
"Kita akan tahu kebenaran nya," sambut Rakhan mengiyakan.
Visum? desis Rhea dalam hati. Wajahnya memucat. Bagaimana ini? Bukankah akan ketahuan jika dia masih perawan?
Tadi pada saat pandangan Rakhan teralihkan oleh kehadiran Chayra, dia melepaskan ****** ******** dan meletakkan di atas sofa. Sebagai bukti jika dia sudah berhubungan badan dengan Rakhan.
Tapi ini sekarang Rakhan menyuruhnya untuk visum! Jika saja Chayra tidak muncul, pasti sudah terjadi sesuatu di antara mereka.
*****
"Bagaimana ini , Pa?" tanya Mama Rhea kuatir. " Tidak baik seorang gadis pergi sendirian ke rumah seorang laki laki," katanya lagi.
"Kenapa Rhea bisa nekat begini?" kata Papa Rhea kesal. "Tolong ambilkan jaket papa, kita akan pergi ke rumah Rakhan," tegas beliau.
"Sekarang ,pa?" tanya mama Rhea ragu ragu. Apa yang akan di lakukan papa pada Rhea di rumah Rakhan nanti? kata hati beliau kuatir. Beliau tahu suaminya sangat tegas. Siapapun yang berbuat salah , akan terkena hukuman. Meski itu Rhea, anak kesayangannya!
"Iya, sekarang sayang," tukas Papa Rhea lagi.
"Ya, ya, baik, Pa," sahut mama Rhea sambil berjalan bergegas menuruni tangga. Semoga Rhea tidak berbuat hal yang aneh aneh, harap beliau dalam hati.
****
Mata Rakhan yang jeli menangkap kekuatiran Rhea. Hal itu membuatnya lega. Berarti dia hanya sekedar mencium cium saja. Tidak lebih. Namun tetap saja membuatnya merasa jijik. Bagaimana bisa dia menciumi Rhea dengan begitu ganas?
Bola mata Chayra juga mengikuti arah pandangan Rakhan. Di suruh tubuh Rhea yang sengaja dia pampangkan, terlihat bekas ciuman di sana sini. Chayra merasa malu melihatnya. Juga jijik. Jijik kepada Rakhan. Tidak menyangka laki laki yang di cintainya tega berselingkuh dari dia.
Dan selingkuhannya itu sahabatnya sendiri. Atau mungkin bisa di bilang mantan sahabat. Tapi tetap, dia merasa sakit hati dan marah.
"Sebaiknya, kancingkan kemeja kamu, Re," saran Chayra dengan suara tenang sambil menahan rasa mual.
"CEO good kisser," balas Rhea dengan suara penuh kemenangan . " Apakah kamu sudah pernah merasakannya?" sambungnya ingin tahu.
"Tidak perlu dengarkan dia," sela Rakhan cepat. " Aku tidak akan mungkin menyentuh gadis lain selain kamu," katanya pada Chayra.
"Tidak akan menyentuh gadis lain? itu siapa yang mencium seluruh tubuhnya? Apakah hantu?" tukas Chayra marah.
__ADS_1
"Lebih baik kamu urusi dulu Rhea, baru hubungi aku," sambungnya sambil berbalik badan. " Good bye Rakhan!" dia melambaikan tangan.
"Jangan!" sergah Rakhan cepat. " Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini," lanjutnya sambil bergerak mendekati Chayra lalu menggendongnya ala bride style.
"Mau apa kamu? Lepaskan aku!" Chayra meronta ronta dalam pelukan Rakhan.
Rhea terpaku menatapnya. Kenapa bisa Rakhan teralihkan oleh kehadiran Chayra?
"Stop it! ( hentikan!) " hadang Rhea. " Apa yang hendak CEO lakukan pada Chayra? Dia jelas jelas sudah punya calon suami," katanya mengingatkan.
" Dan anda juga harus bertanggung jawab pada aku," Sambungnya sambil memperlihatkan tubuhnya yang di penuhi warna merah bekas ciuman.
"Kamu pulang! Tidak ada yang menginginkan kamu di sini!" usir Rakhan tak perduli. " Jika semua perempuan yang aku ciumi harus aku nikahi, aku sudah punya banyak istri," tukasnya kesal.
"Apa?" Mata Chayra melotot. Rakhan sudah menciumi banyak gadis? Pantas dia sangat mahir berciuman.
"Turunkan aku!" dia tambah meronta.
" Itu sebelum aku mengenal kamu," pungkas Rakhan menjelaskan.
" Bagaimana kabarnya dengan Blossom Briana, CEO Rakhan?" Rhea menyela.
"Kata Blossom,hubungan kalian sudah sampai ke atas ranjang," seringainya.
"Kapan kamu menanyainya?" Rakhan berpaling menatap Rhea dengan wajah marah.
Hubungan dia dan Blossom memang sudah sampai ke atas ranjang, tapi itu cuma sekali, saat dia tengah mengantarkan Blossom ke apartemen nya waktu itu. Dan dia sebenarnya tidak yakin apakah dia melakukannya atau tidak.
Saat itu dia di suguhi secangkir teh pepermint hangat untuk pengusir dingin. Lalu paginya, dia terbangun di atas ranjang blossom tanpa mengenakan pakaian.
Dia tidak ingat kejadian semalam, tapi karena Blossom menangis meminta pertanggung jawaban, akhirnya dia setuju untuk menjalin hubungan dengan blossom sambil mencari jalan agar kedua orang tuanya merestui hubungannya dengan Blossom.
"Anda tidak perlu tahu," sahut Rhea dengan senyum misterius.
Pasti kejadian itu ketika di blue ice restoran! batin Rakhan. Saat rekaman kamera CCTV memperlihatkan seorang pelayan mencampurkan serbuk ke dalam minuman Blossom.
__ADS_1
Pasti Rhea menanyai Blossom mengenai hubungan dia dengan aku saat gadis itu tak sadarkan diri, batinnya lagi.
" Apa kamu yakin dengan laki laki yang gampang membawa perempuan lain ke atas ranjang, Ra? " Rhea beralih pada Chayra. " kalau aku sih tidak keberatan," sambungnya lagi.
"Dasar kamu! Lepaskan aku!" Chayra memukul mukul tangan Rakhan yang masih memeluknya dengan erat.
"Jangan dengarkan dia, kita akan bicara di kamarku di lantai atas," kata Rakhan mengindahkan kemarahan Chayra.
"Dan kamu! " Rakhan menatap Rhea dengan mata elangnya yang tajam. "Pulang sebelum aku panggil satpam untuk mengusir mu!" tukasnya dengan ekspresi wajah mengerikan.
"Aku tidak mau," balas Rhea keras kepala. Bagaimana aku bisa pulang saat ini? Ini kesempatan aku untuk menunjukan jika Rakhan sudah hampir meniduri aku dan aku harus berusaha membuat Chayra merasa jijik pada Rakhan. Siapa sih yang sudi menerima laki laki yang telah berselingkuh? seringainya dalam hati.
"Yang harus pulang itu aku," kata Chayra cepat. " Kamu harus menyelesaikan urusan kamu dengan Rhea terlebih dahulu," katanya lagi.
"Hm, banyak omong," gumam Rakhan kesal. "Aku tidak perlu menyelesaikan apapun dengan Rhea, karena aku tidak perduli dengan dia," sambungnya.
"Tapi kamu menciu..." Chayra tidak bisa menyelesaikan kalimatnya karena bibirnya sudah di tutup oleh bibirnya Rakhan.
Chayra berusaha melawan, tapi Rakhan semakin memperdalam ciumannya.
Rhea melongo melihat adegan ciuman yang berlangsung di atas tangga rumah itu. Terbesit setumpuk rasa iri. Dia melihat betapa Rakhan menciumi bibir Chayra dengan penuh kelembutan meski Chayra masih terlihat meronta ronta,berusaha untuk melawan.
"Ada apa ini!" terdengar suara menggelegar penuh kemarahan di depan pintu.
Rakhan segera menghentikan ciumannya. Dia menoleh ke arah pintu.
"Turunkan aku!" tandas Chayra dengan suara gemetar.
Rakhan bergegas menurunkan Chayra dengan perlahan.
Rhea menatap ke arah pintu dengan wajah sumringah. Dia bergegas mengancingi kemejanya yang terbuka lebar tapi membiarkan dua kancing di atas tidak terpasang. Sengaja. Agar bekas ciuman kemerahan terlihat dengan jelas.
"Maaf ,CEO, kami tidak bisa menahan beliau," ujar beberapa orang satpam penjaga gerbang bergegas masuk ke dalam.
Saat melihat pemandangan tidak biasa di dalam rumah, mereka Buru Buru menundukkan kepala.
__ADS_1
.