CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 133: In Your Dream


__ADS_3

" Anda sudah menemukan lokasinya Nona Chayra?" tanya Pak Aditya ingin tahu.


"Sudah, Pak," jawab Damon yang di sambut perasaan lega Pak Aditya.


Sejak Chayra pergi dari rumah kemaren siang, Pak Bisma terus merasa gelisah. Pak Aditya juga turut merasa prihatin.


Sekarang, mendengar Chayra sudah di temukan Damon, dalam hati beliau merasa senang.


****


"Bagaimana sudah ada kabar tentang Chayra?" tanya Rakhan begitu dia masuk ke dalam ruangan perawatan khusus rumah sakit WT.


"Belum ada kabar CEO," jawab Taksa yang berjalan di belakangnya.


"Sejak dia di bawa oleh robot 081212, kita kehilangan kontaknya," jelasnya.


"Hm, kenapa robot 081212 bisa pergi meninggalkan lab Nevada?" tanya Rakhan sembari mengernyit heran.


"Bukankah pengaktifan nya dengan Irish dan suara aku?" lanjutnya tak habis pikir.


"Kata dokter Thompson, seseorang sudah menyabotase sistem robot itu dan beliau yakin Damon Alterio adalah pelakunya," sahut Taksa.


Tentu saja dia, batin Rakhan geram. Tidak bisa di pungkiri, Damon memang yang paling tinggi ilmu IT nya di WT sampai sekarang, batinnya lagi.


"Maaf CEO, kalau saya boleh tahu kemaren apa ingatan terakhir anda ?" tanya Taksa. " Kata Pak Thamrin ini penting untuk mendeteksi berapa lama bubuk kristal itu bereaksi pada anda," lanjutnya lagi.


"Hm..." Ujar Rakhan mengingat ingat. " Sampai aku keluar untuk mengusir Rhea yang sedang melakukan live streaming," ujarnya begitu ingat.


"Anda yakin tidak mengingat kejadian selanjutnya?" tanya Taksa memastikan.


"Tidak," geleng Rakhan.


"Berarti ingatan anda di kuasai bubuk putih itu selama beberapa jam," kata Taksa setelah mendengar penjelasan Rakhan.


"Lalu apa yang terjadi selama beberapa jam?" timpal Rakhan sambil duduk di atas sofa yang terdapat di seberang tempat tidur pasien.


"Apakah anda ingin tahu?" tanya Taksa.


"Tentu saja aku ingin tahu!" bentak Rakhan kesal. " Katakan apa yang aku lakukan selama beberapa jam?"


"Hm, bagaimana ya," jawab Taksa menggaruk garuk rambut.


"Katakan saja! Kalau tidak kamu akan aku kirim ke Somalia!" cecar Rakhan.


"Anda mencium Rhea di depan kamera," kata Taksa spontan. Ups, dia menggigit bibirnya karena takut salah bicara.


"Aku mencium Rhea di depan kamera?" ulang Rakhan tak percaya. "Aku?" dia menunjuk dirinya sendiri. Tetap menolak untuk percaya.

__ADS_1


"Anda bahkan menyuruh saya untuk mempersiapkan dokumen pernikahan anda dengan Rhea," lanjut Taksa.


"Apa?" ujar Rakhan dengan mimik ngeri. "Aku melakukan itu? Cepat, sekarang ceritakan semuanya," pintanya tak sabar.


Lalu dengan ringkas ,Taksa menceritakan semuanya pada Rakhan. Mulai dari ciuman di live streaming Rhea, sampai dia melihat Rakhan berada dalam mobil ambulans.


"Damn!" teriak Rakhan. Ingin dia berkata kasar, namun dia akan mengeluarkan nya saat bertemu Rhea nanti.


"Cepat kamu temukan Chayra. Aku takut dia salah paham melihat live streaming itu," perintahnya lagi.


Aku rasa Chayra memang sudah salah paham, buktinya dia menghilang bersama robot itu, kata hati Taksa. Namun tentu saja dia tidak berani mengatakannya.


" Laksanakan," jawab nya.


****


Saat mama Rhea tengah menanti jawaban dari Rhea, ponsel mama yang tergeletak di atas meja ruang tamu berdering nyaring.


Awalnya mama mengabaikannya karena tidak menganggap penting. Dering telepon untuk anak dan suaminya di setel beliau dengan irama lagu khusus.


Dan dering telepon itu bukan dering telepon lagu khusus.


Namun , telepon itu terus berdering. Sambil berdecak kesal, beliau mengambil ponselnya . Mata beliau melotot saat melihat layar ponsel. Dari Efron!


"Kenapa?" tukas beliau begitu mengangkat telepon.


"Rhea sudah pulang dengan keadaan selamat. Apa dia sudah mengatakan imbalan apa yang harus kamu berikan untuk bantuan aku pada Rakhan?" jawab Efron.


"aku tunggu kamu di cafe tempat biasa kita ketemu, Satu jam dari sekarang," putus Efron. " Jika kamu tidak datang, nyawa Rakhan sebagai taruhannya," ancam beliau.


"Bawa juga Rhea ," lanjut beliau kemudian mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban mama Rhea.


"Sial!" sentak mana Rhea kesal. Beliau melemparkan ponselnya ke arah dinding sampai pecah.


Hah? badan Rhea bergetar. Belum pernah dia melihat mamanya semarah ini.


"Kenapa kamu tidak bicarakan dulu dengan mama sebelum melakukan perjanjian dengan laki laki sialan itu? Apa kamu tidak tahu berapa berbahayanya dia?" tandas mama Rhea menyesalkan.


"Aku tidak bisa menunggu Rakhan meregang nyawa , Ma," jawab Rhea dengan nada bersalah.


"Tapi aku juga tidak bisa mama salahkan. Bukankah mama yang lebih dulu berhubungan dengan dia?" lanjutnya berani.


"Anak ini," ujar mama Rhea kesal. Tangannya terangkat . Bersiap untuk menampar Rhea. Namun sedetik kemudian, tangan itu terkulai jatuh.


Semua memang salahku, batin beliau menyesal. Tapi apa mau di kata, nasi sudah menjadi bubur.


***

__ADS_1


Tok, tok


Pintu kamar tempat Chayra menginap di ketuk dari luar.


Arfan mengintip dari lubang pintu. Matanya terbelalak saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


"Mas Damon," katanya sambil menoleh ke arah Chayra yang berdiri di belakangnya.


"Kenapa dia bisa tahu tempat ini?" lanjutnya kaget.


"Apa sih yang dia tidak tahu," tukas Chayra kesal. "Kita kabur lewat jendela saja," usulnya.


Arfan melihat jendela yang berada di atas sofa. Jendela itu tidak terlalu tinggi. Dan langsung terhubung ke jalan raya.


"Baik," angguk ya setuju.


******


"Kita sudah menemukan titik koordinat tempat Chayra berada, CEO," lapor Taksa sesaat setelah dia mengangkat telepon dari Samuel, kepala IT WT Jakarta.


"Apa kamu yakin?" tanya Rakhan memastikan.


"Sebenarnya Pak Samuel menemukan keberadaan Damon. Tapi bukankah di mana Damon berada, Chayra juga ada di sana?" ujar Taksa berkilah.


"Benar juga. Kadang kadang kamu pintar," puji Rakhan.


Hehe ..Taksa tertawa bahagia dalam hati. Senang di puji oleh bosnya yang pelit pujian itu.


"Ayo kita pergi ke sana," perintah Rakhan sambil berdiri dari atas sofa.


"Tapi CEO, anda belum pulih seratus persen," kata Taksa mengingatkan.


"Aku akan kehilangan Chayra jika aku tidak datang sendiri," kata Rakhan tegas.


****


"Apa yang kamu mau? To the point saja," tukas Mama Rhea begitu Efron menghenyakkan pantatnya di kursi.


"Aku ingin kamu kembali padaku," pungkas Efron ringkas.


"Kamu akan lebih bahagia bersama aku dari pada bersama Farras," sahut Efron .


"In your dream," tandas mama Rhea marah.


"Terserah kamu kalau mau tetap keras kepala," Tukas Efron. "Jika kamu tidak mau bekerja sama, bukan aku yang rugi," sambungnya santai.


Grr....Mama Rhea menggertakkan gigi. Kenapa aku tidak mempertimbangkan situasi ini saat dulu meminta bantuannya?" batin beliau menyesal.

__ADS_1


"Aku setuju," kata Rhea menyela. " Aku tidak keberatan Om menjadi papaku."


"Aku ini memang papamu. Papa kandungmu!"


__ADS_2