
"Jadi driver ojol misterius itu memang Pak Taksa?" ujar Chayra sembari berjalan bersisian di samping Rakhan. " Dan kamu juga menyuruh Pak satpam memantau aku 24 jam dari seberang apartemen?" sambungnya tak percaya.
Rakhan mengangguk tanpa menjawab.
"Pantas kemaren Pak Satpam itu langsung mengenali aku . Padahal aku belum pernah bertemu dengan dia," sambungnya heran. " Kenapa kamu lakukan itu?" tanyanya ingin tahu.
"Kamu punya hutang 3 triliun padaku, siapa yang bisa menjamin kamu tidak akan melarikan diri?" jawab Rakhan santai.
"Kamu menyebalkan!" tandas Chayra kesal. " Aku tidak mungkin melarikan diri."
"Sebenarnya aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihatmu," balas Rakhan merayu. Lalu tanpa aba aba, dia melayangkan ciuman di bibir Chayra.
Chayra melotot. Ini parkiran . Bagaimana jika ada yang melihatnya?
"Ini hukuman karena kamu pergi bersama laki laki lain," bisik Rakhan di telinga Chayra. " Ini baru permulaan, bagaimana kalau kita ke tempat lain untuk meneruskan hukuman ini?" sambungnya sambil menggigit pelan ujung telinga kanan Chayra.
Blush. Wajah Chayra memerah. Jantungnya berdetak kencang. " Bukannya kamu ada ada meeting dengan para direktur di WT?" katanya mengingatkan.
Untuk sementara dia tidak ingin berduaan dengan Rakhan. Bahaya. Bisa hilang keperawanan nya.
"Bisa di tunda. itukan perusahaan aku, terserah aku mau apa," timpal Rakhan.
"CEO Rakhan?" suara menyapa seorang laki laki mengagetkan mereka.
*****
"Orang salah sambung," kata mama Rhea sambil mematikan ponsel. " Kamu kenapa sayang? Kenapa wajahmu jelek begitu?" lanjut beliau mengalihkan topik pembicaraan.
"Dosen tamu dari WT group di jurusan aku ternyata bukan CEO Rakhan," jelas Rhea sambil menghentakkan pantatnya di sofa. Di sebelah mamanya.
"Lalu siapa?" tanya mama Rhea ingin tahu.
"Asisten pribadinya, Taksa," jelas Rhea. "Dan yang paling menyebalkan itu, dia memintaku untuk menjadi asistennya . Tentu saja aku menolaknya," sambungnya.
"Kenapa kamu tolak?" balas Mama Rhea menyesali. "Taksa itu kan asisten pribadi nya Rakhan, jika kamu dekat dengan dia, kamu akan tahu banyak tentang Rakhan," sambung beliau.
"Aku tidak mau menjadi asisten. Mama tahu kan, aku tidak suka di suruh suruh," balas Rhea. Dia merasa kesal karena di kritik mama.
"Aku mau ke kamar dulu," pamitnya sambil berdiri dari sofa. Dari stingray yang di koneksikan dari ponsel mama ke ponsel dia, dia bisa tahu siapa saja yang sudah menelepon mamanya.
Dia tidak sabar untuk mengeceknya. Siapa laki laki yang sudah berani menganggu mamanya .
__ADS_1
Kring ... ponsel mama Rhea berbunyi lagi. Beliau mendongakkan kepala. Melihat ke lantai atas. Beliau melihat Rhea membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalamnya .
Kring ...ponsel berbunyi lagi. "Mau apa," kata mama ketus . Laki laki itu sungguh menganggu.
Ting, notifikasi masuk ke ponsel Rhea. Dia segera membuka notifikasi itu. Nomor ini kan yang kemaren mengajak mana bertemu di cafe, batinnya.
Dia menghamburkan badannya di ranjang dan mulai mendengarkan percakapan antara mamanya dan laki laki itu.
*****
"Saya Agung Prameswari, CEO PT Multi Pangan semesta Alam," kata Pak Agung memperkenalkan diri.
Papa? Tubuh Chayra membeku. Kenapa papanya bisa berada di parkiran blue ice restoran?
Sejak perusahaan papanya mulai menuju ke arah kebangkrutan, papanya tidak pernah lagi muncul di restoran mahal. Apalagi blue ice restoran ini adalah restoran termahal di Jakarta.
"Chayra?" kata Pak Agung kaget. Tidak menyangka akan menemukan anaknya yang melarikan diri dari rumah.
"Ya?" jawab Rakhan. Melihat reaksi Chayra dan laki laki setengah baya ini , sepertinya mereka saling mengenal.
"Maaf, apakah CEO mengenal Chayra anak saya?" ujar Pak Agung cepat. Dia sengaja menekankan pada kalimat ' anak saya'.
.
"Iya, saya berniat untuk menikahi Chayra, itu jika bapak tidak berkeberatan," timpal Rakhan dengan tenang .
CEO Rakhan akan menikah dengan Chayra? Ini namanya pucuk di cinta ulam tiba. Pak Agung langsung tersenyum sumringah.
Pucuk di cinta ulam tiba adalah sebuah peribahasa yang artinya, mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang di harapkan.
Beliau sudah sejak sebulan yang lalu mendatangi Pak Tua Group untuk bertemu Pak Bisma, mantan ayah mertuanya untuk meminta bantuan. Namun Pak Bisma tidak ingin bertemu dengannya. Bahkan di acara ulang tahun ke 100 tahun Orang Tua Group, dia tidak di undang.
Sekarang, tanpa di sengaja, beliau bertemu dengan CEO Rakhan, sebenarnya bukan tanpa sengaja. Beliau memang sengaja mengikuti Rakhan sampai ke parkiran ini.
"Tentu saja ,saya tidak berkeberatan," jawab Pak Agung cepat.
" Bagaimana jika kita mencari tempat lain untuk membicarakannya?" ajak beliau.
Tempat di mana beliau akan mengatakan mahar yang harus di bayarkan untuk menikah dengan Chayra. Mahar sebanyak utang perusahaan pada Jaeson corp.
Apa mungkin Pak Agung inj ingin meminta mahar sejumlah utangnya pada Om Jaeson? batin Rakhan.
__ADS_1
Dia tidak keberatan untuk membayarkannya asalkan Chayra bisa menjadi istrinya.
"Kalian silahkan bicara ,aku mau pulang dulu," sela Chayra. Dia melihat kesempatan untuk melarikan diri dari Rakhan. "Permisi," dia pamit.
"Kamu mau kemana?" cegah Rakhan dan Pak Agung nyaris berbarengan. Mereka memegang dengan erat tangan kiri dan kanan Chayra.
******
Damon menatap layar komputer di hadapannya. Dia hanya menatap tanpa melakukan apa apa.
Perkataan terakhir Rakhan sangat menganggu pikirannya.
Meski kamu sudah di akui sebagai calon suami Chayra, tapi kamu belum tentu menjadi suaminya. Apa maksudnya ini?
Damon mengerutkan dahi. Pak Rakhan menyuruhnya menanyakan langsung pada Pak Bisma.
Apa Pak Bisma juga memberikan kesempatan kepada Rakhan untuk mendapatkan Chayra? hatinya bertanya tanya.
Pak Bisma tidak mungkin memberikan kesempatan kepada Rakhan untuk mendapatkan Chayra, karena Pak Bisma sudah terikat janji dengan aku," dia membatin lagi.
Pak Bisma tak akan pernah bisa membatalkan janji. Rakhan, kamu silahkan saja bermimpi, senyumnya dalam hati.
***
Danish cafe and Restauran masih sepi ketika Mama Rhea masuk ke dalamnya . Cafe ini biasanya ramai pada jam segini.
Tanpa perlu mengitari pandangan kemana mana, beliau langsung melihat Efron Finn duduk di kursi di bawah jendela, meja paling belakang di dalam cafe itu.
Sementara itu di seberang cafe, Rhea tengah memantau dengan teropong binokular yang menempel erat di kedua bola matanya.
Siapa laki laki itu? Dia mengajak mama bertemu di cafe khusus anak anak muda. Kafe romantis yang mengusung tema intim. Biasanya, cafe ini mulai ramai pada jam segini? Tapi kenapa sekarang sepi?
"Aku sudah membooking cafe ini sampai malam," kata Efron menjawab keheranan Mama Rhea.
"Aku tidak bisa lama lama, Farras akan segera pulang," tukas mama Rhea.
"Jangan bohong, Farras ada pertemuan dan meeting dengan jajaran direksi sampai malam," timpal Efron santai.
Sial! Dia bahkan tahu jadwal Farras, batin mama Rhea. Laki laki sialan ini tidak bisa di remehkan.
"Rhea sendirian di rumah," ujar mama Rhea beralasan.
__ADS_1
"Rhea tidak di rumah, dia ada di dalam mobil di seberang cafe ini," timpal Efron santai.
"Dia sedang mengamati kita, melalui teropong," senyumnya yang serta merta membuat pucat wajah mama Rhea.