda, tampan dan memiliki gurita bisnis bisa kalah oleh laki laki biasa!


Papa dan Mama Rhea menyimpan senyum dalam hati. Mereka merasa lega karena ternyata Chayra telah punya calon suami.


Begitu mendapat telepon dari Rakhan, Taksa bergegas masuk ke dalam ballroom. Di belakangnya Rhea berjalan mengikuti.


"Ada apa, CEO?" tanya Taksa begitu dia mendekat.


Rakhan menunjuk kursi di sebelahnya. Menyuruh Taksa untuk duduk. " Kamu duduk di meja orang tuamu," katanya pada Rhea. Dia menunjuk meja yang berada tak jauh dari mejanya berada.


Rhea ingin membantah. Namun wajah Rakhan sedang tidak enak di pandang. Diapun berjalan ke arah meja orang tuanya.


"Lihat laki laki itu!" perintah Rakhan pada Taksa . Dia menunjuk ke arah panggung.


Taksa melihat ke arah panggung. Dia melihat Chayra, Pak Bisma dan seorang laki laki. Laki laki itu di perkenalkan Pak Bisma sebagai direktur IT orang tua Group. " Dia direktur IT di Orang Tua Group , CEO," katanya setelah mendengar penjelasan Pak Bisma.


"Dia calon suami Chayra!" dengus Rakhan geram.


"Dia itu Damon Alterio, dulu kepala IT lab Nevada," kata Rakhan menjelaskan. " Dia juga laki laki yang sama yang kita masukan ke dalam penjara di Kota S," urainya lagi.


Taksa mengingat sejenak. "Kalau saya tidak salah ingat, laki laki yang kita tangkap itu wajahnya...."


"Dia memakai topeng kulit sintetis," sela Rakhan. " Kamu cari informasi kenapa dia bisa bebas dari penjara di kota S, " perintahnya.


"Siap ,CEO," angguk Taksa. Dalam hati dia merasa kagum. CEO Rakhan tidak terlihat panik melihat kekasihnya di jodohkan dengan laki laki lain.


"Bagaimana kamu dengan Rhea? Sudah ada kemajuan?" tanya Rakhan sambil menatap Taksa .


"Itu anu, ehm..." Jawab Taksa gagap. Bagaimana dia bisa membuat Rhea terpesona jika selama berada di teras ballroom, Rhea sibuk bertanya mengenai CEO Rakhan?


"Bicara yang jelas!" tukas Rakhan. "Selama Rhea tidak mau membatalkan perjodohan itu, aku tidak akan mendapatkan restu dari Pak Bisma."

__ADS_1


"Anda tahu ,CEO. Mana bisa saya di bandingkan dengan anda," jawab Taksa pelan. "Maaf ,CEO," cicitnya.


"Hm..." Rakhan menarik nafas panjang. "Seperti ungkapan dalam bahasa Jawa, witing tresno jalaran Suko kulino, cinta tumbuh karena terbiasa," sambungnya kemudian.


"Jika kamu dan Rhea sering bertemu dan berinteraksi bersama sama, maka perasaan cinta akan tumbuh," lanjutnya lagi.


Apa maksud CEO ini? Dahi Taksa berkeringat. Aku akan sering bertemu dengan Rhea? Apa aku akan di suruh CEO menjadi supir Rhea? Atau menjadi asisten pribadi Rhea? Atau apa? Dadanya berdebar menanti kelanjutan kalimat yang akan keluar dari bibir CEO Rakhan.


"Pak Bisma datang," desis Rakhan . "Bersikap biasa dan tidak tahu apa apa," dia mengingatkan Taksa.


"Ya, CEO," sahut Taksa cepat.


"Selamat malam, Pak Bisma," sapa Rakhan sopan saat melihat Pak Bisma berjalan melewati mejanya. Dia berdiri sambil menjulurkan tangan


"Selamat malam," Pak Bisma menyahut. Beliau menyambut uluran tangan Rakhan. Memang sayang melewatkan anak muda ini sebagai cucu mantu apalagi Rara juga sangat mencintainya," batin beliau.


"Tapi dia sudah punya calon istri dan aku juga telah terikat janji dengan Damon," beliau menggumam tanpa sengaja .


"Ada apa ,Kek?" tanya Chayra yang berdiri di belakangnya.


"Tidak apa apa," Ujar Pak Bisma sambil menoleh ke arah Chayra. " Ayo kita berkeliling untuk menyapa tamu yang lain," kata beliau lagi.


"Maaf Pak Bisma, apa saya boleh bicara sebentar dengan Chayra?" pinta Rakhan dengan wajah sendu.


Rakhan, desis Chayra. Melihat wajah Rakhan seperti itu membuatnya sedih.


"Apa kamu tidak dengar tadi kalau Chayra sudah punya calon suami? Mana bisa Rara berduaan dengan laki laki lain?" tukas Pak Bisma tajam .


"Maaf Pak Bisma, bukankah Anda mengatakan saya harus menyelesaikan urusan dulu dengan Rhea baru bisa mendekati Chayra? Saya saat ini sedang berusaha menyelesaikannya," kata Rakhan mengingatkan.


"Kamu tahu ,usia saya sudah tua. Saya tidak punya waktu untuk menunggu kamu menyelesaikan semua urusanmu itu. Saya ingin menikmati masa tua dengan menimang cicit," balas Pak Bisma tegas.

__ADS_1


Menimang cicit? Chayra bergidik ngeri. Dia tidak bisa membayangkan dirinya dengan laki laki lain selain dengan Rakhan!


__ADS_2