
Pak Rakhan? Laki laki itu seketika melepaskan cengkraman tangannya pada Chayra. Lalu mendorong Chayra ke arah Rakhan di sertai tembakan pistol.
Rakhan melihat sebuah peluru menuju ke arahnya, dia melompat ke depan untuk menangkap Chayra lalu menendang peluru itu dengan kaki kirinya.
Peluru itu tertancap di dinding. Tidak berapa jauh dari tempat laki laki itu berdiri.
Laki laki itu menoleh dengan tubuh gemetar. Luar biasa! Pak Rakhan bahkan mampu menendang peluru lalu mengarahkannya ke tempat lain.
Dia kembali memuntahkan peluru dari pistolnya. Tidak hanya satu. Tapi semua peluru yang ada di dalam magasin.
Magasin adalah tempat meletakkan peluru di dalam pistol.
Ada apa ini? Taksa yang baru datang, terperangah di depan pintu. Dia melihat hujan peluru menuju ke tempat CEO Rakhan.
"Tangkap laki laki itu," teriak Rakhan begitu dia menyadari kehadiran Taksa. Dia masih menunduk di lantai sembari melindungi Chayra dengan tubuhnya. Peluru yang menghampiri nya , di tepisnya dengan ke dua tangannya.
Menangkap laki laki itu? Taksa terbelalak. laki laki itu tinggi berotot. Sepertinya tidak gampang untuk di taklukan.
"Cepat!" teriak Rakhan lagi. Dia sudah kewalahan menepis badai peluru itu. Lengan kemejanya sampai robek ,kena serempet peluru. Beruntung beberapa waktu lalu Dr Thompson mengirimkan manset lengan kulit sintesis tahan peluru, jika tidak entah bagaimana nasib tangannya saat ini.
Gila! Laki laki itu melotot. Pak Rakhan menangkis semua peluru seperti menepis debu saja! Dia mengambil peluru di dalam kantong celana dan kembali mengisinya kedalam magasin.
"Eh, iya," jawab Taksa gugup. Dia tidak punya pengalaman dalam berkelahi. Orang tuanya selalu berpesan untuk menghindari perkelahian. Dan dia selalu mengingat pesan itu.
Menyadari serbuan peluru mulai berhenti, Rakhan mendorong tubuh Chayra ke pinggir dinding lalu berdiri dengan cepat sambil melakukan tendangan Dwi hurigi, yaitu gerakan memutar di sertai lompatan ke arah kepala laki laki itu.
Salah satu tendangan paling mematikan dalam jurus taekwondo.
Wah! Taksa terkesima. Sambil bersyukur dalam hati. Dia tidak perlu berkelahi. CEO Rakhan sudah menyelesaikannya.
Bugh! Laki laki itu terlempar jauh ke belakang. Pistol di tangannya terlepas.
"Urus dia!" perintah Rakhan pada Taksa yang masih melongo di depan pintu.
"Siap, CEO," sahut Taksa.
Saat dia akan melangkah masuk, Sepuluh orang penjaga keamanan dari kantor cabang ,muncul di depan pintu.
Taksa menarik nafas lega. Tuhan benar-benar menyayangi dia. Dia tak hentinya bersyukur.
(Percakapan di bawah ini dengan bahasa Inggris ya readers ☺️)
" Bawa laki laki itu," perintah Taksa cepat.
"Baik, Pak, " salah seorang penjaga keamanan mengangguk.
Dua orang dari mereka masuk ke dalam ,lalu membawa laki laki itu ke tempat helikopter mendarat. Tidak berapa jauh dari rumah itu.
__ADS_1
" Cari robot itu," perintah Rakhan sambil berjalan mendekati Chayra yang masih terduduk di pinggir dinding.
"Baik, CEO," sahut penjaga keamanan yang tersisa.
"Robot itu ada di sana," tunjuk Chayra ke sebuah kamar di bawah tangga.
"The robot is there," Rakhan mengulangi perkataan Chayra. Telunjuknya mengarah ke kamar di bawah tangga
"Siap CEO," Jawab salah seorang dari mereka. Kemudian mereka melangkah menuju kamar yang di tunjuk Chayra.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Rakhan mendekati Chayra.
Chayra menggeleng. " Terimakasih, sudah menemukan aku," jawabnya sendu. "Tahu dari mana aku di sini?" tanyanya lagi.
"Nanti aku cerita," balas Rakhan. Dia menarik tangan Chayra untuk membantunya berdiri.
Begitu Chayra berdiri, Rakhan memeluk tubuhnya sambil mendaratkan sebuah ciuman.
What? Chayra terbeliak. Kaget. Tapi tidak menolak. Karena dia juga menginginkannya.
What? Mata Taksa nyaris keluar. Dia tidak menyangka CEO Rakhan begitu agresif. Bermesraan di tempat umum. Dia segera melengos.
"CEO," seorang penjaga keamanan keluar dari dalam kamar.
"Langsung bawa ke dalam heli," kata Taksa mendekat.
" Mau di kirim ke Somalia?" sergah Taksa.
"Tidak, Pak," geleng Penjaga keamanan itu seraya kembali masuk ke dalam kamar. Tidak berapa lama kemudian, mereka keluar sambil memapah Damon yang masih lemah.
"Langsung ke tempat heli," Taksa mengarahkan. " Jangan lihat kesana kemari," tandasnya.
"Baik, Pak," jawab semua petugas keamanan serempak.
Mereka berjalan melewati Rakhan yang masih mencium Chayra, dengan wajah tertunduk.
"Bagaimana dengan CEO, Pak?" tanya petugas keamanan yang berjalan di sebelah Taksa.
"Kita tunggu saja di dalam heli, Biarkan CEO di sini dulu," kata Taksa. " Apa kalian menemukan orang lain lagi?"
"Ada seorang laki laki terbaring koma di dalam," jawab petugas keamanan itu.
" Ya, sudah, biarkan saja," putus Taksa. Dia mengikuti semua petugas keamanan berjalan ke luar rumah. Dia sempat menoleh ke belakang. CEO Rakhan masih mencium Chayra. Wah, lama sekali durasinya, batinnya di dalam hati sambil menutup pintu dengan perlahan.
"Maaf," Rakhan menghentikan ciumannya. Dia meraba bibir Chayra yang sedikit bengkak. " Bibirmu bengkak," katanya merasa sedikit bersalah. "Apakah sakit?" bisiknya.
"Tidak," geleng Chayra malu malu.
__ADS_1
" Mau lagi?" goda Rakhan.
"Apa?" Chayra membelalakkan mata. Malu. Tapi mau. "Malu," jawabnya.
"Nanti kita lanjut," Rakhan mengedip sebelah mata. "Kita keluar dulu, sudah di tunggu," katanya sambil menggandeng Chayra. " Apa ada orang lain lagi di sini?" tanyanya.
"Aku hanya tahu ada seorang laki laki terbaring koma di dalam kamar itu dan seorang pelayan perempuan," jawab Chayra.
"Orang koma di rawat di rumah ini?" tanya Rakhan menegaskan.
" Namanya Nino Embara. laki laki tadi yang menyelamatkannya. katanya, di bawa ke sini karena takut di cari Pak Eouin dan Pak Rakhan," jelas Chayra.
"Nino Embara koma?" Rakhan menegaskan.
"Kata laki laki itu begitu," balas Chayra.
"Laki laki itu bicara apa lagi?" tanya Rakhan lagi.
"Tidak terlalu banyak," timpal Chayra. Lalu dia menceritakan semua yang di katakan laki laki itu.
Laki laki yang terlalu banyak tahu, Rakhan membatin sambil mengeluarkan ponsel dari kantong celana. " Dimana?" tanyanya begitu Taksa mengangkat telepon.
" Ke tempat heli, kami sedang membawa robot itu ,CEO," jawab Taksa.
" Kenapa semuanya pergi? Kamu bawa beberapa orang balik ke mari. Ada pelayan perempuan dan orang koma di sini," tukas Rakhan kesal.
Kami pergi untuk memberikan waktu pribadi untuk anda, CEO, teriak Taksa dalam hati. " Baik ,CEO, kami akan ke sana," sahut nya. " Apakah anda sudah selesai?" tanyanya ingin memastikan.
"Sudah," tandas Rakhan sambil mematikan ponsel. " Ayo kita pergi," katanya sembari meraih pinggang Chayra.
" Kemana?" tanya Chayra cepat.
"Ke tempat yang lebih pribadi," senyum Rakhan misterius.
Hah? Chayra terbelalak. Mukanya merah. Panas.Malu. "Apa kita tidak menunggu mereka dulu?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.
"Tidak perlu," timpal Rakhan tidak sabar. Dia tidak ingin orang orang melihat bibir Chayra yang bengkak. Dia mendekap Chayra erat lalu menggosok telapak sepatunya dengan cepat. Kemudian dalam sekejap mereka sudah melaju kencang. Melebihi kecepatan angin.
Wush....Taksa merasakan desiran angin kencang melewati nya saat dia berjalan balik ke rumah itu.
"CEO mana?" Petugas keamanan yang ikut bersama Taksa celingukan di dalam rumah.
"Sudah pergi," pungkas Taksa.
"Terus bagaimana dengan orang yang di dalam rumah?" tanya yang lain.
"Kita bawa ke kantor," putus Taksa. " Yang koma langsung hubungi rumah sakit," putusnya lagi.
__ADS_1