CEO Melankolis

CEO Melankolis
bab 93 : I Want To Bring You back


__ADS_3

Chayra makin mendekatkan wajahnya. Jantungnya semakin berdebar. Di tambah lagi wajah tampan Rakhan yang hanya sejengkal dari matanya membuat dia menjadi salah tingkah.


Bibir Rakhan yang sexy, berbentuk hati dan berwarna merah segar, membuat Chayra semakin berdebar. Dia belum pernah melihat bibir ini begitu dekat. Karena setiap kali Rakhan hendak menciumnya, dia sudah buru buru memejamkan mata.


"Kenapa lama sekali?" kata Rakhan tak sabar. " Aku keburu berlumut menunggu," omelnya.


"kalau tidak mau tidak apa apa, utang 3 triliun masih terus berjalan di tambah bunga. Belum lagi kejadian kemaren malam, kamu pikir aku tidak sakit hati melihat kamu pulang dengan si Damon itu?" omelnya lagi.


Cup! Chayra memberanikan diri mencium bibir Rakhan. Dia mengikuti metode Rakhan. Jika dia banyak omong, Rakhan akan menciumnya untuk menghentikan omelannya.


"Sudahkan?" kata Chayra malu malu. Dia menundukkan wajah. Semburat merah merajai wajahnya.


"Belum," seringai Rakhan. Melihat Chayra yang malu malu membuat dia tambah gemas. "Ini namanya menempelkan bibir," guraunya.


Mereka entah berapa kali berciuman, Rakhan lupa karena tidak pernah menghitungnya. Tapi kenapa Chayra masih malu malu kucing begini?


"Yang seperti ini ciuman," kata Rakhan lalu tanpa memberikan kesempatan Chayra untuk menarik nafas, dia mendaratkan bibirnya di atas bibir Chayra. Tangan kanan nya memegang kepala Chayra untuk memperdalam ciumannya.


***"


Sesampainya di rumah, Rhea langsung menuju ke kamar mamanya. Kata Bik Mirna, mamanya sejak pulang langsung masuk kamar dan belum keluar lagi.


Tanpa mengetuk pintu ,Rhea masuk ke dalam kamar.


"Re? Kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" seru mama kaget. Beliau bangkit dari ranjang dengan gerakan kilat. Beliau tadi sibuk memikirkan perkataan Efron Finn. Tentang Rhea. Apa mungkin Rhea anak Efron?


Rhea mengernyit. Sejak kapan dia harus mengetuk pintu kamar orang tuanya?


" Biasanya aku kan tidak mengetuk pintu. Kenapa sekarang harus mengetuk pintu?" cecar Rhea heran.


Mendadak terlintas perasaan curiga. Apa Mama sedang bertelepon ria dengan laki laki itu? Tapi tak mungkinlah, tidak ada notifikasi di ponselnya.


"Tidak apa apa," ujar Mama menyungging senyum. Beliau tidak ingin menimbulkan kecurigaan anaknya.


"Kenapa baru pulang? Mama sudah tunggu dari tadi," kata beliau mengalihkan pembicaraan.


Aku mampir ke In Tech dulu. Untuk memasang penyadap pada ponsel mama, ucap Rhea dalam hati. " Ada urusan sedikit ma," jawabnya.

__ADS_1


"Mama ada berita baik," ujar mama bahagia. Beliau mengeluarkan sebungkus bubuk putih dari kantong tas jinjing hermes nya.


" Di jamin Rakhan akan bertekuk lutut padamu," bisik beliau di telinga Rhea.


Mata Rhea bercahaya. "Mama serius?" tanyanya tak percaya.


"Off course (Tentu saja), hasil Cloud Inc tidak pernah gagal," balas Mama senang.


"Cloud inc? Kalau aku tidak salah baca,ini perusahaan yang sering terlibat dengan black market ( pasar gelap). Mama bisa tahu dari mana?" tanya Rhea heran.


Mama seorang istri CEO yang terhormat, datang dari keluarga berpendidikan tinggi, di mana kakek seorang pendidik, kenapa bisa berkenalan dengan Perusahaan black market?


"Dulu, waktu mama masih aktif di New York fashion week, mama berkenalan dengan Efron Finn, waktu itu dia seorang mahasiswa jurusan kimia," cerita mama.


" Setelah tamat kuliah, dia mendirikan perusahaan Cloud inc, yang menjual berbagai obat eksperimen terbaru," bebernya.


"Tapi kemudian perusahaan itu di tutup karena di anggap menjual barang ilegal," timpal Rhea.


Dia masih ingat berita tiga tahun yang lalu, ketika sejumlah obat produksi Cloud yang d tarik dari pasaran karena banyak mengandung zat berbahaya. salah satunya mengandung zat Paraben yang tinggi ,yang bisa memicu kanker.


"Itu kan dulu sayang, sekarang mereka sudah bisa beroperasi lagi," terang mama.


"Kebetulan mama punya teman di sana," jawab mama cepat. "Satu Minggu lagi ada acara peluncuran produk baru In Tech, smart watch android ( jam tangan ponsel), Rakhan sebagai salah satu mitra perusahaan pasti akan datang. Kesempatan kamu untuk memakai serbuk ini," lanjut mama mengutarakan rencananya.


"Apa Blossom juga ada?" tanya Rhea cepat.


"Iya, dia kan brand ambassador perusahaan. Tapi kamu jangan kuatir, dia tidak akan mama beri kesempatan untuk mendekati Rakhan," jawab mama menenangkan.


"Hm..." Rhea mengambil bungkusan berbentuk bubuk kristal berwarna putih itu lalu mengamatinya. " Apakah ini sejenis obat perangs*** ma?" tanyanya ingin tahu.


"Kamu tidak perlu tahu. Begitu kamu bertemu Rakhan, langsung dekati. Sedekat mungkin. Lalu tempelkan bubuk itu dan tidak berapa lama akan terlihat efeknya," balas mama berahasia.


" Kenapa mama berahasia begini? Aku kan jadi penasaran," ujar Rhea sambil memonyongkan bibirnya.


"Yang jelas akan membuat Rakhan melupakan Chayra dan tergila gila sama kamu,"urai mama yang justru membuat Rhea tambah heran.


"Are you sure mam?" tanya Rhea berusaha menyakinkan. Di cintai Rakhan adalah kebahagiaan tertingginya.

__ADS_1


"Iya," angguk mama sembari membelai rambut Rhea. Apapun sanggup beliau lakukan demi kebahagiaan Rhea. Meski harus berhubungan kembali dengan mantan. Orang yang paling di bencinya!


****.


Selesai menciumi bibir Chayra sampai bengkak, bibir Rakhan menjelajahi leher Chayra yang jenjang. Kemudian turun ke dadanya, ke puncak bukit berwarna pink yang selama ini selalu hadir dalam ingatannya. Dia menciumi ujungnya, mengigitnya, membasahi dengan lidahnya. Merasainya dalam genggamannya. Ternyata begitu lembut. Membuat dia ketagihan.


Argh, Chayra tersentak kaget . Belum pernah Rakhan menciumi sampai bagian sensitifnya. Dia ingin menolak . Tapi juga menyukainya.


"Aku menginginkan kamu," bisik Rakhan parau. Dia mempermainkan ujung bukit Chayra dengan jarinya.


Gubrak! Pintu ruangan terbuka tiba tiba.


Dua pasangan yang tengah di mabuk asmara itu menoleh dengan cepat.


Seorang perempuan berumur akhir empat puluh tahun berwajah khas Korea berpenampilan elegan masuk dengan langkah cepat. Rona campur aduk terlukis di wajahnya.


"Kalian sedang apa?" tunjuknya. Tanpa bertanya, beliau sudah tahu apa yang terjadi.


Sang perempuan terlihat berantakan, baju kemeja yang di pakainya juga terbuka lebar sampai dada. Sementara yang laki laki terlihat kusut dengan wajah penuh gairah .


"Mama, mau apa ke sini ?" pekik Rakhan kesal. Lagian juga Taksa kenapa tidak bisa melarang!


****


Kring...kring ponsel mama berbunyi. Dari Orang laknat! Mau apa dia? dengus mama tak suka.


Ponsel mama berbunyi terus. Beliau ingin mematikannya. Namun juga ingin tahu kenapa laki laki laknat itu menelepon nya.


Notifikasi segera masuk ke ponsel Rhea. Sambil tiduran di atas ranjang, dia membuka ponselnya.


"I Want to bring you back, with our child," kata Efron Finn begitu mama mengangkat telepon.


"Crazy!" tukas mama sambil memutus sambungan telepon.


I want to bring you back with our child! ulang Rhea. Apa our child itu adalah dirinya?


****

__ADS_1


Maaf beribu maaf y readers, otor telat up date d karenakan rumah otor sdg d renovasi. Jd sibuk mengontrol kerjaan tukang😁


__ADS_2