
Di dinding laboratorium terpancar slide gambar yang sungguh mencengangkan. Chayra melihat rambut kecoklatan sebatas pundak tengah membuka baju di kamar mandi. Meski sosok itu tengah membelakang, hatinya mulai merasa tidak enak.
Kemudian seiring dengan meluncur turun kemeja itu ke lantai, sosok itu berbalik.
"What the hell?" Mata Rakhan terbeliak.
"Apa?" Mata Chayra terbelalak. Nyaris keluar. Itu Aku! teriaknya dalam hati.
"Wah ..." lima belas laki laki yang berada dalam laboratorium melotot.
Setelah berbalik badan, Chayra mulai melepaskan pengait pakaian dalam nya. "Matikan!" teriaknya panik.
"Matikan!" perintah Rakhan cepat, walau sebenarnya sedikit tidak rela. Namun mengingat ada banyak mata lelaki yang juga melihatnya membuat dia terpaksa memberikan perintah itu.
Jun Shuimo, kepala IT menekan tombol off pada sistem komputernya. Tekan, tekan, namun slide itu terus berputar.
Satu pengait lepas, memperlihatkan sebelah bahu, di susul bagian yang sebelahnya, Chayra menggerakkan tangan untuk melepaskan pakaian dalam itu secara sempurna.
"Matikan!" perintah Rakhan dengan suara kencang.
"Tidak bisa ,CEO, " balas Jun gugup. Dia sudah menekan semua tombol untuk mematikan, tapi tidak satupun yang berhasil.
"Tutup mata kalian," perintah Rakhan kencang. " Jika ada yang ketahuan mengintip, aku akan memasukannya dalam penjara!"
Semua mata di dalam laboratorium itu langsung terkatup. Termasuk Chayra. Dia malu melihat dirinya sendiri tengah membuka pakaian.
Rakhan menatap slide di dinding laboratorium sambil menelan ludah. Dada gadis itu begitu indah, bentuknya bulat dan penuh, pinggangnya ramping tanpa lemak, pahanya mulus....
"Bagaimana kalau kita menikah?" bisik Rakhan dengan suara serak di telinga Chayra.
"Apa? " Chayra membuka mata. "Kenapa tiba tiba ingin meni...." dia berhenti bicara. Dia melihat dirinya tengah berdiri di bawah siraman shower. Tanpa mengena**an pakaian! "Mesum!" dia langsung meninju tubuh Rakhan.
Rakhan menangkap tangan Chayra lalu membungkam mulutnya dengan bibirnya.
Chayra mencoba melawan. Namun kalah tenaga. Akhirnya dia pasrah menerima. Desa**n mulai terdengar di ruangan itu.
Orang orang yang berada di sekitar mereka mengernyitkan dahi mendengar suara itu. Tapi tak satupun yang berani membuka mata.
Tiba tiba slide berhenti berputar. Dinding laboratorium menjadi dinding kembali. Mata Damon yang tadi tanpa ekspresi mendadak nyalang penuh kemarahan. Semua kabel yang tertempel di seluruh tubuhnya lepas seketika.
"Lepaskan ,Putri! " Damon menerjang sambil melancarkan pukulan.
Sepasang sejoli yang tengah asyik berciuman itu sontak melepaskan diri. Secara refleks, Rakhan mendorong tubuh Chayra ke belakang lalu menahan pukulan Damon.
Bugh. Pukulan Damon terlalu keras dan sangat bertenaga . Rakhan tidak sanggup menahannya. Dia terpental jauh. Membentur pintu baja.
"CEO," teriak semua orang yang berada di dalam laboratorium. Mereka menghambur menghampiri Rakhan.
__ADS_1
"Anda tidak apa apa?" tanya Dr. Thompson sambil mengulurkan tangan.
"Aku tidak apa apa," Rakhan buru buru berdiri.
"Minggir!" Damon berjalan mendekat.
"Jangan sakiti CEO," Chayra menghadang Damon.
"Maaf, aku tidak menuruti perintah," tukas Damon.
"CEO tidak bersalah padamu. Kenapa kamu menyakitinya?" tanya Chayra heran.
"Dia menyakiti mu,Putri," timpal Damon.
"CEO tidak menyakiti aku," balas Chayra tambah heran.
"Mata visual tidak pernah bohong," jawab Damon. Dia mengirimkan sinyal ke otak. Kemudian beberapa slide muncul di dinding laboratorium.
Semua slide itu berisi adegan ciuman antara Chayra dan Rakhan.
Oh My God! Semua yang berada di dalam laboratorium ternganga. Mereka tidak menyangka akan melihat adegan itu. Ternyata CEO mereka sangat mahir dalam berciuman.
Namun mereka tidak berlama lama menikmati video itu, karena Rakhan segera memberikan isyarat untuk menutup mata.
What? Rakhan terkesiap. Apakah ini mata visual itu? Dulu dia memang meminta kepada Damon untuk memasangkan mata visual kepada 081212, sehingga apa yang terjadi pada manula yang di rawatnya bisa tersimpan pada perangkat mata visual.
"Baiklah," Damon menurut. " Tapi menjauh dari dia ya ,Putri," sambungnya .
"Ak..aku..." Chayra dilema.
"Itu tidak mungkin," potong Rakhan. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Chayra. " Kami akan menikah," senyumnya sumringah.
"Tidak mungkin!" teriak Damon marah. Dia menarik tubuh Chayra . Tarikannya sangat kencang sehingga terlepas dari rangkulan Rakhan.
Robot ini cemburu? batin Rakhan kaget. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa robot ini punya emosi manusia?
Setelah berhasil meraih tubuh Chayra dengan sempurna, Damon menghentakkan kaki ke lantai lalu mulai melayang ke atas.
"Kamu mau apa?" bisik Chayra ketakutan. Apa dia akan di bawa terbang?
" Kita akan pergi ketempat yang aman, Putri, trust me," bisik Damon menenangkan hati Chayra.
" Di sini sudah aman, Damon," balas Chayra berbisik. " Ini rumah tempat kamu di ciptakan."
" Aku di ciptakan di Park Place Villas no 45 B, " sanggah Damon. " Orang itu yang lebih berbahaya," dia menunjuk ke bawah, dimana Rakhan sedang mengamati dengan seksama.
"Aku tidak mau ikut," Chayra melawan. Berusaha melepaskan diri dari dekapan erat Damon.
__ADS_1
" Jangan bergerak, Putri. Kamu bisa terjatuh," Kata Damon mengingatkan.
"Kalau begitu turunkan aku," pinta Chayra. "Aku tidak mau ikut denganmu," tukasnya.
"Tidak," teriak Damon sambil menghujam kepalan tangannya . Meninju plafon laboratorium. Plafon yang terbuat dari bahan ACP atau aluminium composite panel itu jatuh berguguran ke lantai.
Melihat Damon hendak membawa Chayra terbang ke angkasa, Rakhan meloncat kemudian memegang kedua kaki Damon. Dia bergelantungan di sana, sambil menggoyang goyangkan badannya dengan kencang.
"Lepas!" Damon menggerakkan kakinya. Berusaha melepaskan pegangan tangan Rakhan.
Rakhan berpegangan semakin erat. Orang orang yang berada di dalam laboratorium juga ikut memegang kaki Rakhan. Mereka mengerahkan tenaga. Sampai akhirnya Damon terhuyung dan kehilangan keseimbangan.
Melihat Damon mulai oleng, Rakhan menarik tangan Chayra dengan kuat sampai tubuh Chayra lolos ke bawah dan jatuh dalam pelukan Rakhan.
Kemudian Rakhan melepaskan pegangan tangannya pada kaki Damon lalu memberi isyarat pada sejumlah orang yang tengah memegang kakinya untuk melepaskan kakinya.
Setelah itu Rakhan turun ke bawah sambil memeluk Chayra.
Damon yang menyadari Chayra sudah berpindah tangan juga ikut turun. Dia mengulurkan tangan untuk meraih tubuh Chayra.
Rakhan menggerakkan tangan membentuk sabetan dengan pisau tangan yang mengarah ke pundak Damon. Jurus taekwondo yang sangat mematikan. Membuat Damon langsung menggelepar di lantai.
"Urus dia," perintah Rakhan pada Dr. Thompson.
"Baik, CEO," kata Dr. Thompson. Dia segera mendekati Damon dan dengan bantuan beberapa orang, mereka membawa Damon ke tengah ruangan untuk kembali di pasangi belasan kabel.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Rakhan pada Chayra yang masih dalam pelukannya.
"Ya," Chayra mengangguk. " Kenapa Damon seperti itu?" tanyanya.
" Aku dulu memang meminta pada Damon, kepala IT lab Nevada ini untuk memasangkan mata visual dan empati , sehingga 081212 bisa menjadi perawat manula yang berdedikasi. Tapi aku tidak menyangka jika ternyata robot ini juga memiliki emosi manusia," beber Rakhan menjelaskan.
" Sekarang bagaimana?" tanya Chayra ingin tahu.
" Sekarang kamu bisa berjalan jalan di luar. Tidak jauh dari sini ada pusat perbelanjaan," balas Rakhan sambil mengeluarkan dompet dari kantong celananya. Lalu dari dompet itu dia mengambil sebuah black card. " Belilah apa yang kamu suka," katanya sambil meletakkan black card itu di telapak tangan Chayra.
Black Card Saga ekspress! Mata Chayra hampir juling melihatnya. Ini adalah black card dengan jumlah pemiliknya hanya puluhan orang di dunia dan harus berpenghasilan minimal 25 triulyun. Bahkan ayahnya Rhea tidak memilikinya.
"Ini untuk ku?" tanya Chayra heran.
"Untuk calon istri ku," balas Rakhan tersenyum.
"Terimakasih, aku pergi dulu," Chayra buru buru keluar. Dia tidak sanggup menghadapi sikap romantis dari Rakhan.
Rakhan tertawa kecil melihatnya.
"Maaf, CEO," Dr. Thompson datang mendekat . " Ada sedikit masalah."
__ADS_1
Ada masalah apa itu ya readers? Tetap ikuti novel ini terus ya readers☺️