
Apa? Chayra terbeliak. Damon akan menembak Rakhan? Sepertinya dia serius. Bukan sekedar mengancam, batinnya takut.
"Jangan! " ujarnya cepat. Dia berdiri di depan Rakhan. Berusaha menghadang Damon.
" Aku akan ikut dengan kamu, " katanya pada Damon.
"Asalkan kamu singkirkan pistol itu, " pintanya.
"Baik," jawab Damon menurut. Dia segera menurun kan pistolnya.
"Siapa yang mengizinkan kamu untuk pergi, " sergah Rakhan sembari meraih pinggang Chayra lalu membawa gadis itu ke belakang punggungnya.
"Aku, CEO yang begitu mendominasi, mana mungkin berlindung di belakang seorang gadis, " geramnya.
Waduh, bagaimana ini, gumam Taksa. keringat dingin mulai mengucur. Dia melirik Damon. Mata laki laki itu memancarkan aura membunuh penuh rasa cemburu.
Semoga tidak terjadi apa apa pada kedua orang itu, gumamnya berharap.
"Kenapa kamu menghalangi aku? Apa kamu sudah mengingat aku? " tanya Chayra berharap cemas.
"Belum, tapi aku tidak ingin kamu pergi, " jawab Rakhan sepenuh hati.
Deg. Jantung Chayra seketika berhenti berdetak. Entah kenapa, perkataan Rakhan barusan membuat dia merasa bahagia. Saking bahagianya, dia hanya terdiam. Tidak bisa berkata kata.
Damn, geram Damon dalam hati. Tidak tahu malu, merayu calon istri orang di depan calon suaminya, geramnya kesal.
Ya, Tuhan, desis Taksa dalam hati. kenapa kedua orang ini masih sibuk memamerkan kemesraan di depan seorang calon suami yang cemburu?
"Kamu tetap di sini ya, " pinta Rakhan karena Chayra masih terdiam melongo.
Chayra hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia masih tidak bisa berkata kata. Perhatian Rakhan sungguh membuatnya bahagia.
Ini tak bisa di biarkan, dengus Damon. Diam diam dia kembali mengarahkan pistolnya ke arah Rakhan.
Tanpa basa basi, dia melontarkan peluru ke arah depan, membidik jantung Rakhan.
"CEO! " teriak Taksa sambil berlari ke arah Rakhan. Tidak boleh apapun terjadi pada CEO Rakhan! Karena dia akan jadi pengangguran.
"Tetap di sana! " perintah Rakhan pada Taksa.
Mendengar perintah Rakhan, sontak Taksa menghentikan langkah. Dia melihat bos nya itu dengan tenang menghadapi peluru yang melaju kencang ke arahnya. Kemudian tak sampai sepersekian detik, ketika peluru itu hampir mengenai dirinya, Rakhan menjepit peluru itu dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Lalu dia membalikkan peluru itu kembali ke arah Damon.
__ADS_1
Wah, Chayra terbelalak. Matanya membesar saking terpesona. Rakhan begitu luar biasa!
Ftyih, Taksa menghela nafas lega. Pantas saja CEO berani menghadapi Damon sendirian. Ternyata senjata rahasia dua jari penangkap peluru yang di kembangkan dr Thompson sudah selesai di buat, batinnya .
Bugh, Damon terhuyung. Pistol di tangannya terlepas, jatuh ke lantai.
Peluru itu nyaris mengenai pundaknya sebelum akhirnya tertancap di dinding ruang tamu.
"Pulanglah, jika tidak ingin berakhir tragis di sini, " kata Rakhan dengan suara mengancam.
"Chayra tidak akan pergi selama aku tidak mengizinkannya, " lanjutnya tegas.
"Kamu tidak berhak mengatur ngatur aku dan Chayra, " geram Damon. Meski dia kalah untuk kesekian kalinya, dia tetap tidak akan gentar.
"Aku adalah calon suaminya. Aku akan membawa dia pulang, " tegasnya.
"Coba saja kalau berani, " tandas Rakhan sembari berjalan mendekati Damon.
"Aku ingin lihat sampai dimana keberanian kamu! " tantangnya.
Hm, laki laki ini menguji kesabaranku, batin Damon. Dia mengambil sesuatu dari dalam kantong celananya secara perlahan. Agar Rakhan tidak menyadarinya.
Begitu jarak Rakhan hanya beberapa depa di depannya, dia menusukkan pisau kecil yang sudah berada dalam genggaman tangannya. Menusuknya dengan dalam lalu mencabut pisau itu dengan gerakan kilat.
Pisau jagdkommando berbentuk tiga sisi melingkar seperti bor, masing masing sisi nya sangat tajam, merupakan senjata untuk anggota militer. Pisau ini merupakan pisau paling mematikan di dunia. Karena jika tertusuk pisau ini di pastikan korbannya akan kehilangan nyawa.
Pisau jagdkommando? batin Rakhan. "Aku tidak akan mati, aku memakai rompi anti peluru, " dia balas menyeringai.
"Tapi pisau jagdkommando bukan peluru, " tandas Damon merasa menang. Dia memasukan pisau itu ke dalam sarungnya lalu memasukkan kembali ke dalam kantong celananya.
Argh.... Rakhan tersentak. Dia merasakan perih yang teramat sangat di bagian perutnya. Dia merasakan darah yang keluar seakan seperti keran. Mengucur tanpa henti. Dia menekan perutnya sekuat tenaga. Seakan berusaha menahan derasnya darah yang akan keluar.
"CEO, " kata Taksa panik. Dia mulai merasakan hal yang buruk akan terjadi.
"Rakhan, " jerit Chayra kaget . Dia kuatir melihat raut muka Rakhan yang mulai memutih. "Rakhan, " ratapnya sembari memeluk lengan Rakhan.
"Aku tidak apa apa, " bisik Rakhan pelan. " Kamu jangan kuatir ya, " lanjutnya.
Sial! Kenapa aku tidak memperhitungkan pisau sabagai alat untuk menyerang, batinnya kesal. Apalagi pisau jagdkommando yang legendaris!
"Ayo pergi, " kata Damon sambil menarik tangan Chayra dengan kuat, sehingga tangan Chayra yang merangkul lengan Rakhan terlepas .
__ADS_1
"Jangan kasar, " sentak Rakhan tak suka. Namun dia tidak bisa berbuat apa apa untuk mencegah. Pandangannya mulai buram.
Taksa tidak punya waktu untuk merasa panik. Dia segera menelepon ambulans rumah sakit milik WT group.
"Ayo pergi, " ajak Damon. Suaranya terdengar lebih lembut. Kondisi Rakhan yang tidak bisa berbuat apa apa membuat dia merasa tenang.
"Aku tidak bisa pergi, bagaimana dengan Rakhan. Kamu penjahat! " teriak Chayra penuh emosi.
"Kalau terjadi apa apa dengan Rakhan, kamu harus tanggung jawab! " teriaknya marah.
"Aku terpaksa, " timpal Damon membela diri.
"Kamu jahat! " jerit Chayra seraya memukul Damon tanpa arah.
Damon diam saja. Dia menerima semua pukulan dari Chayra.
"Kamu pergi, tinggalkan Rakhan! " sebuah suara bernada tegas terdengar di depan pintu.
Chayra menghentikan pukulannya. Dia melihat Rhea berdiri di depan pintu.
Taksa yang baru saja selesai menelepon juga ikut menoleh ke arah pintu.
Hah, datang lagi kuntilanak ini, desisnya kesal.
"Kamu tidak berhak menyuruh aku untuk meninggalkan Rakhan, " tolak Chayra.
"Aku memaksa! " kata Rhea dengan intonasi sedingin salju. "Lihat, apa yang kamu lakukan pada Rakhan, " sambungnya datar.
"Ayo kita pergi, " ajak Damon lagi. Dia merasakan kehadiran Rhea akan membawa dampak buruk untuk Chayra.
"Aku tidak mau, " tolak Chayra keras kepala. Bagaimana aku bisa pergi di saat seperti ini? batinnya resah. Melihat Rakhan meringis kesakitan membuat hatinya perih.
Di tambah lagi dengan kehadiran Rhea. Dia takut Rhea akan mempergunakan kesempatan ini untuk memberikan obat entah apa lagi untuk Rakhan.
"Aku sudah memperingatkan kamu, " tandas Rhea.
Dia mengeluarkan sebuah pistol dari tas tangannya.
"Chayra, ini hutang kamu padaku! " ujarnya sembari menarik pelatuk pistolnya.
Sebuah peluru menerjang keluar. Meluncur deras ke arah Chayra. Menuju jantung. Organ paling vital!
__ADS_1
****
Maaf ya readers, otor mulai jarang update. Karena anak otor sedang UAS, kenaikan kelas🙏