CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 74: Jangan Tanyakan Hal Hal Yang Tidak Perlu Kamu Tanyakan


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju Hot Spring hotel and Spa, ponsel Rakhan bergetar lagi. Dari Jun.


Rakhan mengaktifkan earphone bluetooth.


"CEO, Nona Chayra naik mobil bersama seorang laki laki. Laki laki itu bernama Aditya Anggabaya," lapor Jun begitu Rakhan mengangkat telepon.


"Kemana?" tanya Rakhan cepat.


"Dari gerak bibir Nona Chayra dan pak Aditya, saya menduga mereka akan pergi ke bandara," sahut Jun. " Mobil mereka sudah meninggalkan areal hotel, CEO," dia menutup laporannya.


"Terimakasih," Rakhan mematikan sambungan telepon. " Ke bandara ,pak," katanya.


"Tidak jadi ke hotel, CEO?" tanya Pak supir heran.


"Langsung bandara," tegas Rakhan.


"Siap,CEO," jawab Pak supir.


"Atur jadwal penerbangan dengan pilot, kita akan berangkat sekitar 1 jam lagi," perintah Rakhan pada Taksa.


"Kemana CEO?" tanya Taksa. Jangan jangan Chayra sudah meninggalkan kota ini, katanya dalam hati.


"Rochester," kata Rakhan pendek.


*****


Bagaimana ini ya? Chayra berpikir keras. Dia tidak ingin meninggalkan kota ini tanpa memberitahu Rakhan. Ingin menelepon, dia tidak tahu nomor ponselnya. Ingin balik ke hotel, takut bertemu Rhea.


Pak Aditya melirik Chayra yang duduk di sebelahnya. Dari tadi dia perhatian ,gadis itu terlihat gelisah. "Ada apa Mbak Chayra?" tanyanya.


Chayra menoleh. Heran.


"Dari tadi Om perhatian, Mbak Chayra terlihat begitu gelisah? Ada apa?" ulangnya bertanya.


"Hehe..." Chayra tertawa kecil. "Kelihatan ya ,Om?" tanyanya kikuk.


"Jelas sekali," angguk Pak Aditya.


"Ehm...Om bisa tolong aku?" tanya Chayra malu malu.


"Tolong apa?" Pak Aditya balik bertanya. Tumben ini Chayra minta bantuan.


"Tolong kirimin bunga kepada CEO Rakhan, Room 265, Down Town Grand Hotel....." kata Chayra. " notes, aku pergi menemui kakek di Rochester, Chayra," sambungnya .


"Noted," jawab Pak Aditya.


"Terimakasih ,Om," balas Chayra.


"Sama sama," sahut Pak Aditya. Sepertinya CEO Rakhan itu tidak hanya teman bagi Chayra,batinnya.


****

__ADS_1


Saat mobil hendak berbelok masuk bandara, ponsel Rakhan bergetar. Dari Jun.


Jun mengabari kalau sebuah jet pribadi telah meninggalkan bandara Caliente. Dari laporan menara pengawas bandara, di ketahui menuju Rochester.


"Lalu bagaimana CCTV di The Clinic Mayo, Rochester?" tanya Rakhan.


"Baru saja Pak Bisma meninggalkan Rumah sakit . Dari pelat nomor mobil yang menjemputnya di ketahui mobil itu milik Pak Bisma, beralamat di 4615 Maine Ave SE, Rochester," Jawab Jun sigap.


"Bagus, kirimkan alamat itu melalui pesen chat ke ponselnya Taksa," Perintah Rakhan.


"Siap, CEO," sahut Jun.


"Bonus tahunan kamu naik 3 kali lipat," imbuh Rakhan berbaik hati.


"Terimakasih ,CEO," Jun tertawa lebar. Dapat bonus auto beli apartemen baru di 506 Leonard, New York, gumamnya.


Apartemen di daerah 506 Leonard, termasuk dalam 10 apartemen termahal di dunia.


"CEO," Taksa angkat bicara. " Ada telepon masuk. Dari resepsionis di Downtown Hotel , katanya, ada sebuah buket bunga Alastroemeria untuk anda," dia memberitahu dengan saluran telepon masih terhubung.


Rakhan berpaling ke arah Taksa sambil memasukan ponsel ke dalam kantong celananya. Bunga Alastroemeria adalah bunga khas Amerika Selatan yang melambangkan persahabatan. Dia tidak punya teman di sini. Apalagi ada yang Sampai mengirimkannya bunga.


" Dari siapa?" tanya Rakhan heran.


"Dari Mbak Chayra, CEO," jawab Taksa memberitahu. " Ada kartu juga di dalamnya," sambungnya. " Tapi bagian resepsionis tidak berani membukanya," katanya .


"Suruh mereka buka dan bacakan untukku," tukas Rakhan tak sabar.


"Baik, CEO, " sahut Taksa. Lalu dia meminta kepada salah satu resepsionis hotel untuk membuka kartu ucapan itu. " Aku menemui kakek di Rochester, Chayra," dia mengulangi ucapan resepsionis hotel. Huh, untung saja bukan pernyataan cinta," gumamnya dalam hati. Kalau pernyataan cinta, dia sungguh malu untuk menyampaikan melalui suara.


"Baik, CEO," angguk Taksa. Lalu dia menyampaikan perintah dari CEO Rakhan.


Tunggu aku kucing kecil, aku akan menjemputmu," batin Rakhan.


****


"Pesawat ke Rochester baru akan take off 5 jam lagi, kamu serius ingin pergi juga?" kata Lio tak percaya.


"Off course ( tentu saja), sudah sejauh ini, aku tak akan mungkin kembali," timpal Damon berkeras hati.


"Kamu tidak akan bisa bersaing dengan CEO Rakhan, lihat, itu dia sedang berjalan menuju Diamond precious lounge dan akan berangkat dengan private jet," kata Lio berusaha menyadarkan Damon.


Diamond Precious lounge adalah ruang tunggu khusus untuk penumpang jet pribadi.


"Kamu tidak tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang," tukas Damon. Dia berjalan menuju ruang tunggu.


Kamu salah, batin Lio. Karena cinta juga lah aku meninggalkan keluarga untuk menjalankan pesan terakhir orang yang paling aku cintai.


****


"Ayo ,Ma, siap siap," kata Rhea begitu dia membuka pintu kamar hotel.

__ADS_1


"Ada apa? Kita mau kemana? " mama yang sedang berbaring santai langsung terduduk. "Kita saja baru sampai," lanjut mama tak habis pikir.


"Ke Rochester," jawab Rhea sambil menutup pintu. Dia berjalan menuju lemari lalu mengeluarkan kopernya.


" Ngapain kita ke sana? Bukannya Chayra dan Rakhan masih ada di sini?" kata mama bingung.


"Mereka sudah tidak ada di sini," timpal Rhea.


"Coba ceritakan pada mama sejelas jelasnya, mama bingung ini," tukas mama sambil turun dari ranjang. "Kamu ketemu asisten kakeknya Chayra?"


Rhea menggeleng. " Aku melihat dari front office, Chayra pergi bersama Pak Aditya, tidak berapa lama, CEO Rakhan datang dan pergi juga. Aku yakin dia pergi menyusul Chayra," ceritanya.


"Lalu kenapa pergi ke Rochester?" tanya mama masih bingung.


"Kakek Chayra di rawat di sana. Tadi aku sudah menelepon Pak Aditya untuk memastikan," jawab Rhea. " Cepat ,Ma, sebentar lagi kita akan di jemput helikopter," sambungnya.


"Syukurlah Chayra sudah selamat," timpal mana lega. " Karena urusan kita sudah selesai, kita balik saja ke Jakarta," saran mama. " Minggu ini mama ada acara rutin, arisan berlian ," lanjut mama.


Balik ke Jakarta dan membiarkan CEO Rakhan bertemu dengan Kakek Chayra? Jika itu sampai terjadi, dia yakin Rakhan akan sangat marah padanya.


"Tanya tanyanya nanti saja ,Ma. Keburu helikopter datang," tolak Rhea.


"Hmph, baiklah," mama mengalah.


*****


Precious lounge di lengkapi dengan berbagai fasilitas yang membuat nyaman penumpang yang akan menunggu waktu keberangkatan.


Namun tidak bagi Rakhan. Dia berulang kali melihat arloji yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Berharap jarum jam berputar lebih cepat, sehingga dia bisa cepat naik pesawat.


Dia berasa tidak nyaman, saat melihat Rhea dan mamanya masuk ke dalam Precious lounge. Jika tidak melihat Nyonya Farras, dia pasti akan langsung mengusir Rhea.


"Rakhan," Mama Rhea datang menyapa.


Untuk sopan santun, Rakhan berdiri dari sofa lalu menyalami Mama Rhea. " Maaf, Tante, saya banyak urusan jadi tidak sempat bertemu Tante," katanya basa basi. "Tante akan kemana?"


"Tidak apa apa, Tante mengerti," sahut Mama Rhea ramah. "Kami akan ke Rochester. Kamu akan kemana?" tanya mama.


Awas saja jika Rhea pergi ke Rochester untuk mengacaukan rencanaku, gumam Rakhan dalam hati. " Ke Rochester ,Tante . Maaf, pesawat saya akan segera berangkat," pamitnya bergegas.


Eh? Taksa terperanjat. Pesawat baru akan berangkat 1 jam lagi. Tadi pilot menelepon untuk meminta waktu pengunduran take off.


"Karena kita akan ke kota yang sama, bagaiman kalau kami ikut naik pesawat anda?" Rhea menawarkan diri. "Benar kan ,Ma?" dia mengerling pada mama.


Eh? Kenapa Rhea menjadi tidak tahu malu begini? kata mama dalam hati.


"Iya kan, Ma?" Rhea menggoyang tangan mama. Kalau mama yang meminta CEO ini pasti tidak akan menolak.


Huh, dasar tidak tahu malu, geram Rakhan dalam hati. " Maaf Tante, tidak bisa. Dalam perjalanan nanti saya akan membahas masalah bisnis," senyumnya sopan.


"Tidak apa apa, Tante mengerti," sambut mama. "Re, mama mau ke sana dulu," mama menunjuk kursi pijat listrik di sudut ruangan.

__ADS_1


"Anda mau menyusul Chayra kan?" tanya Rhea setelah mama pergi.


"Jangan tanyakan hal hal yang tidak perlu kamu tanyakan," tandas Rakhan sambil melangkah pergi.


__ADS_2