
"Kakek baru tahu jika Damon malaikat itu ketika dia menemui kakek di Rumah sakit Rochester, dia membawa kartu nama yang dulu kakek berikan pada dokter yang mengoperasi kamu," cerita Pak Bisma.
"Kakek percaya jika itu adalah dia? Lalu kenapa dia baru muncul sekarang?" tanya Chayra curiga.
"Kakek menyuruh Pak Aditya untuk menyelidiki. Beruntung dokter yang dulu mengoperasi kamu bersedia untuk mengatakan yang sebenarnya. Damon Alterio memang pendonor sumsum tulang belakang untuk kamu," beber kakek.
"Terus?" ujar Chayra. " Kenapa dia baru muncul setelah sekian lama?"
"Dia bercerita banyak. Tentang kamu yang ditemuinya waktu naik London eye. Dia terus mencari kamu. Saat dia menemukan kamu dan mengetahui kamu adalah cucu kakek dan penerima donor sumsum tulang belakang darinya , dia bergegas menemui kakek," lanjut Pak Bisma bercerita.
"Huh, utang Budi lagi," keluh Chayra lemas. Hutang budinya pada Rhea saja belum terbalas sekarang malah bertambah hutang Budi pada Damon!
Damon! Chayra berdesis. Mendadak dia teringat pada seorang mahasiswa yang dia temui saat naik London eye di kota London, sekitar tujuh tahun yang lalu.
Mahasiswa itu mengenalkan dirinya sebagai Damon . Dia bercerita jika dia kuliah di jurusan IT dan bercita cita ingin membuat robot.
Saat itu Chayra langsung terpesona dengan kecakapan dan kepintaran mahasiswa itu.
"Aku akan membuatkan sebuah robot pintar untukmu. Mungkin sekitar lima atau enam tahun lagi. Apakah aku boleh meminta alamat kamu di Jakarta?" Chayra teringat lagi perkataan Damon waktu itu.
"Tidak usah Kak," tolak Chayra. Dia tidak terbiasa memberikan data dirinya pada orang lain. Apalagi, entah kenapa sorot mata Damon saat menatapnya terasa begitu dalam. Membuat dia merasa canggung.
Penolakan Chayra waktu itu membuat Damon terlihat kecewa. Namun kemudian dia tersenyum sambil mengelus rambut Chayra. " Kita pasti akan bertemu lagi," katanya.
Chayra hanya diam. Tidak membalas ucapan itu. Namun, tiada di sangka jika memang dia akan bertemu lagi dengan Damon dalam keadaan berhutang Budi.
"Dan sekarang dia meminta balasannya pada kakek? Untuk menjadi suami aku?" tukas Chayra. " Jika dia meminta balasan berarti dia bukanlah seorang malaikat," tandasnya kesal.
"Apapun alasannya, dia tetap malaikat penolong kamu , Chayra Minara!" sentak Pak Bisma marah. "Jika tidak ada dia, kamu tidak akan berada di sini pada saat ini," sambung beliau ketus.
Kakek marah! desis Chayra dalam hati. Belum pernah seumur hidupnya, dia mendengar kakek memanggil namanya dengan begitu lengkap.
"Kalau memang dari awal kakek akan menikahkan aku dengan Damon, kenapa kakek memberikan waktu kepada Rakhan ? Bukankah lebih baik kakek katakan sejujurnya jika Rakhan sudah tidak ada peluang?" ujar Chayra menahan tangis.
__ADS_1
Air mata menggenang di sudut mata. Dia menghapusnya dengan gerakan kasar. "Kakek memberikan aku dan Rakhan sebuah harapan palsu," gumamnya sedih.
"Maafkan kakek," balas Pak Bisma . "Kakek hanya tidak tega mengatakan tidak pada Rakhan. Kakek sengaja memberikan dia waktu sesingkat mungkin karena kakek yakin, dia tidak akan bisa memutuskan perjodohan dengan Rhea Hadiyan begitu saja. Mereka pasti akan berusaha mempertahankan Rakhan dengan segala cara," sambung beliau.
"Kakek benar benar kejam," Isak Chayra . Dia tidak dapat lagi menahan tangisnya.
Dia harus menerima perjodohan ini bukan lagi karena memikirkan penyakit jantung kakek tapi karena memang dia harus membalas utang budi!
Kenyataan ini sangat menyakitkan hatinya.
"Ini tentang utang budi," jawab kakek. "Kakek sudah berupaya menawarkan sejumlah uang dan Saham, tapi Damon tetap tidak mau. Dia hanya menginginkan kamu sebagai istrinya," sambung beliau dengan nada sedih.
Melihat Chayra bercucuran air mata begitu tak urung membuat beliau juga merasa sedih.
"Mungkin jika kamu bicara pada Damon, dia mau mendengarkannya," kata beliau mengusulkan.
Bicara pada Damon? ulang Chayra dalam hati. "Apakah bicara dengan dia bisa membuat dia membatalkan rencana pernikahan ini?" tanyanya .
"Mungkin kakek benar," pungkas Chayra sambil berdiri dari kursi. Dia bergegas meninggalkan ruang kerja kakeknya.
*****
"Kamu," jawab Efron santai sambil mengangsurkan sebuah amplop ke arah Rhea. "Lihat saja sendiri."
"Beraninya kau!" tukas Mama Rhea sambil menahan amplop itu dengan tangannya. "Kamu sudah berjanji memberi waktu aku selama dua Minggu," sambung beliau mengingatkan.
"Ada apa ini ,Ma?" kata Rhea dengan wajah bingung. " Kenapa aku tiba tiba bisa menjadi anak orang asing ini?"
"Dengarkan ,mama," balas mama berusaha menenangkan Rhea.
"Dengar apa? Dengar cerita kalau mama berselingkuh dengan laki laki lain dan hamil aku?" teriak Rhea.
" Mama tega mengkhianati papa," dia memukul meja sampai papan nomor meja terhempas jatuh ke lantai.
__ADS_1
"Dengarkan mama dulu," mama segera berdiri dari kursi. " Papamu adalah yang pertama bagi mama. Mama tidak pernah mengkhianati papa," lanjut beliau sungguh sungguh.
"Kalau begitu, kenapa aku bisa menjadi anak laki laki itu?" tukas Rhea sambil menunjuk Efron dengan marah.
"Kamu tidak akan menyesal menjadi anakku," sela Efron santai. " Aku juga tak kalah kaya di banding Farras. Yang terpenting aku bisa menjadikan Rakhan sebagai suami kamu," sambungnya dengan nada menyakinkan.
"Mana mungkin keluarga Rakhan mau menjadikan aku anak di luar nikah sebagai istri ?" tukas Rhea bertambah marah.
"Dengar dulu Rhea, kamu bukan anak di luar nikah, kamu adalah anak Farras Hadiyan," jawab Mama berusaha tegar.
"Kalau aku anak papa, kenapa laki laki itu mengatakan aku sebagai anaknya? Mama jangan coba membohongi aku," sambar Rhea.
"Dari hasil DNA, kamu adalah anakku," kata Efron menjawab.
"Kapan kamu mengambil, jangan katakan bule bodoh itu anak buah kamu!" balas Rhea kesal. Dia merasa tidak perlu beramah tamah dengan laki laki selingkuhan mamanya itu.
"Iya, kamu memang pintar," senyum Efron. " Jika aku minta pada Aleasaa,dia pasti tidak akan memberikan nya," jawab Efron dengan nada senang.
Rhea memang pantas menjadi anaknya. Gadis ini pintar dan juga mahir beladiri. Kandidat yang paling pantas untuk menggantikan Eouin yang masih tertidur koma di rumah sakit.
"Aku benci mama!" kata Rhea sambil menatap mamanya dengan pandangan marah. "Aku juga benci kamu!" tunjuknya pada Efron. Lalu dia pergi dalam keadaan marah.
"Kenapa kamu mengatakan pada Rhea tanpa seizin aku?" tandas mama kesal. " Kamu tidak tahu bagaimana dia ngamuk di rumah nanti."
"Dia tidak akan mengamuk jika Rakhan menjadi suaminya," timpal Efron santai.
"Kamu tahu dari mana tentang Rakhan?" tanya mama cepat. Rasa marahnya berganti heran.
"Mana mungkin aku tidak menyelidiki anakku sendiri," ulas Efron. "Urusan Rakhan serahkan saja pada aku. Aku tahu bagaimana cara menanganinya."
"Maksud nya apa?" tanya mama bingung. "Kamu kenal Rakhan?"
"Tentu saja, dia teman akrab Eouin. Memang suami yang cocok untuk anakku," jawab Efron dengan ekspresi senang.
__ADS_1