
"Ada apa?" Rhea menurunkan jendela mobil. Sebenarnya ini dia malas untuk meladeni laki laki ini.
Tapi waktu terus bergulir, jika mobil di depan tetap tidak mau jalan, dia akan kehilangan kesempatan bertemu Rakhan.
"Bisa keluar sebentar nona? Ada masalah dengan mobil saya," jawab si bule.
Si bule ini bisa bahasa Indonesia juga, meski dengan aksen barat, batin Rhea. " Tidak mau. .Masalah mobil elo ya itu masalah Lo," tukas nya sebal.
Mana ada laki laki yang meminta tolong masalah mobil pada perempuan? " Gue bukan orang bengkel," sambungnya lagi. " Telepon aja mobil derek nanti datang itu mobilnya," lanjutnya lagi. " Cepetan! Gue ada janji sama tunangan gw!" hardiknya.
Si bule garuk garuk kepala. Bagaimana ini ya, caranya ? Mana tuan meminta sudah harus dapat darahnya sebelum malam ini.
"Buruan!" hardik Rhea lagi. Baru kali ini dia ketemu bule konyol begini.
"Mobil saya tidak kenapa kenapa Nona," timpal si bule. " Saya punya informasi tentang ibu nona," sambungnya.
Beritahu tentang ibunya! perintah tuan Finn mendadak teringat di otak Edward Cullen.
"Don' t care!" tukas Rhea. Dia menutup jendela mobilnya. Pasti ini juga penipu. seperti yang biasa terjadi. Ibu anda kecelakaan, harus tranf uang, bla...bla...bla
"Nyonya Aaleasa Hadiyan," kata Edward sambil .menahan jendela mobil yang sudah hampir di tutup Rhea.
"Ibumu punya hubungan dengan laki laki lain," lanjutnya yang serta merta membuat Rhea keluar dari mobilnya.
"Apa maksudmu?" kata Rhea sambil berkacak pinggang. Berani berbohong satu kata saja, laki laki bule ini akan aku hajar dengan jurus karateku, batinnya .
"Kita tidak akan bicara di sini? Bagaimana kalau ke cafe terdekat?" si bule menunjuk Cafe bebek penjok yang berada di seberang jalan.
Rhea mengernyit. Buat apa dia mengikuti si bule ini sementara ponsel ibunya sudah di sadap? Buang buang waktu saja. Dia harus bergegas ke kantornya Rakhan
"Aku tidak mau," Ujar Rhea melengos. Dia berbalik badan dan meraih gagang pintu mobil.
"Tunggu!" ucap Edward cepat. Dia meraih tangan kiri Rhea untuk menghalangi gadis itu kembali masuk ke dalam mobilnya.
Rhea berbalik arah lalu melancarkan tendangan Mae Geri, yaitu tendangan keras yang mengarah ke perut lawan.
Edward terlempar beberapa meter. Dia mengernyit kesakitan. Sial! Kenapa Tuan Finn tidak memberitahu jika gadis ini mahir bela diri?
"Jangan muncul lagi di depan gue!" kata Rhea memperingatkan. "Sekarang cepat singkirkan mobilnya, gue mau lewat," katanya sambil membuka pintu mobil nya.
Sambil menekan perutnya yang sakit, Edward berjalan terseok seok menuju mobilnya. "Jalan," perintahnya pada George best yang berada di kursi kemudi.
__ADS_1
"Tendangan gadis itu lumayan juga," kekeh George sembari menyalakan mesin mobil.
"Bukannya lumayan, keras banget, usus gue terasa pindah ke punggung," timpal.Edward. "Tapi tidak apa apa, ada hasilnya," dia memperlihatkan kulit ari Rhea yang menempel di ujung kukunya.
******
"Maaf CEO, bagaimana cara saya bisa menjadi dosen di jurusan bisnis? Saya ini lulusan akuntansi dan .."
"Tentang saja, kamu hanya mengajar tentang bagaimana agar bisa menjadi asisten CEO," potong Rakhan. "Sekedar berbagi pengalaman."
"Apa bisa begitu?" ujar Taksa mengernyit heran. Dia baru mendengar ada mata kuliah tentang bagaimana cara menjadi asisten CEO.
Dan lagi pengalaman apa yang bisa dia bagi? Saat dia menjadi pelayan cafe menggantikan Chayra? Atau saat dia menyamar sebagai driver ojol ketika mengantarkan Chayra pergi kuliah?
"Apa yang tidak bisa buat aku?" timpal Rakhan sambil mengangkat sebelah alisnya. " Dan aku yakin, Rhea tidak akan melewatkan mata kuliah itu," sambungnya yakin.
Tentu saja,batin Taksa. Apa sih keinginan CEO yang tidak bisa terlaksana.
"Sekarang kamu boleh pulang, siapkan bahan pelajaran untuk kuliah lagi besok," kata Rakhan. " Jangan kecewakan aku," pesannya.
"Baik, CEO," sahut Taksa pasrah.
******
siiih ..dia berdesis. Punggung tangan kirinya terasa perih. Dia melihat punggung tangannya . Ada luka goresan cukup dalam yang membuat kulit ari nya terkelupas. Pasti ini kerjaan si bule, batinnya kesal. Untung saja si bule itu sudah dia tendang sampai terkapar.
*****
"Ini Tuan," Kata Edward sambil memperlihatkan ujung kuku jari telunjuknya pada Efron. "Ada kulit ari nona Rhea menempel di sini," jelasnya.
"Bagus," puji Efron senang. "Sekarang kita ke rumah sakit untuk mengadakan tes DNA," katanya lagi.
Efron membuka pintu kamar hotel lalu berjalan keluar. Di belakangnya mengikuti Edward dan George.
*****
Chayra masuk ke dalam kamar dengan perasaan kesal. Kakek memaksa dia untuk pergi ke rumah sakit tempat Damon di rawat. Untuk menunjukan simpati.
Dia menolak. Memberi alasan capek dan ingin beristirahat. Dia bahkan tidak memperhitungkan pada kakeknya, kenapa menjodohkan dia tanpa meminta persetujuannya.
Dia terpaksa menahan diri. Kakek baru saja melakukan operasi bypass dan dia tidak ingin membuat jantung kakeknya bermasalah lagi .
__ADS_1
Tok ....tok ...pintu kamar Chayra di ketuk dari luar. Kemudian tanpa menunggu jawaban dari dalam, pintu terbuka.
Wajah Pak Bisma muncul dari balik pintu. " telpon Damon, tanyakan keadaannya," kata Pak Bisma.
Dia tidak ingin terlalu memaksa Chayra. Sudah untung Chayra setuju di jodohkan dengan Damon dan tidak melarikan diri ketika akan di Jodohkan oleh Agung.
"Iya, kek," angguk Chayra. Dia akan mengirimkan pesan chat basa basi.
"Ya, sudah, kamu istirahat dulu, sebentar lagi turun untuk makan malam," pesan Pak Bisma sambil menutup pintu.
Chayra meletakan tas ranselnya di atas kasur lalu membukanya. Tadi sebelum pergi meninggalkan kantor Rakhan, Laki laki itu menyelipkan sebuah ponsel ke dalam telapak tangannya. Itu ponsel yang terjatuh ketika dia di culik Eouin di Nevada.
Dia membuka ponsel itu dan satu satunya nomor ponsel yang ada di dalamnya adalah nomor ponsel Rakhan. Dan namanya di ponsel itu tertulis sayangku.
Chayra segera menelepon nomor ponsel Rakhan. Dia mengabarkan jika sudah ada di rumah.
Rakhan juga membalas sedang berada di dalam mobil menuju rumah.
"Ya, sudah, aku mau mandi dulu," kata Chayra.
Tut ..tiba tiba Rakhan meminta untuk melakukan video call.
"Kenapa?" tanya Chayra setelah dia menerima permintaan video call Rakhan.
"Jadi teringat rekaman visual robot 081212, ketika kamu sedang mandi," balas Rakhan yang langsung membuat merah wajah Chayra.
"Aku jadi tidak sabar untuk melihatnya lagi," goda Rakhan.
Astaga! Pak Mawon memegang setir mobil dengan perasaan tidak nyaman. Percakapan CEO dengan kekasihnya membuatnya mendadak teringat istri di rumah.
****
Rhea melongo di depan kelas. Di dalam kelas semua mahasiswa ribut membicarakan dosen tamu yang akan datang.
Dia tidak menyangka jika ada dosen tamu selama 2 bulan di jurusan bisnis. Dan orang itu adakah perwakilan dari WT group.
Dada nya berdebar. Apakah CEO Rakhan?
****
Maaf ya readers, telat up. otor beberapa hari ini menginap di rumah ibu mertua. Jadi tidak sempat untuk menulis🙏
__ADS_1
n