
"Maksudmu, laki laki itu yang bernama Nino?" ulang Chayra sambil menunjuk ke arah laki laki yang terbaring di ranjang itu.
Laki laki itu mengangguk.
Chayra segera melangkah mendekati ranjang yang berada di tengah kamar. Dia mengamati wajah yang tengah tertidur itu. Laki laki itu berperawakan kecil dan pendek. Dia tidak mengenalnya. Entah kalau laki laki itu membuka mata. Mungkin dia ingat pernah bertemu dimana.
"Aku tidak kenal," kata Chayra. "Kenapa dia bisa mengirimkan paket itu padaku?" tanyanya heran.
"Aku tidak tahu," laki laki itu mengangkat bahu. "Aku menemukan dia sudah dalam keadaan sekarat, di lorong jalanan di luar Park Place Villas, aku membawanya ke villa ku untuk di rawat," dia menjelaskan.
"Saat aku papah ke dalam mobil, dia bicara dengan suara terputus putus, paket itu ada pada Chayra Minara," lanjutnya. "Aku menyembunyikan dia di sini agar tidak bisa di temukan oleh Pak Eouin dan Pak Rakhan," bebernya memberitahu.
"Maksudmu, CEO Rakhan juga menginginkan robot itu?" Chayra menegaskan.
"Robot itu milik World Tech," jawab laki laki itu tegas.
" Terus kenapa robot itu malah di kirim ke aku?" tanya Chayra tambah heran.
"Aku juga tidak tahu," laki laki itu mengangkat bahu. "Nino dulunya adalah kepala robotika World Tech di Nevada, sejak dia keluar tiba tiba dari World Tech, dia acap berpindah tempat. Dia selalu merasa di kejar oleh Pak Eouin dan Pak Rakhan karena dia membawa robot 081212," jelasnya.
"Sekitar 10 hari yang lalu, Nino menghubungi aku, meminta aku untuk ke rumahnya, dia mengirimkan lokasinya melalui goggle," sambungnya. " Saat aku datang, dia tidak ada di rumahnya, aku terus mencari dan menemukan dia terbaring di lorong jalanan," tutupnya dengan raut muka sedih.
"Oh .." Chayra tidak tahu mesti berkata apa. Bagaimana reaksi CEO Rakhan seandainya dia tahu jika robotnya ada padaku? pikirnya.
****
"CEO," lapor Taksa sambil menoleh ke belakang. "Danny Renner, kepala IT di kantor cabang Kota L, melaporkan bahwa terdapat beberapa sampel kulit sintesis yang berhasil di petakan oleh drone di temukan dalam radius 85 Km dari perumahan Park Place Villas, tapi tidak di temukan benda apapun di sana. Sepertinya sudah ada yang mengambil benda itu," sambungnya lagi.
"Ok, kita akan naik heli ke sana, minta lokasi nya pada Danny," jawab Rakhan .
"Baik, CEO," sahut Taksa sambil memencet layar monitor ponselnya.
"Kita langsung ke Kantor ,Pak," kata Rakhan pada Pak supir.
"Baik, CEO," angguk Pak supir.
__ADS_1
****
"Bos, sebuah helikopter melintas ke arah Park Place Villas," lapor Lio melalui ponsel. "Dengan inisial WT," sambungnya cepat.
"Okay, kita susul mereka, berikan koordinatnya pada Larry," perintah Eouin sambil keluar dari private room.
****
Begitu helikopter mendarat, Rakhan langsung keluar. Bersamanya juga ikut turun Taksa dan Ralf Raghnick, Kepala robotika di kantor cabang.
Rakhan melihat beberapa serpihan kulit sintesis jatuh di tanah yang berpasir. Dia segera mengenali sebagai pelapis rangka aluminium tubuh robot miliknya. Serpihan itu berserakan berjejer seperti berbaris. Dia berjalan mengikuti serpihan itu sampai di titik terakhir, serpihan itu tidak di temukan lagi.
"Sepertinya ada orang yang membawa dia, CEO," Ralf mengemukakan pendapatnya. " Dengan mobil," dia menunjuk bekas ban mobil di tanah berpasir.
"Ya, " angguk Rakhan. "Seluruh tempat ini merupakan tanah berpasir, mungkin kita bisa melihat jejak mobil itu sampai di mana," katanya lagi.
"CEO, ada telepon dari Danny, komputer kantor menangkap sinyal elektrik yang sangat kuat dari desa Z, sekitar 40 km dari sini, sebelah barat daya daerah ini ," kata Taksa menyela.
"Sinyal robot itu," tanggap Rakhan. "Kenapa tiba-tiba robot itu mengeluarkan sinyal elektrik? " tanyanya heran. "Apakah robot itu tengah di upgrade?"
"Sepertinya begitu, CEO. Kata Danny, pemasangan sinyal elektrik itu untuk mempermudah pengendalian robot jarak jauh," timpal Taksa.
"Siap, CEO," angguk Ralf.
"Ayo!" Rakhan melambai pada Taksa sambil menggosok telapak sepatunya lalu dalam sekejap dia sudah berlari meninggalkan lapangan berpasir itu.
****
Setelah bertemu Damon, Chayra kembali di giring ke dalam kamar. Seorang pelayan perempuan yang mengantarkan nya tidak mengeluarkan sepatah kata pun ketika di tanya. Entah dia tidak mau menjawab atau memang tidak mengerti yang di ucapkan Chayra.
Chayra duduk di atas ranjang. Tengah sibuk berpikir. Meski di sini dia di perlakukan dengan baik, dia tetap seorang tawanan. Dia harus memikirkan cara untuk melarikan diri. Mengharapkan Damon, sepertinya tidak mungkin.
Damon terlihat lemah. Membiarkan dia di sini mungkin cara yang paling baik. Laki laki tadi, yang dia tidak tahu namanya, karena tidak memperkenalkan diri, bisa memperbaiki Damon. Rongga dada Damon yang terbuka juga telah di bungkus kembali.
Apalagi di sini juga ada Nino. Meski entah kapan laki laki itu bisa sadar, tapi dia salah seorang pencipta Damon.
__ADS_1
Pencipta Damon! Ya, Tuhan! Chayra menepuk keningnya. Dasar bodoh, idiot! dia memaki maki dirinya sendiri. Damon kan miliknya CEO Rakhan! Dia harus menelepon Taksa untuk memberitahunya.
Meski aku tidak tahu di mana ini, tapi fitur lokasi di ponsel bisa, batin Chayra. Dia mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.
Tiba tiba pintu kamar terbuka dan pelayan perempuan itu mengambil ponsel Chayra. Lalu menutup pintu kembali.
Eh? Chayra terkesima. Saking kagetnya, dia tidak sempat mempertahankan ponsel miliknya. Kenapa pelayan itu bisa tahu? Saat dia melihat sebuah kamera CCTV yang berada di sudut kamar, barulah dia paham.
***
"Pak, ada helikopter yang mengikuti kita," kata Simon Yaww, pilot helikopter WT pada Ralf Raghnick.
" Biarkan saja," balas Ralf. "Mereka dari Clouds inc," sambungnya lagi. Tadi CEO Rakhan sudah memberitahu jika ada kemungkinan mereka di buntuti oleh orang-orang dari Clouds inc, yang merupakan perusahaan milik Eouin. " Kita akan mengajak mereka tour angkasa," gelaknya.
"Baik, Pak," angguk Simon.
****
"Aduh .." Chayra mengerang. Dia berguling guling di atas ranjang. "Help," wajahnya menengadah menatap CCTV dengan ekspresi memelas.
Seketika pintu kamar berderit terbuka. Pelayan perempuan itu masuk ke dalam.
Begitu pelayan itu datang mendekat, Chayra segera menendangnya dengan kuat sampai pelayan itu terjatuh. Kemudian Chayra berlari keluar kamar setelah sebelumnya mengambil kembali ponsel dari kantong baju pelayan itu.
"Mau kemana," sebuah pistol di letakkan di pelipis Chayra.
Owh..Chayra melenguh. Cepat sekali dia tertangkap. "Mau pipis," sahutnya sambil menginjak kaki laki laki itu kemudian dia berlari menuju ke arah depan. Ke arah teras.
"Jangan harap," tukas laki laki itu. Dia mengejar Chayra dan berhasil menangkapnya di depan pintu menuju teras.
"Lepas!" Chayra menjerit. Dia meronta ronta.
"Get your hand off her! ( singkirkan tanganmu dari nya)," sebuah suara bariton terdengar di depan pintu. "Or i Will cut if off (atau aku akan memo****nya)!"
Chayra berhenti meronta. Seketika wajahnya merona. Bahagia.
__ADS_1
******
Dari reaksi Chayra sepertinya sudah tahu ya, siapa yang datang lebih duluš¤