CEO Melankolis

CEO Melankolis
Bab 117: Take a deep breath ( Tarik nafas dalam dalam)


__ADS_3

Yes! Rhea melompat dari atas sofa. Rona bahagia menyebar di wajahnya yang putih mulus.


"Ma..." dia memeluk mamanya. " Akhirnya aku menikah juga dengan CEO Rakhan," senyumnya.


"Selamat ya sayang," balas mama Rhea sembari memberikan pelukan hangat.


"Untung saja aku memakai serbuk kristal putih itu dua hari yang lalu, kalau menunggu rencana mama,belum tentu berhasil," ujar Rhea berbangga hati.


"Ya, terserah kamu saja," timpal mama mengalah. Tidak penting rencana siapa yang berhasil. Yang terpenting adalah rencana itu berhasil, beliau membatin.


Beliau menatap layar televisi micro LED berukuran 155 inchi yang terpasang di dinding di seberang sofa. Wajah Rakhan terlihat tidak bahagia. Who's care? Siapa yang perduli? batin beliau acuh.


Televisi micro LED adalah televisi dengan tampilan tekhnologi terbaru.


Di tengah kegembiraan ibu dan anak itu, ponsel mama Rhea berdering.


Mama Rhea melirik ponsel yang tergeletak di meja nakas di samping sofa. Huh, dari Efron! laki laki itu tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menganggu aku, kata hati beliau kesal.


****


Damon dan Pak Bisma bertukar pandang. Mereka nyaris tak percaya dengan penglihatan mereka. Rakhan akhirnya mengumumkan pernikahan nya dengan Rhea Hadiyan? Ini seperti Jack pot bagi Damon.


Jack Pot sinonim dari hadiah besar .


"Aku mau pergi dulu," kata Chayra sambil berdiri.


"Tidak boleh," ujar Pak Bisma sembari berdiri menghalangi.


"Biarkan aku pergi, Kek," pinta Chayra. " Aku ingin membuktikan sesuatu."


" Kamu ingin menemui laki laki itu kan?" sergah Pak Bisma kesal. " Dia tidak pantas untuk kamu!" teriak beliau mengingatkan.


Take a deep breath ( tarik nafas dalam dalam),batin Chayra. Dia berusaha tidak meninggikan suara. Takut jantung kakeknya tidak bisa menerima penolakan.


"Kek, selama ini aku diam karena memikirkan kakek, tapi kakek tidak pernah sekalipun memikirkan aku," ujar nya dengan nada rendah menahan emosi.


"Jika sumsum tulang belakang Damon juga akan menjerat aku seumur hidup, aku akan mengembalikan sumsum itu kepada Damon, agar aku tidak perlu berhutang budi lagi," sambungnya.


"Omong kosong apa ini," tukas Pak Bisma. " Semua ini demi kebaikan mu, sekarang kembali ke kamarmu!" perintah beliau.


"Percuma juga bicara, "gumam Chayra putus asa. "Kakek tidak akan pernah perduli. Aku tidak ingin menjalani hidup seperti mama. Menyerah begitu saja pada cintanya karena paksaan kakek," sambungnya getir.

__ADS_1


"Diam!" hardik Pak Bisma. Beliau tidak suka di ingatkan masalah itu. Kesalahan beliau memaksa anaknya menikahi Agung adalah penyesalan beliau yang terbesar di dalam hidup.


"Nona," bisik Pak Aditya berusaha mengingatkan Chayra.


Chayra melihat ada beberapa buah toples bahan kristal di atas meja di depan sofa. Dia mengambil satu buah tutup toples itu. Lalu memukulkannya ke atas meja . Tutup toples itu terbelah dua. Dia mengambil bagian yang runcing lalu meletakkannya di atas nadi di pergelangan tangan kirinya.


"Kalau kakek tidak mengizinkan aku pergi, aku akan mengakhiri hidup ku," ancamnya.


"Kamu berani..." timpal Pak Bisma sambil melotot marah.


"Aku berani," tantang Chayra seraya mendekatkan bagian yang paling runcing itu ke atas urat nadinya.


"Jangan," cetus Damon yang dari tadi hanya diam menonton. Dia menahan tangan kanan Chayra yang hendak mengiris urat nadinya.


"Hidupmu terlalu berharga untuk berakhir seperti ini," lanjutnya.


"Biarkan saja anak durhaka itu mau apa," tandas Pak Bisma tak perduli. "Laki laki sialan itu sudah mencuci otaknya," sembur beliau marah.


" Maafkan aku, kek," ujar Chayra sambil berlari keluar.


"Argh," desis Pak Bisma seraya memegang dada kirinya. " Anak itu berani mengabaikan aku," gumam beliau kesal.


"Aku akan menyusul Chayra," putus Damon menenangkan. " Anda di sini saja menunggu dokter datang," lanjutnya.


Damon tersenyum. Dengan adanya dukungan Pak Bisma, Rakhan bukanlah tandingannya.


"Anda tenang saja, kek. Suatu hari nanti Chayra juga akan tahu kesalahannya," jawabnya lugas.


***


"Mau apa?" tukas Mama Rhea setelah telepon dari Efron tak berhenti berdering.


"Aku sudah liat siaran Konferensi press itu," jawab Efron. " Aku sedang menunggu pembayarannya," katanya mengingatkan.


"Aku akan mengirimkan cek kosong ke alamat kamu, " balas mama Rhea cepat. " Kamu isi saja sesukamu."


"Kamu kan tahu, aku tidak butuh uang," timpal Efron dengan nada merayu.


"Aku tidak perduli," tukas Mama Rhea cepat. Beliau mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari Efron.


" Orang itu lagi ya ma?" tanya Rhea begitu melihat raut wajah mamanya yang tidak enak di lihat.

__ADS_1


"Iya," angguk mama Rhea membenarkan.


" Orang itu sangat berbahaya. Kita harus mencari cara untuk menyingkirkan dia dari kehidupan kita," timpal Rhea.


"Kamu ada ide?" tanya mama Rhea. Efron benar benar sudah menganggu. Apa lagi sekarang laki laki sialan itu mau menghancurkan kehidupannya yang bahagia bersama Farras.


"Belum," geleng Rhea. " Jika orangtuanya Rakhan tahu aku anak orang itu, mereka tidak akan menurunkan restu," sambungnya sewot.


"Jangan kuatir sayang," timpal Mama Rhea sambil meletakkan tangannya di bahu Rhea. " Dia bukan ayah kandung mu," lanjut beliau menenangkan anaknya yang mulai resah.


"Apa mama yakin?" tanya Rhea memastikan.


"Off course, one thousand percent sure ( tentu saja, yakin seribu persen)," sahut mama Rhea menyakinkan anaknya, meski beliau sendiri juga tidak terlalu yakin.


Ponsel mama Rhea yang masih berada dalam genggaman beliau berdering lagi. Dari Efron!


Mau apa lagi laki laki sialan itu, geram beliau.


"Mau apa lagi?" jawab beliau marah. "Jangan mentang mentang Rakhan sudah setuju untuk menikahi Rhea, kamu merasa berjasa!" ujar beliau penuh amarah. Laki laki ini benar benar mengesalkan.


"Kamu pikir setelah Rakhan setuju untuk menikahi Rhea, kamu pikir masalah sudah selesai?" sahut Efron yang seketika meredakan amarah mama Rhea.


"Maksud kamu apa?" ucap Mama Rhea kaget.


"Drone perusahaan aku baru saja mendeteksi sebuah mobil keluar dari rumah komisaris Orang Tua Group. Coba tebak siapa yang membawanya?" Jawab Efron santai.


"Chayra?" tebak mama Rhea.


"Ya, dan kamu sudah tahu dia mau kemana!" balas Efron.


"Chayra?" ucap Rhea mengulangi perkataan mamanya.


"Aku bisa membuat dia tidak akan pernah sampai ke WT tower. Bagaimana?" sambung Efron menawarkan bantuan.


"Apa imbalannya?" tanya mama Rhea was was. Gadis sialan! Gadis itu membuat aku bertambah banyak hutang kepada laki laki itu, geram beliau dalam hati.


"Kamu sudah tahu jawabannya," timpal Efron santai.


"Setuju saja ,Ma," bisik Rhea di telinga mamanya. "Jika kita pakai kekuatan kita untuk menghentikan Chayra, papa pasti akan tahu," bebernya kuatir.


Benar juga, batin mama Rhea. Tapi, imbalan yang di minta Efron terlalu besar. Aku tidak bisa ....kata hati beliau galau.

__ADS_1


"Ya atau tidak, putuskan sekarang," kata Efron mendesak.


__ADS_2