
CEO Rakhan berdiri dari kursi kerjanya . Badannya menghadap Chayra . Dia berjalan mendekat. Chayra melangkah mundur menjauh. Satu langkah kaki CEO Rakhan mendekat, Chayra pun bergerak mundur selangkah.
"Anda mau apa?" tanya Chayra was was.
"Takut?" seringai CEO Rakhan.
"Ti..tidak," geleng Chayra. Dia berusaha tenang. CEO ini tidak sedang marah. Dia hanya ingin mengerjai aku, hatinya berbisik.
"Aku akan menghukum mu," kata CEO Rakhan.
"Saya salah apa?" Chayra bertanya heran.
"Kamu selalu membantah aku," Tukas CEO Rakhan tak suka. "Satu kali membantah satu kali ciuman. Itu hukuman nya," sambungnya menegaskan.
Hah? Chayra terbelalak. Hukuman apa itu?
"Ciuman nya bukan sembarang ciuman. Tapi French kiss. A kiss with tongue," CEO Rakhan memajukan wajahnya yang bening.
Blush..wajah Chayra memerah. "French kiss? Ciuman ap..apa itu?" tanyanya gugup. Menilik dari raut muka CEO Rakhan ,sepertinya itu bukan ciuman biasa.
Hmph.. CEO Rakhan menahan tawa. Gadis ini benar-benar lugu. " Susah di jelaskan dengan kalimat. Kamu mau coba?" godanya .
"Ti..tidak .." Chayra menggeleng kuat kuat. "Saya..saya akan menurut semua yang anda katakan. Tidak akan membantahnya," janjinya.
"Baik lah," CEO Rakhan kembali duduk di kursinya. "selepas pulang kerja, kamu beli beberapa baju. Nanti aku suruh Taksa transfer lagi E walletmu," katanya.
"Tidak usah, CEO," tolak Chayra. " Kemaren baru saja anda isi ," sambungnya tidak enak.
Kemaren sewaktu Taksa mentransfer uang k E wallet nya, wajahnya terlihat aneh. Jika sekarang di suruh transfer lagi, mungkin Taksa akan berpikir macam-macam tentang aku, batin Chayra.
"Mau coba satu ciuman?" CEO Rakhan menoleh ke arah Chayra yang berdiri 1 meter di sampingnya .
"Tidak," Chayra menggeleng cepat. " Silahkan kalau anda mau mengisi E wallet saya," katanya mengiyakan.
"Kamu itu aneh. E Walletnya nya mau di isi, malah menolak," tukas CEO Rakhan. " Jika membantah lagi, aku tidak akan bicara lagi, tapi langsung menciumi kamu. Mengerti?" dia menegaskan.
"Saya mengerti," Chayra mengangguk. Mulai sekarang dia akan sepatuh boneka kayu. Dia tidak akan membiarkan CEO Rakhan memberikan hukuman aneh itu kepadanya.
"Bagus," CEO Rakhan tersenyum simpul. Menakuti kucing kecil ini sungguh menyenangkan.
Huft ....Chayra menarik nafas lega. Jikalau bisa memilih, lebih baik CEO Rakhan mendiamkan dia sebagai hukuman, daripada memberikan ciuman.
__ADS_1
"Kamu memikirkan apa?" CEO Rakhan bertanya ingin tahu.
"Tidak apa-apa," Chayra buru buru menjawab.
CEO Rakhan berdiri dari kursi kerjanya.
CEO ini mau apa? Chayra panik. Apa mau memberinya hukuman?
"Saya sedang memikirkan lebih baik anda mendiamkan saya sebagai hukuman daripada memberikan ciuman," Chayra melontarkan kalimat nya dengan cepat. "Seperti kemarin."
"Seperti kemarin?" CEO Rakhan mengerutkan dahi. Kemaren memang dia diam saja , tak bicara sampai jam pulang kerja. "Kamu pikir aku diam karena marah padamu?" tanyanya menyelidik.
Ya iyalah...mana ada orang yang sedang gembira, wajahnya ditekuk sembilan? jawab Chayra dalam hati. "Iya, CEO," angguknya.
"Aku tidak marah ," kata CEO Rakhan. Dia kembali duduk di kursinya. Aku hanya kesal, dia membatin. Tapi tidak tahu sebab nya apa .Mungkin karena Taksa yang tiba-tiba membuka pintu. Atau mungkin karena melihat ekspresi ketakutan di wajah Chayra. Selama ini, Belum pernah ada perempuan yang ketakutan berada dalam pelukannya.
"Jadi kamu lebih memilih aku diamkan? " CEO Rakhan mengajukan pertanyaan.
"Eh, tidak, saya terserah CEO mau memberikan hukuman apa, " jawab Chayra cepat. Dia tidak ingin memilih. Takut pilihan nya justru akan menyulitkan dirinya.
"Kamu lebih suka hukuman nya dalam bentuk ciuman?" kata CEO Rakhan menanggapi.
"Terserah CEO saja," balas Chayra lemas. Tapi dia akan memastikan tidak akan pernah menerima hukuman.
Kerja? Kerja apa? Chayra menggaruk rambutnya. Apa bersih bersih ruangan CEO?
"Kenapa diam saja?" CEO Rakhan mengangkat muka.
"Eh, iya, permisi CEO, saya mau keluar dulu," pamit Chayra. Dia menggerakkan kaki ke arah pintu.
"Mau kemana?" tanya CEO Rakhan menghentikan langkah Chayra.
"Ke lantai dasar ,CEO. Mau ambil peralatan bersih bersih di ruangan cleaning service," jawab Chayra menjelaskan.
"Tidak usah. Bersih bersih itu kerjanya Office girl," balas CEO Rakhan. "Kamu itu bukan Office girl," tegasnya .
lah, bukannya kemaren aku di suruh bersih bersih? Chayra mengernyit heran.
"Pesankan makan siang, sebentar lagi jam makan siang," perintah CEO Rakhan. " Kamu harus ingat semua tugasmu, jangan sampai aku ingatkan," lanjutnya. "Lupa tugas satu kali, hukuman satu kali," seringainya.
Bagaimana mau lupa tugas? Tugasnya saja tidak di beritahu, gerutu Chayra dalam hati. Kalau begini terus, bisa bisa dia akan terkena hukuman juga.
__ADS_1
"Baik, CEO," kata Chayra patuh. Dia mengambil ranselnya yang dia letakkan di dalam lemari buku. Dia membuka tas ransel itu lalu mengeluarkan ponselnya. "Anda ingin makan apa?" tanya nya .
"Seperti yang kamu makan kemaren," jawab CEO Rakhan sambil membaca dokumen yang terbuka di atas meja kerjanya.
"Wrap style dan scallops?" tanya Chayra memastikan.
"Iya," CEO Rakhan mengangkat muka. " Kamu juga pesan makanan untukmu," sambungnya.
"Baik, CEO," Chayra mengangguk. Dia segera menelepon Miaw miaw cafe untuk melakukan pemesanan. "Sudah, CEO," katanya seraya memasukkan kembali ponsel ke dalam ransel. lalu ransel itu dia masukan lagi ke dalam lemari. Kemudian dia kembali berdiri di samping CEO Rakhan, menunggu perintah.
Semenit, dua menit, sepuluh menit sampai setengah jam ,Chayra menunggu, CEO Rakhan masih tetap membaca dokumen yang ada di meja nya.
"Kamu tidak ada kerjaan? Dari tadi berdiri terus di situ," CEO Rakhan menoleh. Suaranya ketus.
"Anda belum memberitahu detail pekerjaan saya, CEO," kata Chayra pelan.
"Kenapa aku harus memberitahu pekerjaan kamu? Aku banyak kerjaan. Harus nya kamu itu punya inisiatif melakukan apa," Tukas CEO Rakhan.
Lah? Chayra terperangah. Kalau jabatan dia ada dalam struktur jabatan dalam perusahaan, pasti dia tahu apa pekerjaannya. Nah ini?
"Kenapa diam?" tanya CEO Rakhan menyelidik. Sepertinya dia bingung, katanya dalam hati. Sebenarnya aku juga bingung mau beri dia pekerjaan apa, hatinya berkata lagi.
"Mungkin saya bisa mengambilkan anda minum," kata Chayra setelah berpikir keras. "Kopi atau teh?"
"Tidak usah. Air mineral ini sudah cukup," tolak CEO Rakhan sambil menunjuk sebotol air mineral yang terletak di atas meja kerjanya.
"Atau mungkin anda mau di pijat? Dulu waktu saya masih kecil, saya biasa memijat bahu mama," kata Chayra lagi.
" Tidak usah," geleng CEO Rakhan cepat. Bisa bahaya jika kucing kecil ini memegang tubuhnya.
" Ini saja," CEO Rakhan menjulurkan sebuah dokumen pada Chayra. " Kamu kan jurusan akuntansi, coba di cek apakah laporan anggaran perusahaan ini sudah betul ."
"Eh, iya," Chayra mengambil dokumen itu dari tangan CEO Rakhan. "Dari mana anda tahu, saya kuliah jurusan akuntansi?" tanyanya heran.
" Aku suruh orang menyelidiki kamu," sahut CEO Rakhan acuh. " Kamu pikir, aku akan menerima sembarang orang untuk bekerja di sini?"
"Eh,iya,CEO," jawab Chayra.
"Kamu mengerjakannya duduk di sofa," CEO Rakhan menunjuk sofa .
"Iya,CEO," Chayra berjalan ke arah sofa. Dia menempelkan pantatnya kemudian membuka dokumen yang di berikan CEO Rakhan.
__ADS_1
Dokumen itu berisi laporan keuangan perusahaan akhir tahun. Terdapat 5 macam laporan keuangan. Ada laporan neraca,laporan keuangan rugi laba multiple steps ....Kepala Chayra mendadak pening. Ini laporan keuangan yang di buat akuntan profesional, bagaimana bisa dia di suruh mengeceknya?